• Home>
  • Review>
  • Mengenal Lebih Dekat dengan Mesin DOHC, Apa Istimewanya?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mengenal Lebih Dekat dengan Mesin DOHC, Apa Istimewanya?

Dilihat 9812
EKO
6 Nov 2021, 14:48
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 5

mesin dohc

Otoloka.id- Kalau kita melihat spesifikasi suatu kendaraan, pasti di bagian mesin suka ada kata-kata OHV, SOHC, atau DOHC. Nah, ketiga bagian dari komponen mesin tersebut memang punya tugas untuk menggerakkan katup.

Namun, beberapa pabrikan otomotif saat ini memang lebih banyak mengadopsi mesin dengan DOHC sebagai jantung pacu dari beberapa lini produknya. Mesin DOHC memang memiliki karakteristiknya sendiri yang tak dimiliki oleh mesin dengan penggerak katup lain.

Komponen Mesin DOHC

Sebelum membahas lebih jauh soal mesin DOHC, ada baiknya kita mengenal dulu beberapa komponen pendukung dari mesin DOHC.

1. Valve

Valve atau biasa kita sebut sebagai klep merupakan komponen yang jumlahnya ada dua, tiga, atau empat buah. Posisinya berada di atas kepala silinder. Klep mempunyai tugasnya masing-masing dalam proses pembakaran.

Pertama adalah untuk mengalirkan campuran uap bensin dan udara ke dalam ruang bakar untuk dilakukan pembakaran, dan menghasilkan tenaga. Setelah terjadi pembakaran, tugas klep yang kedua adalah untuk mengalirkan sisa pembakaran mesin, yang diteruskan ke jalur pembuangan.

2. Camshaft

Komponen ini selain bernama camshaft, disebut juga sebagai noken as atau kem. Tugasnya dalam mesin adalah sebagai pengatur kinerja buka dan tutup klep.

Posisi camshaft berbeda-beda pada tiap teknologi mesin. Ada yang berada di blok silinder, ada juga yang di atas kepala silinder. Selain itu, ada juga yang jumlahnya lebih dari satu, yang biasa kita sebut DOHC.

Untuk menggerakan klep, camshaft bisa dibantu oleh komponen lain yang terdapat pada mesin OHV dan SOHC. Tetapi bisa juga dilakukan secara mandiri, seperti yang terdapat pada mesin DOHC.

3. Crankshaft

Crankshaft juga dikenal sebagai kruk as. Bagian ini berbentuk seperti bandul, yang di tengahnya terdapat connecting rod atau setang seher dan piston atau seher. Selain untuk menggerakan piston, kruk as juga berfungsi untuk menggerakkan camshaft.

Gerakan yang keluar dari kruk as menuju noken as, disalurkan pada beberapa komponen lain. Ada yang menggunakan timing belt, timing chain, dan ada juga yang menggunakan push rod. Dari situ, terjadilah sirkulasi pekerjaan untuk menghasilkan pembakaran, yang menjadikan tenaga dari kendaraan.

Baca juga: Mengenal Teknologi VVT-i yang Bikin Mobil Irit BBM

 

Apa itu Mesin DOHC?

Setelah mengenali ketiga komponen mesin yang bertugas untuk menggerakkan katup, lalu kita lanjut mengenal mesin DOHC.

Mesin DOHC merupakan singkatan dari Dual Over Head Camshaft, yang kalau diartikan sebagai mesin dengan penggunaan dua kruk as yang posisinya berada di kepala silinder.

Secara garis besar, mesin DOHC memang mirip dengan SOHC. Cuma, memang terdapat perbedaan komponen yang dikandungnya, seperti yang tertera pada sebutannya kalau mesin DOHC punya noken as yang berjumlah dua buah.

Dua buah komponen ini punya perannya masing-masing yang tak dilakukan oleh mesin SOHC. Tiap batang noken as akan menggerakkan masing-masing tugas klep, satu batang untuk gerakkan klep hisap, dan satunya untuk menggerakkan klep buang.

Karena punya satu hirarki yang fokus, membuat mesin DOHC mampu menggerakkan katup yang jumlahnya lebih dari satu, biasanya sih dua katup sekaligus.

Di dalam mesin DOHC terdapat empat katup, dua digerakkan untuk mengalirkan campuran udara dan uap bahan bakar, sisanya untuk membuang sisa pembakaran.

Untuk menggerakkan katup, mesin DOHC tak memerlukan rocker arm atau pelatuk yang biasanya terdapat pada mesin SOHC dan OHV. Hal tersebut menjadikan tenaga yang disalurkan dari kruk as menjadi lebih instan.

Keunggulan Mesin DOHC

Karena sering banget diadopsi pada kendaraan masa kini, memang mesin DOHC menawarkan beberapa kelebihan dibanding dengan teknologi mesin lainnya. Kenggulan mesin DOHC itu antara lain:

1. Lebih Responsif

Karena menggerakkan dua katup dalam satu pekerjaan, membuat proses pembakaran juga lebih cepat. Uap bensin dan udara yang dihisap oleh dua katup punya volume lebih banyak dan lebih instan. Setelah proses pembakaran pun, sisanya akan lebih cepat terbuang karena melewati dua katup.

Oleh karena itu, proses kerja yang cepat otomatis membuat kerja mesin juga lebih cepat yang berakibat pada mesin yang lebih responsif.

2. Proses Lebih Efisien

Sistem rantai kerja pada mesin DOHC lebih pendek karena tidak menggunakan rocker arm. Noken as yang menggerakkan katup juga lebih fokus karena tidak berbagi peran untuk melakukan pekerjaan hisap dan buang. Hal tersebut membuat kinerja tiap komponen lebih efisien dan lebih akurat.

3. Stabil di Kitiran Tinggi

Proses kerja yang efisien juga menjadikan mesin DOHC lebih kuat untuk disiksa, oleh karena itu mesin-mesin DOHC biasanya dapat dipacu pada kitiran gas yang lebih tinggi dibanding mesin teknologi lain.

Selain kuat di putaran mesin tinggi, membuat mesin ini juga punya transfer tenaga yang juga stabil.

Kekurangan Mesin DOHC

Meski menawarkan beberapa keunggulan, nyatanya mesin DOHC juga punya beberapa kekurangan yang menurut kami subjektif. Kekurangan mesin DOHC tersebut antara lain;

1. Lebih Boros

Karena punya dua katup untuk menghisap, membuat campuran udara dan uap bensin masuk ke ruang bakar lebih banyak. Hal ini yang menjadikan mesin DOHC lebih boros dibanding mesin lain.

Namun hal tersebut sebenarnya relatif. Jika beberapa orang memang membutuhkan tenaga mesin yang responsif, sudah pasti siap dengan konsekuensi boros. Lebih borosnya mesin DOHC juga karena proses yang lebih cepat dibanding mesin teknologi lain.

2. Makan Tempat dan Berat

Mesin DOHC menggunakan dua buah noken as di atas kepala silindernya, tentunya hal ini menjadikan volumen dari mesin akan membengkak. Penambahan beberapa komponen juga membuat bobot dari mesin lebih berat.

Tetapi mesin dengan volume yang besar menjadi kebanggaan bagi beberapa pemilik kendaraan. Karena menegaskan kalau mesin besar lebih bertenaga. 

3. Mahal

Karena menjual nama responsif, membuat kendaraan dengan mesin DOHC dipatok lebih mahal. Pun dengan beberapa komponen di dalamnya, meski ada komponen yang dihilangkan, namun tetap saja untuk biaya perawatan mesin DOHC juga lebih mahal dibanding yang lain.

Sedihnya, beberapa mekanik mungkin merasa kesulitan untuk mengatur mesin ini setelah dilakukan perawatan. Karena memang mesin ini termasuk cukup rumit dalam pengaplikasiannya di mesin kendaraan.

Kesimpulan

Setiap teknologi penggerak katup pada mesin pasti menawarkan beberapa kelebihan dan kekurangan, kuncinya hanya terletak pada kebutuhan tiap-tiap orang.

Pada mesin Over Head Valve (OHV) misalnya, yang menawarkan sebuah simplisitas dalam kinerja. Namun, mesin tersebut tidak mampu untuk dibawa dengan kitiran tinggi. Push rod yang menggerakkan noken as akan melemah karena hanya bekerja naik dan turun.

Sementara mesin Single Over Head Camshaft (SOHC) memberikan penawaran berupa volume mesin yang lebih ringkas, namun dalam beberapa komponenya bekerja secara multi tasking yang berakibat pada sistem kerja yang kurang efisien. 

Mesin DOHC juga punya keunggulannya sendiri, yang lebih responsif dan juga lebih bertenaga. Tapi tentunya hal ini juga berimbas pada konsumsi bahan bakar yang akan lebih boros. Pilihannya kembali ke selera pemilik masing-masing.  

Baca Juga: Apa itu Teknologi VVTI

  • Suka 5
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya