OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Review>
  • Cara Mesin Konvensional Optimalkan Efisiensi Bahan Bakar
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Cara Mesin Konvensional Optimalkan Efisiensi Bahan Bakar

Dilihat 4043
EKO
21 Sep 2021, 17:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

disassemble engine

Otoloka.id- Meski banyak gempuran kendaraan bertenaga listrik, nyatanya mesin dengan pembakaran minyak bumi atau konvensional masih menjadi primadona yang layak untuk dimiliki. Memang, mesin dengan tenaga listrik sangat menjanjikan lingkungan yang bersih. Namun, selama satu abad lebih, mesin konvensional juga banyak dilakukan pengembangan dalam hal efisiensi sehingga menghasilkan minim emisi.

Mengutip perkataan Akio Toyoda selaku CEO Toyota beberapa waktu lalu bahwa, “Jika semua kendaraan di Jepang bertenaga listrik, maka pada musim panas nanti, Jepang akan mati listrik,” setidaknya hal tersebut memperkuat bahwa mesin konvensional tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Tetapi, untuk bersaing dengan kendaraan bertenaga listrik dalam mengurangi polusi, banyak pengembangan terkait mekanisme dan teknologi yang diterapkan pada mesin konvensional normal. Apa saja itu? Simak beberapa teknologi berikut ini.

Teknologi deactivation cylinder

Deactivation cylinder merupakan teknologi untuk mematikan beberapa piston ketika kendaraan sedang dalam kondisi netral atau sedang tidak membawa beban. Piston yang tidak aktif tersebut tetap bergerak, namun tidak diberi bahan bakar untuk dilakukan proses pembakaran. Contohnya seperti mesin Ecoboost Ford dan mesin Skyactiv milik Mazda.

Mekanisme variable valve timing

Katup pada ruang bakar fungsinya untuk mengontrol aliran gas masuk dan buang. Tetapi ketika kendaraan sedang melaju pelan atau sedang diam, mesin tidak perlu bahan bakar dengan rasio yang sama. Nah pada sistem variable valve timing, pengapiannya disesuaikan dengan kebutuhan mesin melalui sistem yang memanipulasi katup. Contohnya seperti teknologi Vtec pada Honda dan VVTi pada Toyota.

Rasio Kompresi Variabel

Rasio kompresi variabel adalah teknologi untuk menyesuaikan rasio kompresi dari mesin pembakaran internal saat mesin sedang beroperasi. Pada mesin kompresi variabel, rasio kompresi dapat diatur melalui langkah piston yang diatur titik bawahnya. Langkah piston yang dapat naik turun berkat adanya poros engkol yang dapat diatur ketinggiannya. Mekanisme ini terdapat pada mesin Nissan Turbo VC.

Turbo dan Supercharger

Siapa yang tidak paham dengan turbo dan supercharger, kedua mekanisme ini adalah memasukan lebih banyak udara ke dalam ruang bakar untuk mempercepat proses pembakaran. Untuk turbo, udara dihisap melalui turbin yang  sisi lainnya mengeluarkan gas pembakaran. Sementara pada supercharger, udara dipaksa masuk ke turbin yang digerakkan oleh sabuk (belt) yang terhubung dengan putaran mesin. 

Baca juga : 

Perbandingan Toyota Sienta dan Honda HR-V

Perbandingan Toyota Avanza dan Nissan Livina

Pebandingan Toyota Avanza dan Toyota Rush

Perbandingan Toyota Avanza dan Kijang Innova

Perbandingan Toyota Camry dan Honda Accord

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya