• Home>
  • Review>
  • Kelebihan dan kekurangan Mobil dengan Sistem Penggerak 4WD

Kelebihan dan kekurangan Mobil dengan Sistem Penggerak 4WD

  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins
EKO
5 Jan 2022, 15:42
  • Suka 0

Otoloka.id- Bagi yang sering menemui mobil SUV, pasti bakal menemui emblem 4WD di beberapa sudut bodi. 4WD merupakan sistem penggerak roda yang menggerakkan keempat roda mobil. Kemampuan tersebut, menjadi suatu kelebihan ketika mobil diajak ke medan offroad. Namun kemampuannya menjelajah medan berat, juga harus dibayar dengan keterbatasan lain yang menjadikannya kekurangan.

Sistem 4WD atau singkatan dari Four Wheel Drive memang sudah ada sejak lama, tepatnya tahun 1800-an. Sistem ini menawarkan kemudahan dalam menjelajah di berbagai medan yang sulit, seperti untuk menanjak atau melalui medan berbatu.

Untuk menjelajahi medan yang lebih sulit, kendaraan yang digerakkan oleh salah satu posisi roda entah depan atau belakang, akan membutuhkan effort yang sangat besar. Oleh karena itu, roda depan dan belakang perlu bekerja sama dalam melalui medan yang lebih berat, melalui traksi.

Secara layout, mobil penggerak empat roda ini memiliki komponen tambahan berupa transfercase yang memindahkan daya dari sistem transmisi ke drive shaft, dan menyalurkan lagi ke poros roda, yang ada di depan dan belakang.

Transfercase yang menjadi komponen penting dalam mobil 4WD, memiliki peran untuk menyelaraskan perbedaan rotasi yang terdapat di poros roda depan dengan belakang, atau menyediakan mode operasi penggerak roda.

Baca juga: Berikut Kelebihan dan Kekurangan Sistem Penggerak Roda Depan yang Patut Diperhitungkan

Tak hanya itu, di lain sistem, transfercase juga bisa mengunci atau melepas poros roda, yang menjadikan mobil 4WD mengadopsi berbagai sistem penggerak roda. Apa saja itu?

Sistem Operasi 4WD

Sistem Part Time 4WD

Pada mode ini, penggerak roda dapat diatur oleh transfercase melalui tuas transfer. Komponen yang terhubung dengan drive shaft tersebut, dapat mengatur poros roda depan untuk aktif atau non aktif. Jika non aktif, maka poros roda depan tak berputar mengikuti daya mesin alias mobil menjadi penggerak roda belakang saja.

Tak hanya itu, mode terpisah ini juga membuat kendaraan melaju dengan berbagai macam tingkat kebutuhan. Transfercase yang di dalamnya terdiri dari susunan gir akan mengubah lagi tingkatan torsi kendaraan ketika dibutuhkan tenaga yang lebih besar, atau ketika mobil membutuhkan penjelajahan jarak jauh dengan kecepatan tinggi.

Sistem Full 4WD

Sementara mode keempat roda yang bergerak semua, pada awalnya memiliki kemampuan terbatas dalam hal kecepatan. Belum lagi, bahan bakar akan lebih boros karena mesin mengeluarkan tenaga untuk menggerakkan empat roda.

Untuk mengurangi kerusakan komponen, mobil dengan mode Full 4WD akan dibekali dengan gigi diferensial, yang fungsinya untuk membuat roda berputar dengan kecepatan yang berbeda. Gigi diferensial ini dapat dikunci untuk menyama ratakan perputaran roda ketika melewati medan sulit.

Sistem AWD

Seiring berjalannya waktu, sistem penggerak empat roda makin canggih, dan itu yang ditemukan pada kendaraan AWD atau All Wheel Drive. Sistem penggerak empat roda pada AWD tersebut, diatur melalui sistem elektronik berupa sensor yang dapat membaca situasi ketika kendaraan melintasi berbagai medan, lalu membaginya sesuai kebutuhan dari masing-masing roda.

Baca juga: Simak Perbedaan FWD dan RWD Beserta Kelebihan dan Kekurangannya!

Karena dibantu dengan sistem elektronik, sistem berpenggerak AWD dapat ditemui pada mobil sedan maupun crossover yang dimensinya lebih kecil dibanding mobil yang menggunakan sistem penggerak 4WD Full maupun Part Time.

Kelebihan Mobil 4WD

Traksi Maksimum

Ketika keempat roda bergerak bersamaan, maka daya cengkram ban dengan medan yang dilalui makin kuat. Oleh karena itu, sistem penggerak roda ini dipakai untuk melalui medan yang lebih berat lagi, seperti offroad.

Ketika diadu dengan sistem penggerak lain, untuk berakselerasi sistem penggerak empat roda lebih unggul, karena roda bertugas untuk menarik dan mendorong mobil. Beda halnya dengan penggerak roda depan yang menarik mobil, atau penggerak roda belakang yang mendorong mobil.

Lebih Stabil Berakselerasi

Karena digerakkan oleh empat roda, membuat distribusi torsi ke tiap roda menjadi lebih merata. Jika merata maka mobil akan lebih stabil saat berakselerasi, dan mengurangi terjadinya torque steer pada mobil.

Apalagi mobil yang mengadopsi sistem penggerak AWD, lebih stabil lagi karena sistem elektronik yang mengatur distribusi roda mobil, dapat dengan jelas mana roda yang membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit torsi ketika berbelok atau menemui medan tidak rata.

Punya Dua Sistem Penggerak

Khusus untuk yang sudah berteknologi part time 4WD, maka ada keuntungan lebih, karena mobil bisa berjalan dengan dua sistem penggerak yang berbeda, yaitu penggerak empat roda maupun penggerak roda belakang yang dapat diatur sesuai kebutuhan.

Baca juga : 6 Mobil yang Pakai Sunroof di bawah Rp 500 juta, Apa Saja?

Pun dengan sistem penggerak All Wheel Drive juga menawarkan hal yang sama, bedanya hanya pada porsi tenaga yang disalurkan berbeda-beda sesuai kebutuhan roda saat melalui berbagai medan, yang diatur melalui sistem elektronik.

Kekurangan Mobil 4WD

Boros Bahan Bakar

Karena menggerakkan empat roda, otomatis mesin bekerja ekstra untuk menghasilkan tenaga. Oleh karena itu, bukan mitos kalau mobil dengan sistem pengerak empat roda lebih boros dalam konsumsi bahan bakar.

Tak heran juga, kalau mobil-mobil yang menggunakan sistem penggerak roda ini, menggunakan mesin yang kubikasinya lebih besar. Kubikasi mesin besar, berarti konsumsi bahan bakarnya makin lebih banyak.

Bobot di Atas Rata-Rata

Selain untuk menggerakkan empat roda, mesin mobil juga harus bekerja lebih keras dalam menopang bobot mobil itu sendiri. Untuk menggerakkan keempat roda, diperlukan komponen penghubung yang disebut drive shaft, dan di dalamnya juga terdapat banyak gir-gir yang bergerak.

Penggunaan komponen tambahan tersebut, yang menjadikan mobil berpenggerak empat roda lebih berat ketimbang mobil pengerak roda lainnya. Selain menambah bobot, mimpi buruk lain adalah banyaknya komponen juga membuat biaya pemeliharaan yang juga membengkak.

Lebih Mahal

Banyaknya komponen yang dipakai, banyaknya bahan bakar yang dikonsumsi membuata mobil berpenggerak empat roda bikin kantong jebol. Namun ada satu lagi, harga jual mobil dengan sistem penggerak tersebut juga di atas rata-rata.

Di Indonesia sendiri, mobil dengan kategori 4WD termasuk dalam kendaraan mewah, tak heran kalau harga yang dibanderol menjadi lebih mahal. Tak tanggung-tanggung pajak yang dikenakan berkisar 20-125 persen dari harga jualnya.

Kesimpulan

Dalam memiliki kendaraan, pastinya pelanggan lebih mengidamkan mobil yang mampu menjelajah ke seluruh medan. Apalagi Indonesia yang masih banyak ditemui medan-medan sulit, dimana tak semua mobil mampu melaluinya.

Untuk menjelajah di medan yang ringan, mobil 4WD juga mumpuni, pasalnya terdapat mode penggerak dua roda yang dapat dipakai untuk melaju dengan lebih kencang, dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.

Pabrikan otomotif sudah menyediakan kendaraan yang mampu melibas berbagai medan. Namun, hal itu harus ditebus dengan biaya-biaya yang lebih mahal, mulai dari biaya perawatan, bahan bakar, sampai harga kendaraan itu sendiri.

Tak salah juga kalau mobil berpenggerak empat roda, disebut sebagai mobil bagi penghobi yang memiliki duit lebih banyak. 

Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

    Rekomendasi

    Komentar

    Kirimkan

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      OTOLOKA Toolkit

      Memberikan Anda layanan kalkukasi kredit, perawatan, konsumsi bahan bakar dan asuransi kendaraan