• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Apa Bedanya Oli Asli dan Oli Palsu? Ini Penjelasannya

Dilihat 897
Eza Fadil
29 Jul 2020, 07:49
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Seperti pada umumnya produk lain, oli atau pelumas terdapat yang banyak dipalsukan, terutama produk yang laris di pasaran, dan dampaknya adalah kendaraan yang menjadi korban. Jadi bagaimanakah untuk membedakan oli yang asli dan yang palsu ini? di sini akan kita jelaskan tentang panduan berdasarkan informasi dari sejumlah pakar di produsen atau distributor oli yang ada di Indonesia:

1. Lihat Kemasannya

Oli atau pelumas palsu biasanya menggunakan botol daur ulang sehingga tampilan fisik kemasan akan berbeda dari Oli asli dengan botol baru dari pabrik. Jangan terima jika kemasan atau botolnya terlihat atau oksigen terlihat kusam, kotor, atau memiliki banyak goresan.

Periksa stiker pada kemasan untuk mengetahui hasil cetak yang baik, resolusi tinggi, dan desain yang mencurigakan. Oli palsu biasanya memiliki stiker dengan kualitas buruk, cetakan buram, dan bahan cetakan berkualitas buruk. Tutup dan pengemasannya juga kuat, tidak mudah rusak, atau longga

2. Kode dan karakteristik pabrikan

Dari pabrik oli biasanya menyertakan kode atau fitur yang sulit ditiru oleh para pemalsu oli. Beberapa merek menggunakan beberapa kode numerik angka pada bagian tutup botol dan dileher botol, bisa dalam bentuk segel atau dicetak langsung di leher botol.

Baca Juga: Kapan Oli Transmisi Mobil Harus Diganti?

Jika itu oli asli, kode pada tutup botol dan leher botol selalu sama baik dalam jumlah maupun bentuk cetakan, juga terletak sejajar dengan tutup botol dan leher botol. Beberapa produsen menggunakan segel penutup yang disertai dengan hologram untuk menghindari pemalsuan dan segel fisik (segel) biasanya kuat, sementara yang palsu mudah rusak atau sobek.

3. Deteksi warnanya

Warna oli asli lebih jelas dan jernih, sedangkan warna oli palsu lebih keruh atau warna lebih gelap. Oliasli tidak berbau atau sebagian berbau baik, sedangkan oli palsu berbau tidak enak.

4. Lihat jelas cairannya

Jika anda masih ragu setelah memeriksa karakteristik di atas, Anda dapat memeriksa oli cair langsung dengan jari-jari Anda. Celupkan jari telunjuk ke dalam cairan oli dan gosok dengan ibu jari anda.

Baca Juga: Cari Tahu Penyebab Air Radiator Mobil Bocor

Pada oli palsu biasanya tidak begitu licin dan mengering dengan cepat, sedangkan oli asli tetap licin meskipun warnanya lebih jernih dan tidak cepat kering karena komposisi zat adiktif di dalamnya masih sesuai dengan formulasi pabrikan.

5. Akan Lebih Cepat menguap

Biasanya oli palsu menguap lebih cepat saat digunakan. Jika oli cepat berkurang sementara mesin kendaraan yakin tidak ada masalah atau kebocoran, bisa jadi oli yang digunakan anda adalah oli palsu. Untuk memastikan atau menghindari penggunaan oli palsu yang dapat merusak mesin kendaraan, anda harus selalu membeli oli di distributor resmi merek oli atau bengkel resmi untuk memastikan keaslian oli yang Anda beli.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya