OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Review>
  • DAF 600, Mobil Pertama dengan Transmisi CVT yang Diproduksi Massal
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

DAF 600, Mobil Pertama dengan Transmisi CVT yang Diproduksi Massal

Dilihat 161
Adit
1 Jul 2020, 10:35
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0


Otoloka.id - Banyak yang menyebut bahwa mobil produksi massal pertama di bumi dengan transmisi Continously Variable Transmission (CVT) adalah Subaru Justy pada 1987.

Nissan kemudian dikenal sebagai pabrikan yang mempopulerkan CVT di era modern, meski pada awal generasi transmisinya banyak yang dikenal bermasalah.

Tetapi jika menggali sejarah transmisi yang kini populer dan menjadi standar di banyak mobil ini lebih jauh lagi, rupanya ada mobil lain yang ternyata sudah menggunakan CVT nyaris 3 dekade lebih awal dari Subaru Justy. Namanya adalah DAF 600.

Sebelum mengulik DAF 600, mari kita runut sejarahnya dari lebih awal lagi. Secara teknis perusahaan pertama yang menggunakan transmisi CVT dalam sebuah mobil adalah British Clyno Engineering pada 1923. 

Namun konsep transmisi CVT baru populer karena digunakan pada mobil produksi massal yakni pada 1958 silam setelah DAF, pabrikan Belanda yang awalnya dikenal memproduksi truk, memperkenalkan DAF 600. DAF 600 adalah mobil penumpang pertama dari pabrikan Negeri Kincir Angin itu.


Menggunakan mesin flat twin 590cc dan bodi ringan yang dirancang oleh Johan Van der Brugghen, mobilnya saat itu tidak bisa dibilang kencang.

Namun DAF 600 mampu berjalan lebih cepat jika pengemudi dengan lembut dan secara bertahap melepaskan pedal setelah kecepatan tertingginya tercapai.

Artinya meskipun RPM mesin tetap sama, transmisinya dapat meningkatkan kecepatan tertinggi mobil secara signifikan, dari hanya sekitar 100 km/jam hingga 112 km/jam.

Baca juga: Diganjar Bintang Lima di Uji Tabrak, Apa Saja Fitur Keselamatan Daihatsu Rocky

DAF 600 dijejali transmisi CVT yang disebut sebagai 'Variomatic'. Variomatic terdiri dari drive belt dan dua pulley yang membentuk 'V'. Karena sistemnya tidak memiliki gigi terpisah, tapi satu gigi yang terus menerus bergerak dan satu gigi terpisah untuk mundur, ini memberikan efek yang unik yakni mobilnya saat itu bisa bergerak mundur sama cepatnya dengan bergerak ke depan.


Sebagai hasilnya, DAF 600 diikutsertakan dalam kejuaraan dunia mengemudi mundur tahunan di Belanda dan tidak ada mobil lain yang bisa mengimbangi kecepatannya saat mundur. Sampai DAF 600 harus dimasukkan ke dalam kompetisi terpisah karena terlalu dominan.

DAF akhirnya mengadopsi transmisi CVT ini ke dalam mobil produksi lainnya, hingga divisi mobil penumpangnya dijual ke Swedia pada 1975 dan CVT-nya digunakan di Volvo 340.

Kalian lebih suka mobil dengan CVT atau transmisi matik biasa nih?

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya