• Home>
  • Review>
  • Kelebihan dan Kekurangan Hyundai Accent, Sedan Lawas Bekas Taksi Masih Banyak Dicari
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Kelebihan dan Kekurangan Hyundai Accent, Sedan Lawas Bekas Taksi Masih Banyak Dicari

Dilihat 1338
Arief Yuno
4 Des 2020, 15:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Kalau kita bicara Hyundai Accent, tidak elok rasanya jika tidak membawa saudara kembarnya yaitu Excel dan Cakra. Hadirnya Accent tidak akan lepas dari sosok Bambang Trihatmodjo sebagai anak dari Presiden Soeharto. 

Suksesor yang menjadi peran sentral hadirnya mobil ini di Indonesia. Pada awalnya mobil ini sempat diprediksi menjadi mobil nasional (mobnas), dengan menggunakan kata Bimantara Cakra pada 1995 kala itu.

Sejarah Hyundai Accent

Sosoknya menjadi pesaing langsung dari mobil Timor yang diusung oleh Tommy Soeharto, diluncurkan lebih dulu pada tanggal 8 Juli 1996. Jika Bimantara Cakra dalam naungan Bambang mengambil basis dari Hyundai Accent, Timor sebaliknya menggunakan basis dari KIA. Keduanya bersaing ketat, memperebutkan status sebagai mobnas.

Hyundai Accent dirilis oleh PT Citra Nasional dengan peluncuran bersamaan dengan Hyundai Elentra. Dari segi kualitas sedan ini mempunyai kualitas yang cukup baik, bahkan masih tetap populer hingga saat ini. 

Hyundai Accent sendiri di rilis untuk menyaingi kompetitornya seperti Toyota Soluna, Honda City EXi, Timor S515/Kia Sephia. Accent mengalami versi facelift pada tahun 1998 untuk menyaingi kompetitor nya seperti Suzuki Baleno Facelift dan Honda City Type Z.

Dari sisi luar, first impression yang dapat digambarkan adalah desain yang modern. Mengingat pada saat itu hanya Honda Civic Genio dan Mitsubishi Lancer CB (Evo 3) saja yang mengusung desain serupa. Bahkan hingga saat ini peminatnya pun masih tetap ada.

Mobil ini menggunakan lampu bulat, agak tipis dengan sedikit runcing pada ujungnya. Saat itu belum menggunakan foglamp. Sedangkan pada bagian belakang, lampu sein yang digunakan berwarna orange. 

Ketika facelift dilakukan, foglamp turut dijadikan sebagai standar, bentuk headlamp menjadi lebih bulat dan lampu sein belakang berganti warna menjadi putih. Selain itu, desain bumper dari Accent terlihat lebih agresif.

Masuk ke dalam, merupakan bagian cukup diminati. Desain dashboard yang cukup minimalis dan modern, sangat digandrungi kala itu. Tatanan panel control yang rapih dari atas sampai bawah. Kisi-kisi AC yang bulat ditambah tombol pengatur suhu kabin membuatnya terasa nyaman saat dikendarai. 

Model setir sama seperti sedan subkompak lainnya, yaitu 2 spoke. Namun lebih baik karena desainnya tidak terlalu kaku. Fitur lainnya yang hadir, mulai dari power steering, power window, central lock, electric mirror dan juga antena elektrik. 

Kelebihan Hyundai Accent

Beralih pada bagian kursinya Hyundai Accent sendiri memiliki 2 baris kursi yang dapat menampung penumpang maksimal 5 orang. Untuk material jok nya dirasa kurang bagus sehingga anda harus melapisi jok mobil ini dengan jok kulit agar terlihat lebih nyaman.

Handling Lincah

Untuk kinerja dapur pacu, mobil ini mengeluarkan tenaga yang cukup kecil. Namun, hal ini ditopang dengan bobotnya yang sangat ringan sehingga handlingnya cukup lincah, dan konsumsi BBM menjadi irit. Spesifikasi mesin yang ditawarkan hampir menyerupai sedan Mitsubishi seperti Lancer Evo 3 dan Lancer Evo 4 dengan rasio kompresi tinggi. 

Mobil ini menggunakan mesin Alpha II berkapasitas 1.5 liter (1.500cc) 4 silinder segaris dan mengandalkan camshaft tunggal (SOHC) untuk mengoperasikan tiga katup pada setiap silinder dengan sistem pasokan bahan bakar berupa Electronic Control Fuel Injection (ECFI). 

Irit Bensin

Ketika facelift dilakukan, sistem pasokan bahan bakar diganti menjadi Electronic Multipoint Injection (MPI) sehingga konsumsi BBM menjadi lebih irit. Tenaga yang dihasilkan di antara keduanya masih sama, yaitu sebesar 87 HP pada 5.500 RPM dan torsi 131 Nm pada 3500 RPM. 

Suku Cadang Melimpah

Tenaga terbatas dengan torsi badak menempatkan Hyundai Accent di posisi puncak dalam hal akselerasi karena bobot bodynya yang ringan, hanya 945 kg saja. Menjadikan mobil ini cukup mudah dirawat, sparepart melimpah. 

Untuk pasar dalam negeri, sedan subkompak ini memegang predikat sebagai sedan termurah di kelasnya dengan harga Accent 35 juta hingga 45 jutaan.

Kekurangan Hyundai Accent

Dari sisi kekurangan cukup lumayan banyak. Berawal dari image-nya sebagai mobil taksi. Bertajuk ‘mobil nasional’, mobil ini dibandrol cukup murah. Pada saat itu, mobil keluaran Korea Selatan kurang peminat atau sepi pasar. 

Jaringan Purnajual Sedikit

Ditambah lagi, saat itu dealer resmi Hyundai sangat jarang, baik di Ibu Kota apalagi daerah. Itu menjadi salah satu kelemahan utama. Ditambah lagi dengan kuwalitas sparepart yang kurang awet, menjadikan mobil ini banyak mangkrak ketimbang dijual ulang oleh perusahaan taksi.

Mesin Ngelitik

Parahnya lagi, mobil ini jika menggunakan oktan rendah akan terasa menggelitik dibagian mesin. Dengan begitu harapan menjadi mobnas kala itu menjadi musnah. Sejatinya jika ingin mengambil predikat itu, kendaraan harus bisa minum Premium, bukan Premix (red: Pertamax) zaman itu. 

Mengingat, Premix sepi peminat dan hanya kalangan tertentu saja yang menggunakan itu.
Pun jika dijual ulang, sudah pasti harga after sales-nya terjun bebas. Untuk pemakaian pribadi saja, bisa mengalami depresi harga hingga 30 persen, bagaimana jika Accent dijual bekas taksi, bisa terbayang oleh kita berapa harga yang ditawarkan.

Maka dari itu, guna menunjang dari sisi penjualan, mobil ini dipakai oleh beberapa armada taksi sebagai kendaraan operasionalnya. Selain Hyundai mendapatkan income, ini juga dipakai sebagai strategi pemasaran Accent kala itu.

Menjadi taksi, bukan berarti bebas dari keluhan. Body-nya yang kecil, berpengaruh pada kapasitas kabin. Tidak banyak masyarakat yang kurang nyaman menaiki mobil ini dikarenakan kabin yang sempit. 

Kabin Sempit

Ditambah jok baik pada sopir dan penumpang yang kurang nyaman. Selain itu, ketersediaan power window yang ada pada kemudi sopir, menjadikannya kurang diminati. Dengan body yang kecil dan ringan, menyebabkan mobil ini akan terasa amat limbung jika dipakai pada kecepatan maksimal. Idealnya sebuah sedan, akan terasa stabil jika dibawa pada kecepatan tinggi. 

Ini tidak berlaku pada Hyundai Accent, selain body yang kecil dan ringan, suspensinya pun tidak mendukung untuk berkendara stabil pada kecepatan tinggi. Kurangnya bobot ke bawah, juga menjadi salah satu faktor.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya