• Home>
  • Tips & Trik>
  • 2 Pakar Keselamatan Berlalu lintas, Berikan Tips Menghindari Tabrakan Beruntun
  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

2 Pakar Keselamatan Berlalu lintas, Berikan Tips Menghindari Tabrakan Beruntun

EKO
2022-06-28 18:20:36
EKO
loading...

Otoloka.id- Tabrakan yang akhirnya berujung kecelakaan memang kerap kali terjadi di jalan raya. Sedikit mengulas kejadian, bahwa pada Minggu (26/6) telah terjadi tabrakan beruntun di tol Cipularang yang melibatkan 17 kendaraan, dengan 3 korban luka berat, dan 16 luka ringan.

“Kebetulan sekitar satu jam sebelumnya saya melewati tempat kejadian, dan kondisinya saat itu macet, kendaraan hanya bisa melaju 30 km/jam. Di bahu jalan memang kosong, tetapi ada beberapa mobil yang melewatinya dengan kecepatan sangat tinggi, termasuk bus Laju Prima tersebut mungkin,” ungkap Bintarto Agung selaku Chief Instructor Indonesia Defensive Driving Center (IDDC)  

Pihak Kepolisian sudah melakukan investigasi, dan yang paling mungkin adalah bus Laju Prima mengalami rem blong, sehingga menabrak kendaraan di depannya. Ia berpendapat, bahwa sopir bis kemungkinan besar tidak tahu protokol menggunakan sistem rem, sehingga terjadi kegagalan fungsi berupa angin tekor atau brake fading.

Senada dengan Bintarto Agung, Jusri Pulubuhu selaku Founder dan Senior Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) juga berkomentar soal tabrakan beruntun tersebut. “Rem blong pada angkutan barang dan penumpang berukuran besar, kerap terjadi lantaran pengemudi tidak paham menggunakan rem, fungsi rem, dan cara mengatur kecepatan saat melewati jalan menurun,” ujar Jusri.

“Kalau tidak salah, kecelakaannya di bahu jalan, dan itu saja sudah menyalahi aturan berkendara karena di bahu jalan tidak untuk berjalan, hanya untuk darurat karena ada protokolnya. Itu karena  ketidaktahuan dan awareness dari si sopir,” sambung Tato, sapaan akrab Bintarto.

Mengenai tabrakan beruntun tersebut, Jusri juga bilang bahwa, “Secara keseluruhan, lemah sekali tata cara mengemudi yang berdasar keterampilan, bukan pengetahuan. Karena skill berkendara itu mudah sekali didapat, cukup beberapa kali latihan langsung bisa menyetir, tetapi pengetahuan yang penting dan perlu ada di setiap pengendara yang menggunakan ruang publik seperti jalan raya.”

“Kalau kita balik lagi soal pengendara yang baik dan benar, harus menerapkan kesadaran perilaku, kemudian antisipasi dan kewaspadaan,” lanjut Tato ketika dihubungi secara terpisah.

Nah, merujuk dari paparan 2 pakar keselamatan lalu lintas berkendara tersebut, memang pengetahuan mengenai berlalu lintas itu penting untuk diketahui serta diterapkan. Termasuk dalam hal yang harus disikapi biar tabrakan beruntun dapat diminimalisir. Apa saja itu? Mari kita kulik.

“Yang paling utama di jalan bebas hambatan atau jalan raya, harus membuat persepsi jarak di depan, belakang,” ungkap Tato.

Jaga jarak iring dengan kendaraan di depan, kurangi kecepatan, cek kaca spion. Hal tersebut harus selalu diperhatikan, dan termasuk perhatikan rambu-rambu yang ada.

Apabila ada kendaraan di belakang yang menempel, minta mereka agar melewati atau memperbesar jarak. Idealnya kasih kesempatan mereka untuk menyalip kendaraan kita.

Ketika di depan terjadi perlambatan tiba-tiba, tindakan pertama yang dilakukan adalah, cek spion untuk memastikan apakah ada bahaya di belakang.

Setelah dipastikan mengenai kendaraan di belakang, lalu putuskan apakah mengerem kalau aman, dan berhenti, tetapi kalau tidak aman menghindar dan ngegas lagi.

“Intinya, ketika melihat ada yang tidak beres, kita harus menghindar, atau melambatkan laju kendaraan lalu menghindar, atau mempercepat laju kendaraan dan menghindar,” tambah Jusri.

“Untuk dapat membuat keputusan yang tepat dalam mengarahkan kendaraan ketika emergency, dapat dilakukan ketika ada jarak aman. Ketika jarak pengereman terlalu pendek dalam kecepatan tertentu, tabrakkan tak dapat terelakkan,” lanjut Tato.

Nah, dengan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya, dapat dipastikan pengambilan keputusan menjadi lebih akurat, karena memberi waktu lebih lama untuk otak berpikir, sehingga tabrakan beruntun dapat diminimalisir. 

Ikuti media sosial kita:
  • FollowFavorite
  • LIKESuka 0
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

Rekomendasi

Komentar

Kirimkan

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    OTOLOKA Toolkit

    Simulasi KreditSimulasi Asuransi
    *Tipe mobil
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan(Tahun)
    Silahkan pilih masa cicilan
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Hitung
    Reset