• Home>
  • Review>
  • Kelebihan dan Kekurangan Suzuki X Over, Desin Terbaik Tapi Tenaga?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Kelebihan dan Kekurangan Suzuki X Over, Desin Terbaik Tapi Tenaga?

Dilihat 2714
Arief Yuno
18 Nov 2020, 12:57
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 3

Otoloka.idSuzuki X Over bisa dikatakan lebih dikenal dengan nama-nama yang berbeda, baik untuk tipe awal maupun yang baru. Mungkin karena demikian pulalah Suzuki di Indonesia memberinya nama, yakni Suzuki SX4 dan Suzuk X-Cross.

Sebagai satu famili, mobil ini disukai sebagai pilihan mobil crossover antara kendaraan kompak tapi bukan tipe low dengan sejumlah aspek SUV. Jarak bodi ke tanah cukup tinggi dibandingkan mobil harian alias mobil kota, dan memiliki tampilan serba mengotak dan sporty, jika bicara Suzuki SX4.

Kelebihan Suzuki X Over

Memang, SX4 disebut-sebut melanjutkan tradisi Suzuki di ranah SUV mini dan SUV kompak, seperti Jimny, Vitara, dan Escudo dan kali pertama diperkenalkan di Jepang pada tanggal 1 Desember 2005, dan secara internasional di ajang Geneva Motor Show 2006.

Desain Menarik

Sosoknya yang mengotak ala mobil Eropa tidak lain karena dia memang dirancang oleh studio Italdesign milik Giorgetto Giugiaro. SX4 sendiri merupakan singkatan dari S port X over 4 all season).

Suzuki SX4 secara global tersedia dengan penggerak depan dan empat roda (AWD). Panjangnya 4.115–4.150 mm, lebar 1.730–1.775 mm, tinggi 1.575–1.605 mm, dengan bobot sekitar 1.200 kg alias sekitar 1,2 ton.

Mesin 1,5 liter yang identik dengan mesin yang digunakan di Swift dengan output maksimum 102 PS (75 kW; 101 hp). 

SX4 Crossover dijual di Indonesia sejak 2006-2007. Mulanya dia didatangkan langsung dari Jepang sementara, versi rakitan lokal diperkenalkan setahun kemudian karena permintaan pasar yang tinggi.

Kualitas Ekspor

Spesial untuk versi rakitan lokal, ia dilengkapi beberapa fitur baru, seperti rem cakram empat roda dan aspek hiburan yang didukung tampilan multi-informasi. Menariknya lagi, SX-4 produksi Indonesia yang dirakit di Bekasi juga diekspor ke Thailand.

Suzuki Indonesia juga sempat meluncurkan Suzuki SX-4 X-Road yang memakai roda berbeda, body kit, dan tanpa spoiler belakang.

Lalu beberapa tahun kemudian, SX-4 pasar Indonesia mendapat pembaruan, antara lain spidometer, dasbor, desain grill, lampu depan proyektor HID. Ada pula SX-4 RC1 yang diberi tambahan spoiler belakang, knalpot ganda, velg 17 inci, dan lampu depan LED.

Pada September 2012, Suzuki mulai memperlihatkan S-Cross Concept di Paris Motor Show. Hasilnya kemudian adalah S-Cross yang lebih besar dibandingkan SX4. Panjangnya 4.300 mm, lebar 1.765 mm, dan tinggi 1.575–1.580 mm. Jarak sumbu roda juga lebih besar 2.600 mm atau 100 mm dibanding model sebelumnya.

Fitur Menarik

Secara perdana, pembeli di Indonesia mendapatkan SX4 S-Cross saat diluncurkan dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016. Model ini didatangkan CBU dari India.

Selain desain dan ukuran, lampu depannya misalnya sudah LED hemat energi dan LDR atau lampu berjalan siang hari dan memakai transmisi otomatis enam percepatan sebagai standar.

Suzuki SX4 ataupun S-Cross cukup mumpuni secara keamanan sebab sebagai mobil crossover untuk pasar menengah, dia sudah dilengkapi airbag. Sementara itu, Suzuki S-Cross sendiri meraih peringkat keamanan Euro NCAP bintang lima atau tertinggi.

Kekurangan Suzuki X Over

Kekurangannya? Memang serba salah ketika mobil kota digabungkan dengan fungsi ala SUV. Sebab itu artinya, ada aspek SUV yang tidak terelakkan ketika disematkan pada mobil ini. 

Shock Tidak Keras

Misalnya saja, shock yang digunakan di Suzuki SX4 cukup kaku walau bagi sejumlah pengguna disebut tidak terlalu keras.

Shock itu tentu saja untuk menjaga handling SX4 X-Over supaya stabil saat kecepatan tinggi sekaligus juga mengurangi aspek limbung saat di tikungan.

Setir Terlalu Berat

Kekurangan SX4 lain yang banyak disebutkan adalah setir yang berat. Lalu jok belakang disebut terlalu tegak sehingga mengurangi rasa nyaman buat penumpang belakang.

Problem lainnya adalah mesin. SX4 seperti sudah disebutkan dilengkapi mesin yang sama dengan Suzuki Swift, yakni tipe M15A berdaya lebih kurang 100 PS, padahal berat bodi 1,2 ton.

Lambat Pada Putaran Bawah

Efeknya adalah akselerasi yang terasa lambat saat di putaran bawah. Namun dia cukup kencang di putaran menengah ke atas.

Lantas bagaimana dengan S-Cross? Lampu depan sudah projector HID, tetapi di tipe awal memakai manual levelling. Sebagai pembanding, SX4 justru memakai auto-levelling. S-Cross sendiri kembali menggunakan auto-levelling di tipe facelift.

Kesimpulan

Soal mesin, suguhannya tetap sama yakni M15A DOHC VVT kapasitas 1.500 cc. Namun, tenaganya sudah naik jadi 110 hp dan torsi 138 Nm. Perbaikan juga dirasakan di efek bobot setir juga sudah direvisi di S-Cross.

Soal harga, Suzuki SX4 tahun 2010 ke bawah sudah ditawarkan di bawah Rp 100 juta. Sementara S-Cross sebagai generasi baru di kisaran 200 juta-an.

  • Suka 3
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya