• Home>
  • Review>
  • Mengenal Teknologi VVT-i yang Bikin Mobil Irit BBM
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mengenal Teknologi VVT-i yang Bikin Mobil Irit BBM

Dilihat 6493
Amanda
5 Nov 2021, 16:33
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 4

Otoloka.id - Para pecinta mobil pasti sudah mengenal teknologi VVT-i. Teknologi yang satu ini memang seringkali kita temui pada model mobil Toyota.

teknologi vvt-i

Selain Toyota, teknologi VVT-i juga digunakan oleh mobil-mobil Daihatsu. Teknologi yang satu ini diklaim bisa menawarkan efisiensi bahan bakar dan performa mesin yang lebih baik.

Kali ini, kita akan mengenal lebih dalam tentang teknologi VVT-i. Tanpa berlama-lama lagi, langsung saja kita simak informasinya berikut ini.

Apa Itu Teknologi VVT-i?

Mari kita mengenal teknologi VVT-i. Bagi yang masih awam, VVT-i merupakan singkatan dari Variable Valve Timing Intelligent.

Secara sederhana, dapat dipahami bahwa teknologi ini merupakan mekanisme pengubahan timing pembukaan waktu mesin, dimana terbukanya katup mesin ini ditentukan saat piston berada langkah hisap dan buang. Tetapi, katup intake ini tidak terbuka di saat yang sama dengan piston pada saat langkah hisap.

Katup intake pada mesin akan terbuka pada akhir langkah buang atau saat piston masih bergerak ke atas, di mana pada saat itu katup buang pun masih sedikit terbuka. Proses inilah yang disebut dengan valve overlap.

Valve overlap ini bertujuan agar tidak adanya kevakuman saat piston bergerak ke bawah, karena seperti yang kita tahu pergerakan piston ini sangat cepat. Jika pembukaan katup intake bersamaan dengan saat piston bergerak ke bawah, maka putaran mesin pun akan terhambat.

Semakin mesin digas, maka putaran mesin pun akan semakin naik, sehingga gerakan piston pun akan menjadi semakin cepat. Hal ini akan mengakibatkan adanya sedikit hambatan saat piston bergerak ke bawah di langkah hisap karena katup intake belum terbuka secara penuh.

Baca juga: Apa Iya Biaya Perawatan Mobil Transmisi Otomatis Lebih Mahal?

Nah, disinilah teknologi VVT-i masuk. Teknologi ini berfungsi untuk membuat katup terbuka lebih cepat ketika mesin berada di putaran tinggi.

Dengan demikian, aliran udara ke dalam silinder akan menjadi lebih lancar karena katup terbuka lebih lebar saat piston bergerak ke bawah pada langkah hisap. Hasilnya, tidak akan ada hambatan yang dapat menurunkan performa mesin pada mobil.

Cara Kerja Teknologi VVT-i

Sekarang mari kita mengenal cara kerja teknologi VVT-i. Teknologi yang satu ini menggunakan konsep pengubahan sudut camshaft untuk mempercepat pembukaan katup.

Camshaft atau yang dikenal juga sebagai poros nok pada teknologi VVT-i ini berbeda dengan camshaft biasa. Pada VVT-i, camshaft mempunyai desain cam dan sprocket gear yang terpisah.

Bagi yang belum tahu, sprocket gear ini merupakan roda gigi yang berada di ujung camshaft. Komponen ini berfungsi untuk menerima putaran dari timing chain.

Di dalam sprocket gear, terdapat sebuah mekanisme yang membuat camshaft bisa diputar ke kanan dan ke kiri dengan sudut lima derajat tanpa harus menyebabkan roda gigi ini mengalami perputaran.

Saat mesin ada pada putaran yang rendah, posisi camshaft akan berada pada sudut normal. Tetapi semakin tinggi putaran mesin, maka posisi camshaft pun akan semakin maju, dan hal ini mengakibatkan timing pembukaan katup yang semakin cepat.

Teknologi VVT-i sendiri menggunakan tekanan oli, sehingga semakin tinggi putaran mesin, maka tekanan olinya pun akan semakin tinggi. Tekanan oli yang tinggi ini akan mendorong camshaft semakin kuat agar posisinya lebih maju.

Selain itu, tekanan oli pun bisa menyebabkan poros camshaft bergerak mundur, ataupun tertahan. Komponen camshaft timing oil control valve mendapatkan perintah dari ECU (electronic unit control) untuk mengatur tekanan oli, apakah tekanan tersebut akan dialirkan ke sisi maju atau mundur.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Mesin Diesel, Kenali Biar Paham

Bukan hanya ECU, ada pula sensor-sensor yang dipasangkan pada kendaraan untuk mengawasi kinerja mesin. ECU akan secara akurat dan terus menerus mengawasi kinerja dari oil control valve terkait kondisi mesin berdasarkan sinyal yang dikirimkan oleh sensor tersebut.

Tidak heran jika banyak pabrikan mobil kenaman menggunakan teknologi VVT-i. Pasalnya, keberadaan teknologi yang satu ini memang diklaim memberikan banyak keunggulan.

Misalnya saja, pada saat mesin berputar (idling overlap), katup akan dihilangkan. Hal ini bisa menghasilkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Kemudian, pada saat beban yang dimiliki terbilang sedang, overlap katup akan diperbesar guna mengurangi efek dari pumping loss. Alhasil, emisi gas buang pun menjadi lebih bersih.

Selain itu, pada saat kecepatan tinggi dan beban berat, penutupan katup hisap dibuat lebih mundur guna meningkatkan efisiensi volumetrik campuran udara dan bahan bakar pada mesin. Proses ini akan meningkatkan keluaran torsi pada mesin.

Tidak hanya itu, pada saat mesin dimatikan, posisi valve timing katup akan dikondisikan menjadi paling mundur. Hal ini akan membuat mesin lebih mudah untuk dihidupkan.

Perbedaan VVT-i dengan Dual VVT-i

Jika kita mengenal teknologi VVT-i, pasti kita pernah mendengar juga tentang dual VVT-i. Lalu, apa perbedaan di antara kedua teknologi ini?

Jika kita bicara soal konsepnya, sebenarnya konsep teknologi VVT-i dan dual VVT-i ini sama saja. Perbedaanya terletak pada penggunaanya, dimana teknologi VVT-i biasanya digunakan pada mesin dengan camshaft tunggal (SOHC).

Baca juga: 10 Mobil Keluarga Termurah di Indonesia, Mau Beli yang Mana?

Saat digunakan pada mesin DOHC, hanya intake camshaft saja yang memiliki mekanisme dari teknologi VVT-i ini, sementara exhaust camshaft masih konvensional. 

Untuk teknologi dual VVT-i yang digunakan pada mesin DOHC, baik pada bagian intake camshaft maupun exhaust camshaft keduanya memiliki mekanisme VVT-i tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa di dalam satu mesin ada dua buah aktuator VVT-i yang bekerja masing-masing. Karena itulah teknologi ini disebut dual VVT-i.

Waktu bukaan katup atau valve timing pada dual VVT-i bisa disesuaikan dengan kebutuhan mesin, sehingga derajat bukaan katup pun bisa menjadi lebih variatif dan lebar dibandingkan dengan teknologi VVT-i. 

Hasilnya, kinerja mesin pun menjadi lebih baik, dan torsi yang lebih tinggi bisa dihasilkan pada putaran mesin yang lebih rendah.

  • Suka 4
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya