• Home>
  • Review>
  • Cek Konsumsi Bahan Bakar Antara Innova Bensin dan Diesel
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Cek Konsumsi Bahan Bakar Antara Innova Bensin dan Diesel

Dilihat 608
Arief Yuno
16 Okt 2020, 15:11
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0


Otoloka.id - Ketika bicara tentang Toyota Kijang, jelas nama multi purpose vehicle (MPV) ini cukup melegenda. Kalau sedikit kilas balik, nama Toyota Kijang sendiri telah hadir semenjak era 1970-an. Perpaduan antara nama merek Jepang dan Indonesia.

Karena memang pada masa-masa itu hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya di bidang otomotif, sudah terjalin begitu mesra. Bahkan ada anggapan, kalau nama Kijang itu merupakan singkatan dari kalimat Kerjasama Indonesia - Jepang. 

Sejarah Toyota Kijang


Pada akhirnya, di kala itu hingga waktu terus bergulir, Toyota Kijang telah menjadi sebuah minibus andalan masyarakat Indonesia. Dan Toyota Kijang merupakan cikal bakal dari lahirnya mobil-mobil MPV Toyota saat ini.

Terkait hal tersebut, mungkin tak ada salahnya bila kali ini membahas sedikit turunan dari Toyota Kijang, yakni Toyota Innova. Dimana faktanya, Innova menjadi salah satu MPV yang cukup populer. 

Dikarenakan dua dari sekian alasan yang ada, bahwasanya Toyota Innova memiliki performa mesin dan kenyamanan kabin yang cukup baik. Kabin lega ala Innova sejauh ini juga masih menjadi magnet utama, yang membuatnya tetap unggul di kelas MPV medium.

Mengenai Toyota Innova, mobil berkapasitas seven seaters (tujuh penumpang) ini sudah ada di Indonesia sejak tahun 2004. Alhasil, selama 16 tahun berjalan, mobil Toyota Innova semakin hari kian menjadi salah satu primadona di Tanah Air.

Dalam memenuhi kebutuhan pasar kendaraan penumpang di Indonesia, belakangan PT Toyota Astra Motor (TAM) memasarkan dua jenis All New Toyota Innova atau New Kijang Innova seharga berkisar antara Rp 326 juta hingga Rp 428 jutaan ini sesuai varian mesin. 

Yakni mesin bensin berkode 1TR-FE kapasitas 1.998 cc, 4 silinder segaris, DOHC dengan dual VVT-i. Sedangkan yang satunya lagi adalah Toyota Innova dengan mesin Diesel berkode 2GD-FTV, kapasitas 2.393 cc, 4 silinder segaris, DOHC dengan VNT intercooler.

Stigma Mobil Bermesin Diesel


Selama ini, tampaknya Toyota berhasil menghilangkan stigma mobil diesel ibarat mobil angkutan kota (angkot) yang cenderung berisik dan kumuh. Ternyata mesin diesel yang disematkan pada Innova memiliki suara begitu halus, dengan getaran yang juga rendah. 

Dahulu, mobil bermesin diesel identik mengeluarkan kepulan asap hitam beraroma tak sedap dari corong knalpotnya. Sebabkan polusi udara dan masalah kesehatan. Tapi tidak sama halnya dengan mesin-mesin diesel pada mobil sekarang, seperti Toyota Innova diesel.

Awal kemunculannya, Toyota Kijang selalu memakai mesin berbahan bakar bensin. Opsi mesin diesel baru hadir pada era Kijang Kapsul sekitar tahun 1997. Namun ternyata, ada sepenggal kisah di balik kehadirannya itu. 

Bahwa lahirnya Kijang Kapsul yang membopong mesin berbahan bakar solar, bertujuan untuk menghadang pergerakan Isuzu Panther. Dimana waktu itu Panther menjadi penguasa tunggal di pasar minibus diesel, yang bangga dengan tagline ‘Suaranya, Nyaris Tak Terdengar’.

Toyota pada masa itu bisa dikatakan ‘tos-tosan’ ketika menggunakan mesin diesel relatif lawas, yang meskipun irit namun bersuara berisik dan getarannya begitu terasa. 

Wajarlah, Toyota Kijang bermesin diesel saat itu masih kalah pamor di mata konsumen, dibanding Isuzu Panther. Namun, layaknya sebuah pilihan, masyarakat pun lambat laun mulai bisa menepis monopoli yang dilakukan Isuzu Panther terkait kendaraan bermesin diesel.

Riset dan pengembangan terus dilakukan Toyota. Mengatasi ragam keluhan mulai dari mobil diesel yang kurang lari, getaran besar, dan suara yang bising. Akhirnya Toyota menciptakan mesin 2KD-FTV 2,5 liter, berteknologi commonrail dan turbocharger pada Innova.

Pengembangan Mesin Toyota Kijang Innova

Kabarnya, ‘rahasia dapur’ ini menjadikannya lebih hemat bahan bakar dan bertenaga dibandingkan mesin bensin 1TR-FE 2,0 liter. Selama melakukan riset dan pengembangan di lini diesel, Toyota relatif tak banyak melakukan pengembangan di mesin bensin.

Selama proses riset dan pengembangan, TAM mulai melakukan diskontinyu terhadap mesin 2KD-FTV. Toyota lantas mulai menggantinya dengan 2GD-FTV. Bahkan pada Innova generasi terakhir sudah diperkuat Variable Nozzle Turbocharger (VNT), serta Intercooler. 

Meski dalam hal ini kapasitas mesin dikurangi 100cc. Tapi tenaga dan torsi bertambah menjadi 149 hp dan 342-360 Nm. Dan untuk Innova diesel dibekali transmisi otomatis 6-percepatan dengan Sport Sequential Switchmatic sehingga mampu menghasilkan output torsi yang lebih besar dan instan.

Sementara itu, Toyota tidak melakukan perubahan signifikan untuk mesin bensin. Yaitu tetap mempertahankan 1TR-FE 1998cc, 4 silinder segaris, 16 valve DOHC dengan tenaga 137 hp dengan torsi 183 Nm.

Irit Toyota Kijang Innova Bensin atau Diesel?

Soal mesin, salah satu variabel yang menjadi pertimbangan adalah konsumsi bahan bakar yang dihasilkan. Tentunya, kedua mesin All New Toyota Innova tersebut memiliki konsumsi bahan bakar yang berbeda. 

Memang sejauh ini sudah banyak yang tahu, kalau Toyota Innova memiliki performa mesin yang baik. Akan tetapi sepertinya masih banyak yang belum paham, perihal konsumsi bahan bakar dari Toyota Kijang Innova, terutama yang terbaru. 

Masyarakat kebanyakan cenderung memiliki kebimbangan, saat harus menentukan antara Kijang Innova diesel vs bensin, dari sisi konsumsi bahan bakar. Tambah bimbang ketika promo beredar seringkali mengatakan, varian diesel menawarkan torsi besar, tapi irit bahan bakar. Benarkah demikian?

Perlu diketahui, Innova dibekali mesin sekitar 2.000cc ke atas. Artinya, dengan kondisi demikian, mesin tersebut dikenal dengan istilah ‘banyak minum’. Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, secara umum, konsumsi bahan bakar Toyota Kijang Innova berkisar 8-10 km/liter.

Toyota Kijang Innova Irit BBM


Bagaimana Toyota Innova bermesin bensin transmisi manual? Konsumsi bahan bakar teririt pernah dicatat dalam sebuah pengujian di jalan bebas hambatan, dengan kecepatan rata-rata 62 km/jam, konsumsi bahan bakar mencapai 11,6 km/liter, dengan bahan bakar yang digunakan RON 90.

Lalu, bagaimana hasil uji konsumsi bahan bakar All New Toyota Innova versi diesel? Ternyata Innova terbaru versi diesel tampil lebih irit, mencatatkan angka 12,5 km/liter, dalam kondisi lalu lintas macet. Di jalan bebas hambatan, uji konsumsi bahan bakar mencapai 17,8 km/liter, kecepatan rata-rata 90 km/jam.

Konsumsi bahan bakar yang diraih Toyota Innova terbaru juga dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari gaya berkendara, jumlah penumpang, beban yang dibawa, hingga kondisi lalu lintas yang ada. Oiya, hasil ujicoba selama ini, Innova diesel jarang bermasalah meski terpaksa minum bahan bakar solar bersubsidi.

Buat mereka yang gemar perjalanan jauh bersama keluarga, opsi Toyota mesin diesel menarik untuk dipertimbangkan. 

Torsi mesin diesel yang lebih besar, membuat daya yang dihasilkan lebih ringan. Pengemudi tak perlu menekan pedal gas dalam-dalam. Torsinya juga besar di putaran bawah sehingga tarikan awalnya lebih enak saat penuh muatan.

Sebaliknya, bila mobil jarang dipakai untuk bepergian beramai-ramai, maka opsi Innova mesin bensin bisa dilirik. Meski dikenal tidak terlalu irit, namun sebanding dengan tenaga dan putaran atasnya yang nyaman.

Disarankan, konsumen hendaknya mengisi bahan bakar mobil menggunakan jenis berkualitas baik, agar performa mesin yang dihasilkan bertambah efisien. Tak lupa pul, lakukan servis rutin agar mesin Innova tetap dalam kondisi optimal.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya