• twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

4 Tips Supaya Mobil Listrik Irit Baterai

EKO
2022-06-22 21:24:01
loading...

Otoloka.id- Untuk dapat berjalan, setiap kendaraan akan mengonsumsi sumber tenaga. Di kendaraan bermesin konvensional, maka yang dikonsumsi adalah bahan bakar, sementara kendaraan bertenaga listrik, sudah pasti daya listrik di baterai digunakan untuk menggerakkan kendaraan.

Karena mengonsumsi daya listrik yang ada di baterai, pengguna juga perlu untuk melakukan manajemen berkendara untuk memaksimalkan jarak tempuh, hal tersebut bertujuan agar mobil listrik dapat menjelajah lebih jauh, tanpa perlu sering-sering melakukan pengisian daya.

“Sebenarnya, mengendarai mobil listrik sama saja dengan ICE (internal combustion engine), bisa boros, bisa juga irit, dan itu semua tergantung dari pengemudinya,” papar Bonar Pakpahan selaku Assistant Manager of Product Planning PT Hyundai Motor Indonesia (HMID).

Oleh karena itu, Bonar memberikan tips bagi pemilik mobil listrik agar konsumsi daya listriknya lebih irit. Apa saja itu? Yuk lanjut.

- Gaya Mengemudi

Gaya mengemudi merupakan cara kita mengendarai kendaraan. Kelebihan mobil listrik adalah punya torsi instan, yang pastinya memacu adrenalin pengemudi. Biasanya, pemilik mobil kelewat terlena dengan performa kendaraan ramah lingkungan tersebut, yang akhirnya mengemudikan dengan cara tidak santai,

“Jangan agresif, ketika berakselerasi jangan langsung gas saja, diurut pedal gasnya, santai saja. gaaya mengemudi santai lumayan berpengaruh besar terhadap konsumsi baterai mobil listrik, lho,” tukasnya.

- Pakai Mode Berkendara

Mau bertenaga listrik atau bermesin konvensional, mobil saat ini sudah disediakan berbagai mode mengemudi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya pada mode Sport, sudah pasti performanya instan, sementara mode eco membuat mobil tanpa emisi gas buang ini melaju lebih kalem.

“Kalau di Hyundai Ioniq 5, eco mode dapat membuat jarak tempuh lebih jauh. Namun, konsekuensinya adalah, ada beberapa fungsi kendaraan yang dikurangi kemampuannya, seperti saat berakselerasi,” tambah Bonar, saat berbincang dengan Otoloka pada Senin, (21/6).

- Cek Tekanan Ban

Ban menjadi komponen yang punya tugas penting, selain meneruskan kemudi, komponen tersebut juga meneruskan energi gerak, pada hal ini daya listrik dari baterai ke motor listrik. Jika tekanan angin pada ban tak sesuai, maka akan berpengaruh pada konsumsi daya listriknya.

“Jadi, tekanan angin pada mobil listrik, harus sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Kalau kurang ditambah, kalau lebih dikurangi supaya ban tersebut memiliki performa yang diharapkan, hambatan gulirnya dan daya cengkeramnya lebih optimal,” lanjutnya.

- Perhatikan Muatan

Di setiap kendaraan, sudah pasti ada batas maksimum untuk membawa muatan. Memasukkan muatan berlebih di kendaraan, tak hanya berbahaya saja, tetapi juga berpengaruh pada performa, karena untuk melaju atau melambat butuh penggunaan energi yang lebih besar.

“Dalam kondisi berkendara normal, jangan bawa barang yang berat-berat. Ya sama saja seperti kita membawa mobil bermesin konvensional, kebanyakan muatan bikin bensin lebih boros, kalau di mobil listrik, ya daya baterainya,” tutupnya.

Tonton Juga:



Ikuti media sosial kita:
  • loading...
  • Suka 0
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

Rekomendasi

Komentar

Kirimkan

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    OTOLOKA Toolkit

    Simulasi KreditSimulasi Asuransi
    *Tipe mobil
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan(Tahun)
    Silahkan pilih masa cicilan
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Hitung
    Reset