• Home>
  • Review>
  • Mengendalikan Moto Guzzi V85TT di Jalanan Ibu Kota, Enduro Klasik Seharga Rp 645 Juta
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mengendalikan Moto Guzzi V85TT di Jalanan Ibu Kota, Enduro Klasik Seharga Rp 645 Juta

Dilihat 4152
Ismet
1 Apr 2021, 17:38
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - PT Piaggio Indonesia (PID) menawarkan deretan motor-motor premium untuk dipasarkan di Indonesia. Salah satunya ada merek Moto Guzzi yang secara nama pun sangat Italia. Model Moto Guzzi yang cukup menarik perhatian yakni V85TT.

Tim Otoloka yang menyambangi Motoplex, Antasari, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu sempat diberikan kesempatan untuk menjajal Moto Guzzi V85TT. Sebagai informasi, di dealer premium tersebut Motoplex Antasari menghadirkan empat produk unggulan dari Piaggio, Vespa, Aprilia dan Moto Guzzi.

Wujud Gagah Moto Guzzi V85TT

Secara tampilan Moto Guzzi V85TT hadir dengan konsep motor enduro klasik. Tampangnya ini refleksi dari nuansa Moto Guzzi di era tahun 80-an yang sempat ikut kejuaraan Reli Dakar. Kala itu Moto Guzzi hadir dengan V65 Baja dan V75 Baja.

Baca juga : Moto Guzzi Capai Momen Bersejarah 100 Tahun

Mulai dari lampu depan mempunyai desain unik dengan dua lampu bulat. Lampu belakang juga terbilang unik terpasang menyatu dengan rangka yang menyatu dengan rak belakang.
Tangki besarnya juga cukup menjadi perhatian. Dari bawah tangkinya muncul silinder mesin boxer yang menyembul. Dua leher knalpotnya meliuk ke bawah mesin dan menyatu di silincernya yang besar dari sebelah kiri.

Posisi Berkendara

Posisi berkendara yang nyaman ini didukung oleh dimensi panjang 2.240 mm, lebar 950 mm, dan tinggi 1.300 sampai 1.325 mm (tergantung ketebalan jok yang dipakai). Sementara sumbu rodanya 1.530 mm, tinggi jok 830 mm, dan bobot 229 kg (isi tangki penuh).

Rider Otoloka dengan tinggi 173 cm masih terpaksa harus jinjit kaki alias menapak kurang sempurna. Kendala di awal itu memang pasti akan dialami saat duduku diatas Moto Guzzi V85TT. Pastinya perlu adaptasi hingga akhirnya saat melaju akan mulai terbiasa.

Dengan dimensi yang bongsor, duduk di motor ini ternyata justru memberikan kenikmatan tersendiri karena jok yang sangat nyaman serta posisi kaki dan tangan dirasa rileks. Tangan menggenggam setang lebar dan kedua kaki mengempit tangki tanpa khawatir lutut mentok silinder mesin karena masih mempunyai jarak yang aman.

Performa Mesin dan Handling

Dengan dibekali mesin V-Twin Transversal 90 derajat berkubikasi 853 cc. Mesinnya ini mampu memuntahkan tenaga 80 HP di 7.750 rpm dan torsi 80 Nm di 5.000 rpm. Untuk menunjang akselarasi, sistem transmisi 6-percepatan pun melengkapinya.

Pihak pabrikan mengklaim motor bermesin boxer ini mampu konsumsi bahan bakar 4,9 l/100km. Dengan bekal tersebut motor daya jelajah yang jauh karena sudah menggendong tangki 23 liter.
Meski sesi pengetesan berlangsung di jalanan ibukota, setidaknya dapat tergambarkan dengan jelas performa motor petualang ini.

Baca juga : Moto Guzzi Rayakan 100 Tahun dengan Luncurkan Livery Spesial

Dengan didukung teknologi “ride by wire” dengan katup titanium, Moto Guzzi V85TT mempunyai tenaga yang linear.Torsi besarnya sangat mudah dirasakan namun tak liar. Untuk merasakan torsinya, putaran mesin tak perlu terlalu tinggi atau bukaan gas tidak harus tinggi mengentak. Sensasinya tak liar, namun tenaganya selalu terisi. Apalagi penyaluran tenaga dari mesinnya ini menggunakan gardan, bukan rantai seperti motor pada umumnya.

Terdapat tiga mode berkendara yang bisa dipilih, meliputi Road, Rain, dan Off-Road. Fitur ini guna penyesuaian porsi bukaan gas yang berkaitan dengan traksi kontrol, maupun settingan ABS. Untuk mengubahnya juga mudah tinggal memencet tombol starter 2 kali namun dalam kondisi mesin hidup.

Kaki-Kaki Mumpuni

Dengan bobotnya yang mencapai 200 kg lebih, berkendara dengan Moto Guzzi V85TT di tengah kemacetan Jakarta perlu sedikit adaptasi. Tak perlu terlalu agresif, namun saat butuh tenaga lebih besar rasanya tak perlu effort yang tinggi juga. Apalagi performa mesinnya juga didukung kaki-kaki andal. Seandainya saja sesi pengetesan dilengkapi dengan trek yang lebih beragam, tentunya lebih seru.

Moto Guzzi V85TT dibekali suspense teleskopik yang dikombinasikan dengan 110/80 ring 19 ditambah dual cakram dengan ABS. Sementara bagian belakang menggunakan single shockbreaker yang bisa diatur setelan preload maupun rebound-nya, dibalut dengan profil ban 150/70, dan velg berukuran 17 inci dengan cakram yang juga sudah ABS.

Kesimpulan

Menilik dari sejarahnya, Moto Guzzi V85TT didesain sebagai motor yang tangguh di segala medan, yang dalam bahasa Italia sesuai namanya TT (Tutto Terreno). PT Piaggio Indonesia pun hanya menyediakan satu warna , Giallo Sahara (putih-kuning) dengan banderol Rp 645 juta (OTR Jakarta).

Dengan bermodalkan tampang enduro klasik, tapi tak bisa diremehkan karena motor ini sudah dilengkapi fitur canggih seperti motor adventure premium yang lainnya. Mulai dari teknologi rem ABS, cruise control hingga tiga buah riding mode.

Moto Guzzi V85TT mempunyai saingan berat yang tak kalah patut untuk dipertimbangkan, sebut saja seperti BMW F850GS atau KTM 790 Adventure. Jadi, mau pilih motor petualang bergaya modern atau motor petualang bergaya retro?

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya