• Home>
  • Modifikasi>
  • VW Kodok Ini Punya Atap yang Aneh, Tapi Itulah Keunikannya!
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

VW Kodok Ini Punya Atap yang Aneh, Tapi Itulah Keunikannya!

Dilihat 3482
Iman Firman
26 Mar 2021, 22:30
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 1

Otoloka.id - Rasanya tidak ada pecinta otomotif di Tanah Air yang tak mengenal VW Beetle. Mobil rakyat asal Jerman yang lebih akrab dikenal dengan nama VW Kodok di Indonesia itu sudah ada sejak tahun 1950-an. 

Modelnya yang unik seperti seekor kodok membuatnya lebih gampang dikenali dan diingat. Di Indonesia pun penggemarnya sangat banyak dari dulu sampai sekarang.

Kembali ke 'Si Kodok', salah satu penggemar setianya adalah Agus Ari Seno, yang ternyata memiliki barang langka yang seperti dalam penampakan gambar yang satu ini.

Kalau diperhatikan tentunya ada sesuatu hal yang berbeda dari VW Beetle pada umumnya yang mungkin kerap kalian jumpai. Yuph, mobil ini dibekali dengan ragtop yang membuat tampilannya berbeda.

Modifikasi VW Beetle Lawas Jadi Semakin Istimewa

Jika kalian perhatikan, VW Kodok satu ini dibekali dengan ragtop yang membuat tampilannya berbeda dari VW Beetle pada umumnya.

“Ya, VW Kodok ini ragtopnya full sampai ke area yang tadinya adalah kaca belakang,” ujar Agus. 

Agus pun menambahkan, umumnya hanya di area atap saja. Nah ini full sampai ke belakang dan sudah elektrik juga.

Penasaran, Otoloka pun sempat mencari sejarah mobil ini di internet. Sayang tidak banyak informasi yang berhasil didapat mengenai mobil langka ini.

Proses mendapatkan mobil ini sebenarnya diluar dugaan Agus. “Tahun 2008 lalu tiba-tiba saja ada yang datang ke kantor menawarkan VW ini,” bebernya. 

Kala itu, VW Kodok ini berada di atas truk towing, dan saat melihatnya saya penasaran dengan atapnya. "Kok aneh ya sepertinya,” duganya saat itu. 

Hingga akhirnya ia pun mendekati VW ini dan melihat kondisinya secara keseluruhan. "Mobil ini saya bayar gara-gara lihat ragtop-nya yang full ini, tapi waktu dicoba elektriknya mati,” papar Agus.

Proses negosiasi harga pun langsung dilakukan dan setelah dibayar mobil langsung ditinggal untuk dikerjakan di bengkel milik Agus. 

“Kondisi awalnya tidak terlalu parah, tapi harus cat ulang pastinya. Karena cat awalnya warna pink,” gelak pria paruh baya itu. 

Akhirnya setelah dikerok cat silver pun dilabur ulang ke seluruh permukaan bodi, agar kontras dengan bahan soft top ragtop-nya yang berwarna hitam.

Baca juga: VW Dakota Tahun 1954 Ini Restorasinya Sempurna, Seperti Baru!

“Di bahan kanvasnya ada yang harus di repair, kayanya bahannya agak menciut di bagian bawah” jelas Agus. Akhirnya mobil ini pun dibawa Agus ke Yaya Canvas di Bandung untuk memperbaiki soft top sekaligus memperbaiki dynamo elektrik. 

“Sekarang sudah bagus soft top-nya dan lancar elektriknya, mantap,” Agus menambahkan. Oh ya, lapisan vinyl-nya yang ada dibawah soft top juga diganti, agar terlihat baru lagi.

Sembari menunggu ragtop ini diperbaiki, akhirnya Agus mendapatkan sedikit informasi mengenai soft top unik tersebut. “Sepertinya ini ragtop buatan Karmann, karena Karmann membuat beberapa model sunroof dan ragtop yang modelnya unik-unik,” imbuh Agus. 

Selain itu interior juga dibenahi oleh sang empunya, seluruh lapisan jok dilapis ulang dengan bahan vinyl berwarna hitam merek Sakura. 

Di pinggiran joknya diberi aksen warna merah dengan bahan sama agar terlihat lebih menarik, lalu doortrim juga dilapis ulang dengan bahan dan motif yang sama seperti jok. Kemudian setir juga diganti dengan model wood panel palang tiga yang lebih sporty.

Baca juga: VW Dakota Tahun 1957 Ini Laris Buat Shooting Sinetron dan Video Klip

Lalu semua pernik interior seperti radio asli berikut tombol-tombolnya dipasangkan versi orisinalnya, bahkan sampai ke karet pedal gas, rem, dan kopling saja pakai yang orisinal VW

“Cuma karpet dasarnya saja yang dibuat custom senada dengan warna joknya,” bilang Agus lagi.

Kemudian mesinnya yang berkapasitas 1.200 cc juga dibenahi agar tidak bermasalah ketika diajak touring atau jalan-jalan. “Mesin standar saja, yang penting enak dan tidak gampang mogok,” tutup Agus. 

Terakhir pelek juga diganti dengan Empi Sprintstar baut 5 berdiameter 15 inci dengan lebar 5,5 inci dengan balutan ban Hankook Optimo K715.

Nasib VW Kodok ini sekarang berbeda jauh dibandingkan dengan kondisi awalnya dulu. “Setiap kali dibawa jalan-jalan dengan ragtop-nya terbuka full pasti banyak yang melihat, bahkan sampai memotret dari jalan,” tutup Agus dengan nada bangga.

  • Suka 1
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya