Mulai 2022, Toyota Fokus di Mobil 7 Penumpang dan HybridOtoloka.id - PT Toyota Astra Motor (TAM) berhasil meraup sukses di 2021 dengan penjualan yang meningkat hampir 85 persen dibanding tahun sebelumnya. Secara total, penjualan Toyota dari Januari hingga November 2021 sudah tercatat sebanyak 263 ribu unit. 

Dengan angka penjualan ini, menurut Henry Tanoto, Vice President PT TAM membuat penjualan mobil secara nasional sanggup mencapai target 850 ribu unit. Sampai November saja sudah di angka 790 ribu unit.

"Secara total, hingga November, Toyota membukukan 263 ribu unit, meningkat hampir 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," jelas Henry saat media gathering virtual, Selasa (21/12/2021).

Di kesempatan yang sama, Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT TAM juga mengatakan bahwa penjualan mobil nasional bisa ditutup di atas 800 ribu unit tahun ini. Sementara Toyota sendiri masih di posisi pertama penjualan terbanyak.

"Dengan adanya pencapaian ini, mudah-mudahan tahun depan kondisi ekonomi dan pandemi sudah lebih stabil. Jadi, kami harapkan market bisa berada di atas 900 ribuan unit. Toyota sendiri, kita ingin posisi nomor satu dengan market share di atas 30 persen atau 33 persen," jelas Anton. 

Baca juga: Tak Hanya Jual Mobil, Toyota akan Jual Layanan juga di Tahun Depan

Lebih Banyak Mobil 7 Penumpang

Untuk bisa melanjutkan tren penjualan yang positif ini, menurut Anton, PT TAM masih akan fokus di mobil penumpang dengan kapasitas 7 penumpang, baik itu SUV atau MPV. Tak hanya itu, tapi Toyota juga menyiratkan akan mulai memproduksi mobil hybrid di Indonesia pada tahun depan.

"Tapi, rasanya kita juga mengharapkan akan lebih banyak tren terhadap produk-produk yang ramah lingkungan. Ditunggu saja, nanti produk yang kita luncurkan akan semakin bervariasi termasuk produk yang ramah lingkungan," tambah Anton.

Untuk model Toyota dengan mesin hybrid ini sepertinya akan menggunakan model yang sudah familiar di masyarakat.

Baca juga: Untuk Pasar Domestik Thailand, Lexus Mendorong Lini Produk Plug-In Hybrid

Hal ini diungkapkan oleh Bob Azam, Director Administration, Corporate & External Affairs, Technical Goverment Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di kesempatan yang sama, bahwa model hybrid yang bakal diproduksi secara lokal hadir dari model yang sudah beredar di Indonesia.

"Kita mulai dari model-model yang memang sudah beredar di Indonesia. Dengan demikian, kita berharap langsung bisa diterima masyarakat karena modelnya sudah tidak asing lagi," jelas Bob.

Bob melanjutkan jika dengan memproduksi mobil hybrid menggunakan model yang sudah laku di Indonesia maka harapannya adalah penerimaan masyarakat atau konsumen bisa lebih besar.

Melihat hal ini, sepertinya model yang akan dijadikan mobil hybrid ada dua kemungkinan antara Toyota Innova dan Toyota Avanza atau Veloz.

Dengan model yang sudah existing ini, Bob juga menjelaskan kalau tidak akan banyak mengubah proses transisi dari mobil konvensional ke elektrifikasi. 

"Saat ini mobil yang diproduksi oleh Toyota sudah memiliki local purchase rata-rata 80 persen, bahkan ada beberapa model yang mendekati 90 persen," pungkas Bob.

  • 0
  • Share
DanangBelasan tahun menjadi jurnalis otomotif dan sudah mencicipi berbagai jenis mobil mulai dari single seater, supercar sampai ke mobil keluarga. Semua mobil baru itu bagus, tapi paling penting apakah sudah sesuai dengan kebutuhan.
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!