• Home>
  • Review>
  • 4 Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Awas Menyesal di Kemudian Hari
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

4 Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Awas Menyesal di Kemudian Hari

Dilihat 6050
Deni Ferlindungan
31 Mar 2021, 14:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 3

Otoloka.id - Era mobil listrik telah tiba di Indonesia, di mana beragam produk ramah lingkungan mulai dijajakan untuk pasar Tanah Air. Sebelum membeli, sebaiknya pelajari dahulu kelebihan dan kekurangan mobil listrik.

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan mobil listrik, jangan sampai kalian menyesal di kemudian hari. Karena tidak mengetahui apa yang menjadi kekurangan mobil listrik.

Pun begitu, sejatinya banyak kelebihan mobil listrik, khususnya bagi lingkungan karena dapat menekan polusi udara. Tak sampai di situ saja, mobil listrik juga menawarkan biaya pengisian baterai yang hemat, lho!

Namun sayang, mungkin saat ini infrastruktur terkait pengisian baterai umum masih cenderung minim di Indonesia. Sisi harga untuk sebuah mobil listrik pun masih cenderung tinggi saat ini, jadi mobil listrik nampaknya masih diperuntukkan bagi masyarakat kalangan menengah ke atas saat ini.

Buat kalian yang tertarik meminang mobil listrik, berikut ini Otoloka akan mengungkap sejumlah kelebihan dan kekurangan mobil listrik yang perlu diketahui. Apa saja? berikut ulasan lengkapnya:

1. Pengisian Daya Baterai Tak Seboros Isi Bensin

Mengupas kelebihan dan kekurangan mobil listrik, pertama kami akan mengungkap kelebihan yang ditawarkan mobil listrik. Yuph, pengguna kendaraan bisa lebih hemat jika menggunakan mobil elektrik.

Pasalnya biaya yang dikeluarkan untuk pengisian baterai cenderung lebih murah. Sebagai contoh kami akan mengambil contoh pengisian baterai Hyundai Ioniq, di mana pengisian baterai sampai penuh dari posisi kosong membutuhkan biaya sekitar Rp 60 ribu (1 kWh = Rp 1.400).

Saat baterai dalam kondisi terisi penuh, Ioniq mampu melaju sejauh 373 kilometer. Kalau dikalkulasi, per kilometer perjalanan hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 160 saja. Hemat bujet sekali bukan?

2. Stasiun Pengisian Daya Masih Minim

Poin kedua membahas kelebihan dan kekurangan mobil listrik, kelebihannya sudah dijelaskan sebelumnya. Mampu menekan biaya untuk pengisian bahan bakar, yang jauh lebih efisien dengan penggunaan daya listrik.

Di sisi lain, sayangnya hingga saat ini pengisian ulang baterai masih cenderung minim di Indonesia. Tak hanya itu, besaran daya listrik rumah pun perlu diperhatikan oleh konsumen.

Sebagai contoh pengisian baterai Hyundai Ioniq di rumah, setidaknya membutuhkan minimal 2.200 VA. Kalau daya di rumah pas-pasan sebaiknya tidak mengaktifkan peralatan kelistrikan lain yang membutuhkan daya besar seperti pompa air, AC, mesin cuci dan lainnya ketika melakukan pengecasan.

Baca juga: Lexus LF-Z Electrified Gambarkan Kemewahan Mobil Listrik Masa Depan

Perlu dipertimbangkan, sebaiknya kalau ingin punya mobil listrik murni. Sebaiknya kapasitas listrik di rumah daya minimal sebesar 4.400 VA. Pengisian baterai dirumah pun cukup lama.

Tercatat waktu pengisian daya normal mobil listrik di rumah sekitar 8 hingga 14 jam. Bila ingin melakukan pengisian baterai di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) saat ini belum tersebar luas di Indonesia.

Bedanya mengisi baterai di SPKLU waktu pengisiannya cenderung lebih cepat. Untuk fast charging biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 2 jam saja untuk mencapai baterai penuh dari kondisi minimal.

3. Harga Mobil Listrik Masih Cenderung Mahal

Kendala terbesar mobil listrik saat ini tak lepas dari harga yang ditawarkan. Di mana banderolnya masih cenderung tinggi, dan nampaknya baru bisa dinikmati oleh masyarakat yang memiliki dana lebih saja.

Ambil contoh BMW i3 yang dijual di atas Rp 1 miliar. Lalu ada juga Tesla model 3, yang memiliki banderol tak jauh berbeda.

Sejalan dengan itu, Hyundai membuat gebrakan baru dengan meluncurkan Ioniq dan Kona Electric yang ditawarkan dengan harga sekira Rp 600 jutaan. Namun kembali lagi, harga itu nampaknya belum merata bagi seluruh masyarakat.

Banderol yang masih cenderung tinggi, bisa jadi kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Disebut sebagai kelebihan, karena terasa eksklusif untuk orang-orang yang memilikinya. Sementara dari sisi kekurangan, dengan harga mahal tentu mobil listrik belum bisa jadi produk massal yang dipakai banyak orang.

4. Perawatan dan Perbaikan Masih Cenderung Sulit

Faktor lain yang perlu diperhatikan ketika membahas kelebihan dan kekurangan mobil listrik adalah soal perbaikan maupun perawatan. Karena saat ini jika terjadi kerusakan mungkin hanya bisa ditangani oleh bengkel resmi saja.

Baca juga: Xiaomi Ingin Pinjam Pabrik Great Wall untuk Produksi Mobil Listrik

Kemungkinan masih butuh penyesuaian dan waktu bagi mekanik bengkel umum untuk mempelajari mesin maupun teknologi yang ditawarkan mobil listrik. Beda dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak yang bisa ditangani oleh bengkel pinggir jalan sekalipun. Lalu suku cadangnya juga berlimpah, dari versi orisinal sampai KW.

Itulah sejumlah kelebihan dan kekurangan mobil listrik yang bisa pertimbangan bagi kalian yang berniat untuk membeli mobil ramah lingkungan. Tertarik ingin punya mobil listrik? 

  • Suka 3
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya