OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Review>
  • Konsumsi Bahan Bakar Toyota Innova Irit Ciri Khas Mobil Keluarga Indonesia
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Konsumsi Bahan Bakar Toyota Innova Irit Ciri Khas Mobil Keluarga Indonesia

Dilihat 6577
Arief Yuno
27 Des 2020, 12:56
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Toyota Kijang Innova OtolokaOtoloka.id - Toyota Kijang Innova merupakan multi-purpose vehicle (MPV) yang populer di Indonesia. Jika menaut pada nama Kijang, maka usianya sudah hitungan dekade hingga akhirnya Innova lahir sebagai pembaruan, terutama dalam hal kelas.

Jika bicara peningkatan kelas, maka sejumlah hal kemudian menonjol. Sisi kenyamanan tentu meningkat, sementara di sisi lain hal tersebut kerap berbanding terbalik dengan konsumsi bahan bakar.

Demikian pulalah citra yang melekat pada Innova. Karena itu pula, muncul banyak pertanyaan apakah Innova benar-benar boros? Apakah generasi terbarunya bercitra sama saja?

Jika bicara usia, mobil dengan kapasitas 7-penumpang ini sudah di Indonesia sejak tahun 2004. Dengan demikian khusus Innova saja, ia setidaknya sudah eksis selama 16 tahun.

interior Toyota Kijang Innova Otoloka

Usianya panjang seiring dengan rencana besar Toyota untuk menjadikannya sebagai produk kendaraan global satu platform.

Artinya, ia adalah salah satu produk mobil keluaran Toyota yang dikembangkan bersama dengan produk-produk lain. Dalam hal ini, Innova satu platform dengan HiLux dan Fortuner.

Mengingat statusnya sebagai produk global, maka Innova juga dijual di negara-negara lain. Negara-negara tersebut di antaranya adalah Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, India, Taiwan, Filipina, Singapura, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

Pendek kata, Innova jadi andalan di banyak negara dengan berbagai spesifikasi yang diusungnya, termasuk perubahan mesin dari generasi ke generasi.

Berdasarkan jumlah generasinya, Innova baru dibuat dalam dua tahap sekalipun usianya cukup panjang. Generasi pertama Innova berada di rentang tahun produksi 2004-2014. Sementara generasi kedua adalah tahun berikutnya, yakni 2015 hingga kini.

Mesin Toyota Innova

eksterior Toyota Kijang Innova Otoloka

Mesin yang digunakan Toyota Innova sudah dibekali dengan teknologi valve timing.

Baik Innova generasi pertama maupun kedua sama-sama memiliki pilihan mesin bensin dan mesin diesel.

Toyota Kijang Innova generasi pertama memiliki tipe mesin bensin dengan dua pilihan. Yang pertama keluar di tahun awal produksi, yakni 2.0 L 1TR-FE VVT-i             dengan lama produksi 2004–2016.

Sesuai namanya, mesin 2.0 L 1TR-FE VVT-i memanfaatkan kubikasi 1.998 cc yang berdaya 136 PS dengan torsi maksimal 190 Nm.

Di luar mesin tersebut, Toyota Indonesia juga meluncurkan Innova yang kini disebut langka, yakni tipe mesin besar 2.7 L 2TR-FE VVT-i yang diproduksi mulai 2005–2016.

Kubikasi besar 2.693 cc mengeluarkan daya 160 PS dengan torsi maksimal hingga 246 Nm atau setara 181 lb ft.

Adapun untuk tipe diesel berkode 2.5 L 2KD-FTV dan diproduksi di rentang tahun 2004–2016. Sesuai namanya, dia berkapasitas mesin 2.494 cc sudah dilengkapi turbocharger dan berdaya 102 PS saja tetapi dengan muntahan torsi maksimal 260 Nm.

Konsumsi Bahan Bakar Toyota Innova 

bbm Toyota Kijang Innova Otoloka

Tidak sedikit yang memberi penilaian bahwa Toyota Innova generasi pertama ini boros, khususnya yang menggunakan mesin berbahan bakar bensin.

Dalam kondisi standar alias spesifikasi masih sesuai bawaan pabrikan, konsumsi bahan bakar Toyota Kijang Innova untuk generasi pertama dengan mesin bensin berkisar 5-6 kilometer per liter.

Ada pula yang menyebutkan bahwa konsumsi konsumsi bahan bakar rata-rata untuk 1 liter adalah 6-7 kilometer. Angka-angka ini tentu akan makin terasa jika pengguna melakukan perjalanan panjang. Terlebih lagi jika angka tersebut dibanding-bandingkan dengan MPV 7-penumpang lainnya yang rata-rata bisa mendekati konsumsi 1 liter untuk 10 kilometer.

Konsekuensi memang tidak bisa luput manakala Innova lebih mengutamakan kenyamanan. Dengan bodi yang berat dan stabil, Toyota Innova punya bobot hampir 2 ton atau tepatnya antara 1.700 kg hingga 1.930 kg.

Belum lagi daya tampungnya yang total 7 bahkan mungkin dimuati hingga 8 orang. Bobot berperan pada RPM yang tinggi, terlebih lagi Innova adalah salah satu contoh awal teknologi drive by wire.

Dengan teknologi ini, pedal gas dan throttle body tidak lagi langsung terhubung dengan tali selayaknya mobil di eranya. Agar tidak terjadi tarikan tiba-tiba, teknologi ini mengandalkan sensor yang membaca akselerasi untuk kemudian diteruskan ke mesin. Proses ini pula yang membuatnya terkesan terlambat.

Alhasil, pengemudi kadang merasa bahwa pijakan kaki di pedal kurang dalam untuk bisa misalnya akselerasi tiba-tiba untuk menyalip mobil lain. Efeknya tentu saja pada RPM tinggi yang berakhir pada buang-buang bensin.

Mesin Diesel Toyota Innova

belakang Toyota Kijang Innova Otoloka

Untuk jenis mesin diesel, Toyota menggunakan mesin D4D atau Direct Four Stroke Turbo Commonrail Injection. Untuk mesin satu ini, citra konsumsi bahan bakarnya lebih baik.

Lantas bagaimana dengan New Innova atau Innova Reborn yang merupakan penamaan untuk Innova generasi kedua?

Perubahan memang berlaku pada mesin-mesin di generasi kedua ini. Opsinya mungkin lebih terbatas. Innova tipe mesin bensin hanya satu pilihan, begitu juga untuk Innova diesel.

Tipe bensinnya masih mengandalkan mesin 2.0 L 1TR-FE. Namun, dia sudah disemati teknologi Dual VVT-i. Hasilnya menunjukkan peningkatan setidaknya kenaikan dalam hal daya mesin dari sebelumnya 134 hp menjadi 137 hp. Sementara itu, torsi maksimalnya masih sama, yakni di 190 Nm.

Yang signifikan adalah mesin diesel-nya. Sekalipun hanya satu pilihan yakni 2.4 L 2GD-FTV, kode 2GD-FTV adalah generasi pembaharu karena Innova diesel sebelumnya berkode 2KD-FTV.

2GD-FTV adalah mesin diesel common rail 2.393 cc (2,4 L) susun segaris dengan variable nozzle turbocharger (VNT) dan intercooler. Ia memiliki 16 katup dan DOHC (camshaft overhead ganda) dengan rasio kompresi 15,6: 1.

Kesimpulan

kursi Toyota Kijang Innova Otoloka

Dengan perubahan ini, citra boros Toyota bahkan lemot akhirnya menyingkir. Mobil keluarga yang antara lain diproduksi utuh di Indonesia ini bisa menyentuh komposisi bahan bakar di atas 1 liter untuk 10 kilometer.

Bahkan pemakaian bahan bakar cenderung lebih hemat lagi untuk pengggunaan di jalan tol yang bebas hambatan. Terlebih lagi untuk Innova Diesel yang torsinya melimpah sehingga pengemudi lebih yakin lagi saat akselerasi. Catatan terkini, konsumsi bahan bakar untuk Innova Reborn Diesel di atas 17 km untuk satu liter.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya