OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Tips & Trik>
  • Apa Kelemahan Immobilizer Kunci Mobil Canggih? Ini Penjelasannya
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Apa Kelemahan Immobilizer Kunci Mobil Canggih? Ini Penjelasannya

Dilihat 1910
Eza Fadil
1 Sep 2020, 15:15
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0


Otoloka.id - Immobilizer merupakan sistem keamanan mobil dengan kunci unik. Pada kunci mobil ditanam microchip unik yang berbeda-beda di setiap mobil, posisi chip ini diletakkan pada pegangan kunci yang berfungsi mengirimkan sinyal ke sistem kelistrikan mobil untuk menghidupkan mesin. Karena kecanggihannya tersebut, sistem kunci immobilizer dinilai tidak memiliki kelemahan, belum tentu!

Saat membeli mobil, biasanya dealer memberikan sepasang kunci immobilizer, 1 kunci utama, 1 kunci cadangan, dan sebuah plat kecil dengan kode kunci di atasnya. Sistem immobilizer diklaim tidak memiliki masa pakai, selama masih normal akan terus berfungsi. Gangguan hanya terjadi jika baterai habis atau penutup kunci juga dapat rusak karena benturan.

Penciptaan immobilizer dimulai pada 1990-an, ketika pencurian mobil merajalela di Eropa dan Amerika Serikat. Padahal, sejak 1998, sejumlah negara maju seperti Jerman, Inggris, dan Finlandia sudah mewajibkan penggunaan immobilizer sebagai fitur standar keselamatan pada mobil.

Prinsip kerja immobilizer adalah setiap kunci diberi perangkat elektronik yang mentransmisikan sinyal berkode ke penerima sinyal. Sistem nirkabel akan mencocokkan kode kunci dengan yang ada di mobil. Jika kode di kunci dan di mobil cocok, mobil akan menyala.

Baca Juga: Remote Keyless Juga Bisa Rusak, Ini Penyebabnya

Kelemahan Immobilizer, Jika Rusak, Bongkar Semuanya dan kelemahan immobilizer masih terletak pada harga yang sangat mahal dan sistem yang rumit. Jadi, jika terjadi kerusakan pada salah satu suku cadang immobilizer, maka pemilik mobil harus mengganti seluruh rangkaiannya.

Anda bahkan harus mengganti key, house key, ECM, hingga PCM. Untungnya, jika kunci hilang atau rusak, Anda masih dapat menggantinya tanpa membongkar seluruh sistem komputerisasi untuk immobilizer.

Jika kunci hilang, Anda perlu membuat kunci baru di dealer resmi dengan menunjukkan pelat kode immobilizer yang disertakan pada saat pembelian. Namun belakangan ini, penguncian juga bisa dilakukan di beberapa toko spesialis kunci terpercaya yang bisa menangani immobilizer.

Anda hanya perlu menunjukkan dokumen mobil seperti BPKB dan STNK untuk membuktikan legalitas Anda sebagai pemilik mobil. Harga di tukang kunci spesialis tentunya lebih murah dibanding kita pergi ke dealer resmi.mi dengan menunjukkan plat kode immobilizer yang telah disertakan saat pembelian. Namun belakangan, kunci juga bisa dilakukan di beberapa toko spesialis kunci terpercaya yang bisa menangani immobilizer.

Kalian hanya perlu menunjukkan dokumen mobil seperti BPKB dan STNK untuk membuktikan keabsahan sebagai pemilik mobil. Harga di tukang kunci spesialis tentu lebih murah daripada kita ke dealer resmi.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya