Untuk Pasar Domestik Thailand, Lexus Mendorong Lini Produk Plug-In Hybrid

Otoloka.id- Karena termasuk negara Asia Tenggara yang masih berkembang, tentunya fasilitas infrastruktur yang ada di Thailand tak secanggih yang ada di negara maju.

Termasuk dalam pasar mobil, Lexus selaku salah satu pemain di negara tersebut lebih memilih plug-in hybrid sebagai lini produk yang dipasarkan di negara tersebut.

Seperti yang dilansir dari bangkokpost.com, Lexus menilai plug-in hybrid (PHEV) lebih cocok di Thailand lantaran negara tersebut memiliki infrastruktur yang masih terbatas, apalagi untuk jenis mobil bertenaga listrik.

“PHEV yang berjalan dengan baterai dan mesin pembakaran internal (ICE), adalah pilihan yang tepat bagi sebagian besar pengendara Thailand karena memungkinkan jarak mengemudi yang jauh tanpa khawatir menemukan outlet pengisian EV,” kata Surasak Suthongwan, selaku wakil presiden eksekutif Lexus Group, yang dinaungi oleh Toyota Motor Thailand Co.

Saat ini kurangnya minat pelanggan terhadap mobil bertenaga listrik di Thailand, terjadi lantaran infrastruktur berupa stasiun pengisian daya di negara tersebut masih sedikit.

Baca juga: Gelaran GIIAS 2021 jadi Momentum Lexus Luncurkan ES 300h Terbaru

Surasak menambahkan, bahwa negara yang punya sebutan Negeri Gajah Putih tersebut, perlu menambah stasiun pengisian daya ke seluruh negeri. Saat ini, memang stasiun pengisian daya mobil listrik hanya berpusat pada kota besar saja, seperti di Bangkok.

Padahal, mobil bertenaga listrik justru diperlukan bagi pemilik kendaraan yang ada di pedalaman Thailand, karena memang mobil listrik lebih berguna untuk tujuan komersial. Untuk diketahui, listrik lebih mudah ditemukan dibanding SPBU di pedalaman Thailand.

Toyota yang merupakan induk perusahaan Lexus, akan merencanakan promosi industri mobil listrik bersama pemerintah Thailand. Pasalnya, pemerintah negara tersebut juga ingin bergabung dengan dunia internasional, untuk mengadopsi teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Dyandra Umumkan Jadwal Penyelenggaraan IIMS 2022

Oleh karena itu, pihak berwenang Thailand menetapkan target pembuatan mobil listrik sebesar 30 persen dari total produksi kendaraan di negara tersebut. Yang berarti, sebanyak 750 ribu unit dari 2,5 juta unit pada tahun 2030 mendatang.

Namun, target pemerintah Thailand itu ternyata ditingkatkan lagi, menjadi 50 persen dari total produksi di tahun 2030. Hal ini lantaran Thailand ingin mengikuti negara-negara Eropa yang menargetkan hal serupa di tahun 2030.

  • 0
  • Share
EKOSejak tahun 2012, Eko bekerja sebagai jurnalis di media remaja. Karena menggemari otomotif, Eko dipercaya untuk mengisi rubrik otomotif di media remaja tersebut. Dan hal itu berlanjut saat ia bekerja di media otomotif lain, sampai ia sekarang bergabung di Otoloka.id
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!