• Home>
  • Review>
  • Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Taruna
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Taruna

Dilihat 502
Arief Yuno
6 Nov 2020, 16:41
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Daihatsu Taruna kerap kali dilirik sebab ia merupakan SUV dengan harga lumayan terjangkau dan berada di bawah bendera besar Daihatsu. Bagi yang belum mengenal atau mungkin alpa dengannya mengingat Taruna adalah kakak dari Terios, ia merupakan pilihan SUV dengan daya tampung 5-7 orang yang kali pertama diperkenalkan di tahun 1999.

Sejarah Daihatsu Taruna


Sekalipun usianya sudah menginjak 20 tahun lebih, berada di bawah bendera Daihatsu membuatnya memiliki ketersediaan suku cadang atau spare part yang memadai di pasaran.

Tipe-tipenya sendiri adalah CL, CX, CSR, CSX, FX, FL, FGZ, FGX. Lalu satu lagi adalah tipe spesial dengan tambahan aksen dan diberi nama Oxxy.

Mengingat mobil seusia itu, interiornya lebih kurang setara dengan mobil-mobil seperti Mitsubishi Kuda ataupun Kijang kapsul. Ruang audio masih single-DIN dengan dashboard serba membulat.

Soal kabin, memang daya tampung hingga 7 orang cukup lega sekalipun penumpang belakang duduk di kursi lipat menyamping. Namun, ruang kepala cukup lega dengan desain jok yang cenderung rata.

Mesin Daihatsu Taruna


Mesin Daihatsu Taruna sendiri hadir dalam tiga pilihan selama periode kemunculannya. Ada 1.6 liter karburator HD-C, ada pula 1,6 liter yang injeksi HD-E, dan versi lebih kecil dan injeksi 1,5 liter HE-E.

Power dan torsi puncak masing-masing adalah 94 HP pada putaran maksimal 5.700 rpm (untuk tipe mesin HD-C), daya lebih besar yakni 103 HP pada putaran maks 6.000 rpm (tipe HD-E), dan 98 HP pada 5.800 rpm (HE-E).

Torsi maksimal masing-masing adalah 127 Nm pada 4.800 rpm (HD-C), 134 Nm pada 4.800 rpm (HD-E), dan 127 Nm pada 4.700 rpm (HE-E).

Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu Taruna


Kelebihan dan kekurangan Daihatsu Taruna? Dengan daya mesin demikian, torsi terbilang lumayan sehingga masih sigap untuk menanjak-nanjak. Dia juga lumayan nyaman karena ditunjang suspensi depan double wishbone independen dengan suspensi belakang rigid axle.

Sebagai mobil di daerah yang sering banyak genangan dan banjir tidak dalam, Taruna masih oke untuk jadi pilihan. Terlebih lagi bodi tebal dan perawatan mudah dan spare part masih tersedia.

Namun seperti kebanyakan SUV di usianya, gejala limbung masih akan muncul saat kecepatan tinggi. PR lainnya adalah kopling yang keras sekalipun bisa diganti dengan pilihan yang lebih enteng.

PR lainnya adalah mesin yang brebet. Karena usianya tersebut, Taruna kerap menghadapi masalah ini. Pengecekan umum seperti kondisi busi hingga fuel pump perlu dilakukan, tetapi tambahan yang cukup umum di Taruna satu lagi adalah kabel distributor.

Mungkin merupakan permasalahan desain yang baru disadari pada usianya ini, Taruna tidak jarang kemasukan air di bagian firewall sehingga masuk ke kabel distributor. Efeknya mobil susah distarter atau bahkan mati mendadak. Dengan kreativitas seperti membuat penahan air, problem ini biasanya bisa diatasi.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya