• Home>
  • Review>
  • Mobil-Mobil yang Punya Fitur Jalan Sendiri, Seberapa Canggih?

Mobil-Mobil yang Punya Fitur Jalan Sendiri, Seberapa Canggih?

  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins
EKO
5 Des 2021, 12:26
  • Suka 0

Otoloka.id- Sekarang perkembangan teknologi dalam kendaraan memang makin maju, beberapa fitur hadir untuk memudahkan pengemudi dalam menjalankan kendaraan.

Salah satu fitur yang paling kontroversial adalah mobil yang bisa jalan sendiri, alias self driving car. Sederet sensor dan kamera dipasang di dalam mobil untuk memantau pergerakan di sekitar mobil maupun pergerakan mobil itu sendiri.

Selain itu, sensor tersebut juga membantu mobil untuk menghindari kemungkinan terburuk dari kecelakaan, melalui peringatan-peringatan yang muncul di dalam kabin mobil, atau melalui smartphone.

Self driving car merupakan bagian dari fitur Advance Driver Assistance System (ADAS). Fitur tersebut memiliki tingkatan, mulai dari level 0 yang tanpa fitur bantuan, sampai level 5 yang menjadikan mobil berjalan tanpa pengawasan manusia sebagai pengemudi.

Untuk saat ini, hanya beberapa perusahaan di bidang teknologi saja yang membuat kendaraan dengan level 5, sementara pabrikan otomotif besar belum ada yang mencapai tingkatan tersebut lantaran level 5 memerlukan kajian lebih lanjut.

Baca juga: 7 Pilihan Mobil SUV 7-Penumpang, Mau Beli yang Mana?

Pabrikan otomotif sekelas Toyota saja, sempat membuat mobil dengan fitur otomasi level 5, namun terjadi insiden kecelakaan di ajang Olimpiade Paralympic yang menyebabkan pengembangan kendaraan tersebut ditunda dan dievaluasi.

Oleh karena itu, beberapa pabrikan besar melalui produk buatan massalnya, hanya membenamkan fitur otomasi sampai level 3 atau 4 saja, yang di dalamnya mampu membuat mobil berjalan sendiri dengan fitur cruise control adaptif. 

Penasaran apa saja produk tersebut? Simak terus!

Tesla Model 3

Tesla merupakan pelopor mobil bertenaga listrik di era modern. Kehadiran lini produk Tesla tak hanya diikuti dengan mobil yang ramah lingkungan saja, namun juga dengan fitur yang dapat berjalan sendiri. Pabrikan asal California ini menyebutnya sebagai fitur Tesla Autopilot.

Keseluruhan lini produk besutan Tesla seperti Model 3, Model Y, Model X, dan Model S sudah disematkan fitur Autopilot, yang bagian perangkat lunaknya selalu diupdate. 

Salah satu fitur dari Autopilot Tesla adalah AutoPark, di mana dalam keadaan lambat, mobil bisa mencari tempat lalu parkir sendiri.

Namun, sayangnya salah satu lini produk Tesla, yaitu Model 3 punya rating ‘moderate’ di Euro NCAP lantaran penilaian ‘Driving collaboration’-nya buruk. 

Baca juga: Pilihan Mobil Keluarga yang Patut Dimiliki saat Tahun Baru

Penilaian tersebut melihat sinergi antara pengemudi dan kendaraan dalam menentukan keputusan saat menyetir.

Mercedes-Benz GLE

Mercedes-Benz merupakan salah satu pabrikan mobil mewah asal Jerman, yang memperhatikan keselamatan baik pengemudi maupun penumpangnya. Setelah adanya fitur bantuan pengemudi, pabrikan ini juga turut mengadopsi pada lini produk mereka.

Salah satu yang disematkan sistem bantuan pengemudi yang didalamnya terdapat fitur bejalan sendiri adalah Mercedes-Benz GLE. Mobil tersebut sudah menerapkan fitur Evasive Steering Assist dan Parking Package yang termasuk dalam sistem Mercedes-Benz Driver Assistance.

Pada tahun 2020, Euro NCAP memberikan nilai sangat baik terhadap SUV ini. Dan hanya menempatkan nilai ‘adequate’ atau cukup terhadap penilaian Driver Monitoring. Selain itu mobil tersebut juga mendapat penilaian ‘marginal’ atau rata-rata terhadap performa cruise control adaptifnya.

BMW 3 Series

BMW 3 Series merupakan salah satu lini produk dari BMW yang mengisi segmen paling dasar. Namun di generasi terbarunya, mobil ini sudah banyak mengalami pembaharuan, khusunya soal teknologi yang dikandung.

Meski mengisi segmen paling buncit, BMW 3 Series sudah memiliki teknologi terkini dalam bantuan pengemudi yang terangkum dalam sistem Driving Assistant Professional. Salah satu bagian dari sistem tersebut adalah fitur Parking Assistant, di mana mobil bisa berjalan sendiri mencari tempat parkir.

Baca juga : 6 Mobil yang Pakai Sunroof di bawah Rp 500 juta, Apa Saja?

Fitur terkini yang dikandung oleh BMW 3 Series ternyata membuat sedan tersebut memiliki rating sangat bagus oleh Euro NCAP. Hanya mendapat nilai rata-rata saja di bidang ‘Driver Monitoring’, setelah itu sisanya mendapat nilai baik atau good.

BMW iX

Mobil listrik berjenis SUV besutan BMW juga menjadi salah satu yang paling canggih. Pasalnya mobil tersebut juga menyematkan sistem Driving Assistant Professional, yang di dalamnya terdapat banyak fitur bantuan saat mobil berjalan, maupun saat parkir.

Sama seperti BMW 3 Series yang mendapatkan rating sangat baik oleh Euro NCAP, lini produk bertenaga listriknya, yaitu BMW iX juga mendapatkan rating yang sama, bahkan mobil tersebut meraih nilai kompetensi bantuan lebih tinggi ketimbang 3 Series, yaitu sebesar 85 persen.

Presentase penilaian rendah hanya terdapat pada ‘Driver Monitoring’ yang mendapat skor 10 saja dari 25, yang termasuk dalam kategori ‘cukup’. Namun, skor yang lain mendapat penilaian lainnya sempurna.

Volvo XC 90 Recharge

Nama Volvo memang tak lepas dari keselamatan dalam berkendara. Pabrikan asal Swedia ini yang pertama kali menemukan sabuk pengaman sebagai salah satu bagian dari keselamatan mobil, dan membagikan penemuan tersebut pada setiap pabrikan otomotif.

Salah satu lini produk Volvo yang dijejali fitur canggih dalam bantuan pengemudi adalah XC 90 Recharge. Dalam SUV hybrid tersebut, sudah tersusun sistem bantuan pengemudi bernama ProPilot yang terdiri dari bantuan parkir, bantuan mundur, dan bantuan jalan.

Baca juga: Perbandingan Mitsubishi Xpander dan Daihatsu Xenia, Beda Gaya Beda Rasa

Sistem ProPilot yang terdapat pada Volvo XC 90 Recharge memang dapat beroperasi sendiri. Namun, manusia sebagai pengemudi tetap mengambil kontrol akan fitur tersebut, dan tetap bisa melakukan intervensi apabila sistem error.

Kesimpulan

Saat ini, hampir keseluruhan brand otomotif menyematkan sistem bantuan pengemudi, yang di dalamnya terdapat fitur mobil yang mampu berjalan sendiri. Tapi, karena sistem tersebut masih dalam tahap pengembangan, manusia sebagai pengemudi tetap memiliki peran di balik kemudi.

Euro NCAP yang kami jadikan sumber referensi, merupakan lembaga yang memberikan penilaian tiap mobil secara objektif. Namun, model-model mobil di atas cukup untuk dijadikan acuan brand otomotif yang fokus untuk memperhatikan kenyamanan dan keselamatan dalam berlalu lintas. 

Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

Rekomendasi

Komentar

Kirimkan

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    OTOLOKA Toolkit

    Memberikan Anda layanan kalkukasi kredit, perawatan, konsumsi bahan bakar dan asuransi kendaraan