OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Review>
  • Perbedaan Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Perbedaan Royal Enfield Interceptor dan Continental GT 650

Dilihat 2739
Ismet
3 Mar 2021, 21:38
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Sepeda motor bergaya retro klasik kini makin diminati di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dengan tampang klasik sepeda motor jenis ini seolah memiliki daya tarik tersendiri.

Meski bergaya klasik alias jadul, kemewahannya akan tetap terasa karena mesinnya memiliki teknologi dan berbagai fitur yang modern.

Beberapa brand Eropa populer yang memproduksi sepeda motor klasik-modern mulai dari Triumph, Norton, BSA dan lainnya, ada nama Royal Enfield yang kini diproduksi di India. 

Ragam produknya pun merambah ke berbagai negara dan pasar Asia menjadi salah satu pasar yang menggiurkan. Di Indonesia, Royal Enfield menghadirkan varian Classic Series, Himalayan dan terakhir ada Interceptor dan Continental GT 650.

Baca juga: Kiprah Royal Enfield Selama 120 Tahun Eksis di Dunia Otomotif

Sekilas, tampilan Interceptor dan GT 650 memang mirip. Sama-sama terinspirasi era 1960-an, keduanya ditenagai mesin dua silinder 650 cc dengan 47 Hp pada performa puncak 7.250 rpm, serta momen puntir 52 Nm pada 5.250 rpm. 

Menariknya, 80% dari torsi tertinggi sudah bisa dirasakan sejak 2.500 rpm, sehingga laju motor terasa lebih halus dan mengurangi getaran.

Mesinnya pun dipersenjatai dengan pendingin udara untuk menjaga temperatur tidak terlalu tinggi. Keduanya sangat cocok dikendarai, baik untuk perjalanan santai, lintas kota, hingga ke jalan terbuka.

Royal Enfield Interceptor 650

Perbedaan keduanya terlihat dari bentuk motor. Interceptor INT 650 terinspirasi oleh Royal Enfield Interceptor tahun 60-an yang ikonik yang sukses dipasarkan di Amerika, West Coast, dan California.

Di mana model tersebut sangat cocok dengan narasi zaman saat itu: glamor, bermandikan sinar matahari sesuai gaya hidup pantai California, menarik, serbaguna, gesit, dan tidak mengintimidasi.

Baca juga: Jangan Salah Pilih Beli Cleveland Ace 400, Ini Tiga Pilihannya

Interceptor adalah roadster klasik - santai, riang dan berjiwa muda - menawarkan perjalanan yang menarik dengan pengendalian yang gesit dan responsif sambil tetap memberikan pengalaman mulus di jalan raya.

Posisi berkendara yang nyaman dan tegak menjadikan motor ini pilihan yang tepat untuk segala jenis medan, dari jalanan pantai yang berkelok-kelok hingga hutan beton perkotaan.

Royal Enfield Continental GT

Sementara itu, Continental GT merupakan penghormatan bagi para cafe racer tahun 1950-an dan 1960-an - dengan penggunaan jok tunggal, tangki bahan bakar yang dipahat, dan stang jepit untuk nuansa balap yang lebih kental.

Motor ini menawarkan posisi berkendara yang condong ke depan, dengan posisi berkendara yang mantap, stang clip-on, footpeg set di belakang. Estetika cafe racer tetap terlihat otentik tanpa mengorbankan kenyamanan sehari-hari.

Nah, masih bingung memilih antara “si kembar” tangguh Royal Enfield? Simak di sini perbedaannya!

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya