Hyundai Stop Pengembangan Mesin Internal, Fokus ke Elektrifikasi

Otoloka.id- Hyundai memang fokus untuk mengembangkan lini produk elektrifikasinya. Akibat rencana tersebut, beberapa divisi harus mengalami restrukturisasi pada bagian pengembangan mesin pembakaran internal.

Dikabarkan dari businesskorea.co.kr, sebanyak 12 ribu karyawan divisi pengembangan yang ada di kantor pusat Hyundai di daerah Namyang dipindah divisi. Hal ini lantaran berakhirnya unit kendaraan bermesin internal yang masuk tahap produksi.

Meski divisi pengembangan mesin internal dimatikan, namun karyawannya tidak diputus hubungan kerja, melainkan dipindahkan ke divisi lain menjadi tim pengembangan kendaraan listrik. Semua divisi yang terkait dengan mesin internal dipindah ke divisi elektrifikasi.

Restrukturisasi tersebut dilakukan karena Hyundai memang ingin mempercepat waktu pengembangan mobil listrik baru, dengan mempertemukan berbagai departemen terkait.

Contohnya seperti tim manajemen proyek dan tim pengembangan produk terpadu yang kini bekerja sama mengerjakan kendaraan listrik dari desain awal hingga tahap produksi.

Baca juga: Waduh, SUV Hyundai Seharga Satu Miliar ini Kena Recall di Indonesia

Elektrifikasi pada Grup Hyundai sudah dimulai dengan beberapa model baru dari HyundaiKia, dan Genesis yang rencananya akan digarap oleh Electric Global Modular Platform (E-GMP). Produk Hyundai yang masuk dalam platform tersebut antara lain Ioniq 5, Ioniq 6, dan Ioniq 7 yang akan diluncurkan pada 2024 mendatang.

Belum lagi, unit perusahaan Hyundai yang biasa menggarap suku cadang Hyundai Mobis, kali juga ikut mengembangkan beberapa produk berbasis kendaraan listrik. Pengembangan tersebut dilakukan bukan hanya untuk lini produk grup Hyundai saja, namun juga dijual ke pasar global.

Hyundai fokus ke elektrifikasi bukan hanya pada platform, dan perangkat yang akan dipakai saja, tetapi pabrikan tersebut juga membangun pabrik baterai mobil listrik di Namyang. 

Selain itu, Hyundai juga sedang mengembangkan kendaraan dengan powertrain lain, yaitu hidrogen yang menjadi alternatif mobil listrik.

Tapi untuk pabrik yang berada di negara berkembang seperti Indonesia, pabrikan tersebut masih tetap mengembangkan lini produk bermesin internal. Pasalnya kebutuhan kendaraan di tiap negara berbeda-beda. 

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!