• Home>
  • Review>
  • Apa Perbedaan Toyota Kijang Super dan Kijang Grand Extra?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Apa Perbedaan Toyota Kijang Super dan Kijang Grand Extra?

Dilihat 3168
Amanda
10 Nov 2021, 19:32
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Perbedaan yang dimiliki oleh Toyota Kijang Super dan Kijang Grand Extra bisa jadi hal yang menarik untuk kita bahas kali ini. Seperti yang kita tahu, kedua mobil ini merupakan mobil Kijang favorit di era 90-an.

Kijang Super dan Grand Extra merupakan mobil yang diproduksi Toyota pada tahun 1986 hingga tahun 1996. Keduanya merupakan generasi ketiga Toyota Kijang yang hadir lebih modern dibandingkan Kijang kotak.

Mobil ini sudah mendapatkan fitur power steering. Jika kita lihat sekarang, fitur yang satu ini memang sangat umum, tetapi ketika itu, fitur ini merupakan teknologi yang baru dan jarang ada mobil yang menggunakannya.

Jika membahas secara lebih spesifik, Kijang Super ini diproduksi mulai tahun 1986 hingga tahun 1992. Mobil ini memiliki kapasitas mesin 1,5 liter.

Sedangkan Kijang Grand Extra sebenarnya merupakan model penerus dari Kijang Super yang diproduksi tahun 1992 hingga tahun 1996. Mobil ini juga mendapatkan mesin dengan kapasitas yang lebih besar, yakni 1,8 liter.

Bukan itu saja, pada Kijang Grand Extra juga ditemukan beberapa penambahan, seperti AC double blower. Desainnya pun mendapatkan ubahan pada bagian lampu depan dan grilnya.

Lalu apa saja perbedaan di antara Toyota Kijang Super dan Grand Extra ini? Nah, daripada penasaran, langsung saja kita simak informasinya berikut ini!

Perbedaan Toyota Kijang Super dan Toyota Kijang Grand Extra

1. Tahun Produksi dan Varian

Perbedaan pertama yang bisa kita temukan dari Toyota Kijang Super dan Grand Extra terletak pada tahun produksi dan variannya. Mari kita bahas tahun produksinya terlebih dahulu.

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian awal, Kijang Super hadir sebagai generasi ketika dari Toyota Kijang. Mobil ini dirilis pada tahun 1986.

Sementara itu, Kijang Grand Extra hadir sebagai versi facelift sekaligus penerus dari Kijang Super. Mobil ini pertama kali dirilis pada tahun 1992.

Baca juga: Mengenal Teknologi VVT-i yang Bikin Mobil Irit BBM

Untuk Kijang Super sendiri, mobil ini menawarkan dua model bodi, yakni bodi berkode KF40 untuk sasis pendek, dan KF50 untuk sasis panjang.

Sedangkan Kijang Grand Extra memiliki kode sasis KF42 untuk sasis pendek dan KF52 untuk sasis yang panjang. Bedanya, Kijang Grand Extra ini ditawarkan dengan varian yang lebih banyak dibandingkan dengan pendahulunya tersebut.

Untuk sasis pendek, Kijang Grand Extra ditawarkan dalam varian SX, SSX, dan SGX. Dan untuk sasis panjangnya, mobil ini ditawarkan dalam varian LX, LSX, dan LGX.

Varian entry level untuk Kijang Grand Extra ini adalah tipe SX, LX, dan pick up. Ketiga varian ini masih minim fitur dan menggunakan transmisi empat percepatan.

Selain itu, varian entry level tersebut juga masih menggunakan dashboard jadul berwarna abu-abu. Rem depan dan belakangnya pun masih mengandalkan rem drum/tromol.

Pada segmen menengah ada varian SSX dan LSX. Pada varian ini, sistem transmisinya sudah menggunakan transmisi manual lima percepatan, rem depan cakram solid, serta dilengkapi fitur power steering dan tachometer.

Varian tertinggi untuk Kijang Grand Extra adalah SGX dan LGX. Mobil ini menawarkan fitur yang lebih lengkap lagi, sebut saja AC double blower, power window untuk pintu depan, hingga radio merek Alpine.

Baca juga: Apa Iya Biaya Perawatan Mobil Transmisi Otomatis Lebih Mahal?

2. Desain Eksterior

Perbedaan selanjutnya yang akan kita bahas antara Toyota Kijang Super dan Toyota Kijang Grand Extra adalah pada bagian desain eksteriornya. Pada saat diluncurkannya, Toyota Kijang Super ini mengusung konsep KBNS (Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana) yang mengalami perluasan agar nyaman digunakan sebagai mobil keluarga.

Untuk mobil ini, Toyota sudah mulai menggunakan teknologi Full Pressed Body. Teknologi ini dinilai efektif mengurangi sekitar 2-5 kilogram dempul untuk setiap mobilnya.

Toyota Kijang Super memiliki ciri khas pada bagian eksteriornya, yaitu gril depan berwarna hitam dengan lampu depan kotak sealed beam. Pada grilnya pun terdapat emblem tulisan "Toyota" berukuran besar dan berwarna putih.

Selain itu, mobil ini juga memiliki bumper berbentuk besi kotak dengan cover sampingnya yang terbuat dari fiberglass berwarna hitam. Katanya, rancangan dasar mobil ini terinspirasi dari Toyota Deliboy dengan kode sasis KXC10V yang hanya dipasarkan di Jepang.

Salah satu bagian yang juga diadopsi dari model tersebut adalah suspensi depannya yang menggunakan double wishbone, berbeda dengan suspensi per daun yang digunakan pada model Kijang sebelumnya. Sementara itu, pada bagian belakang, Kijang Super masih mengandalkan suspensi per daun.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Mesin Diesel, Kenali Biar Paham

Beralih ke model yang satunya, perbedaan mencolok antara Toyota Kijang Super dan Kijang Grand Extra bisa kita lihat pada headlamp yang menggunakan model kotak besar. Sedangkan grilnya berbentuk garis vertikal dengan emblem logo trioval Toyota.

Pada bodinya, bisa juga kita lihat adanya stiker bodi bertuliskan "Grand Extra". Peleknya pun cukup modern dengan digunakannya pelek cast wheel dan pelek kaleng dengan dop.

Untuk model Kijang Grand Extra ini, Toyota memperkenalkan konsep "Toyota Original Body". Konsep ini membuat bodi Kijang Grand Extra dengan cara mencetak plat besin dengan mesin press berkekuatan 1.500 ton.

Kemudian, untuk menyambungkan bagian-bagian bodinya ini digunakanlah metode las spot welding atau lebih dikenal sebagai las titik. Metode produksi ini dinilai lebih kokoh dan nyaris bebas dempul.

Pada Kijang Grand Extra tipe SSX dan LSX, bagian gril tidak mendapatkan lapisan chrome. Sedangkan pada tipe tertingginya, yakni SGX dan LGX, gril depannya sudah dilapisi aksen chrome, serta mendapatkan tambahan over fender dan pelek alloy dari Enkei.

Baca juga: 10 Mobil Keluarga Termurah di Indonesia, Mau Beli yang Mana?

3. Mesin

Sekarang mari kita bahas perbedaan yang paling utama dari Toyota Kijang Super dan Grand Extra, yakni pada bagian mesinnya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Kijang Super menggunakan mesin 1,5 liter, sementara Kijang Grand Extra menggunakan mesin 1,8 liter.

Mesin yang digendong Kijang Super merupakan mesin Toyota 5K. Mesin ini memiliki konfigurasi 4 silinder OHV 8 katup yang dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan dan lima percepatan.

Sementara itu, kendati Kijang Grand Extra masih menggunakan konfigurasi mesin yang sama, mesinnya ini sudah dituning pada bagian karburatornya. Alhasil, tenaga yang dimiliki mesin ini pun meningkat menjadi 72 HP pada putaran 5.000 rpm dengan torsi 119 Nm pada 3.200 rpm.

Pada tahun 1995, barulah Toyota memberikan varian mesin 1,8 liter untuk Kijang Grand Ekstra. Pilihan mesin ini dihadirkan setelah adanya berbagai keluhan dari para konsumen tentang mesin yang boros dan kurang bertenaga.

Mesin baru ini merupakan mesin Toyota 7K dengan konfigurasi 4 silinder OHV 8 katup yang dikawinkan dengan transmisi manual 5 percepatan. Adapun tenaga yang dihasilkannya pun lebih besar, yakni 80 HP pada 4.800 rpm dengan torsi 140 Nm pada 2.800 rpm.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya