• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Awas Salah Pilih, Ini Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah

Dilihat 484
Indra Dinata
5 Nov 2020, 16:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id – Terdapat dua jenis aki yang paling banyak digunakan kendaraan di Indonesia, yakni aki kering dan aki basah. Kedua jenis aki tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan juga kekurangan.

Bagi kalian yang ingin membeli aki baru, alangkah baiknya mengetahui dahulu. Kira-kira aki mana yang pas untuk digunakan untuk kendaraan kalian.

Pasalnya jika memilih aki yang tidak tepat, berpotensi membuat sistem kelistrikan kendaraan tidak akan berjalan maksimal. Meskipun secara garis besar, aki kering dan aki basah memiliki fungsi serupa.

Namun untuk beberapa kedua aki tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, serta perawatan dan harga yang tentunya tak sama. Pertanyaannya, kira-kira apa saja perbedaan aki kering dan basah? Daripada penasaran, simak ulasan ini sampai habis:

Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah

perbedaan aki kering dan aki basah

Membahas mengenai perbedaan aki kering dan aki basah. Perbedaan kedua jenis aki tersebut sejatinya sudah terlihat dari tampilannya.

Di mana aki basah umumnya menggunakan wadah yang transparan. Penggunaan bahan transparan itu bertujuan untuk lebih memudahkan pemilik kendaraan untuk mengetahui kondisi kadar air secara berkala.

Ketika air aki dirasa mulai berkurang, sebaiknya pemilik kendaraan segera menambahkan air zuur. Air zuur merupakan cairan aki yang berfungsi sebagai perendam.

Baca juga: Tips Merawat Aki Motor Supaya Tetep Awet

Cell-cell yang berada di dalam aki, direndam menggunakan air zuur. Untuk memaksimalkan daya listrik aki dapat berjalan maksimal. Itulah sebabnya mengapa aki basah memiliki wadah yang transparan.

Dengan begitu, pemilik kendaraan bisa lebih mudah untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi air aki. Karena jika air berkurang, maka cell-cell yang ada didalam aki tidak akan terendam yang berdampak kepada kinerja mesin tidak berjalan maksimal.

Ketika cell tidak terendam air zuur, penyimpanan arus lisrik berpotensi mengalami penurunan. Alhasil, mengakibatkan oksidasi, yang membuat lempeng cell menjadi berkarat dan kelistrikan di kendaraan jadi tidak berjalan normal.

Oleh karena itu, saat menggunakan aki basah sebaiknya pemilik kendaraan rajin untuk melakukan pengecekan secara berkala. Saat air aki dirasa berkurang, segeralah tambahkan air zuur hingga batas maksimal.

Tak kalah penting untuk diingat, sebaiknya pemilik kendaraan tidak menambahkan air aki melebihi batas maksimal yang dianjurkan.

Aki Kering, Pemilik Kendaraan Tak Perlu Repot Perawatan

aki kering

Membahas mengenai perbedaan aki kering dan aki basah. Faktor yang membedakan kedua jenis aki tersebut ialah aki kering cenderung tak merepotkan pemilik kendaraan.

Perbedaan lainnya antara aki kering dan aki terletak pada kemasan yang dijajakan ke pasaran. Untuk aki kering biasanya memiliki kelir yang cenderung full pada desainnya. Contohnya berkelir kuning, hitam, putih, menyesuaikan warna khas pabrikan.

Berbeda dengan aki basah, yang punya desain yang transparan. Perbedaan lainnya terletak pada desain yang ditawarkan. Aki kering tidak memiliki lubang-lubang pengisian air bagian atas kemasan layaknya aki basah.

Tak hanya itu saja, aki kering pun kini biasanya memiliki isi yang umumnya berbentuk gel. Penggunaan gel tersebut diketahui dapat memperkecil penguapan yang terjadi.

Dengan penguapan yang cenderung lebih kecil, membuat volume gel dapat terjaga dan yang pasti tidak cepat habis layaknya aki basah. Keunggulan aki kering dibanding aki basah ialah bebas perawatan.

Pemilik kendaraan tak perlu repot untuk melakukan perawatan apapun. Apalagi hanya untuk sekadar mengisi ulang air zuur layaknya aki basah.

Kemudahan tersebut sejalan dengan banderol yang ditawarkan. Karena aki kering memiliki harga yang cenderung lebih mahal, ketimbang aki basah.

Kekurangan aki kering lainnya, ketika mengalami kerusakan umumnya sulit untuk diperbaiki. Jadi kalian sebaiknya segera melakukan pergantian dengan yang baru.

Baca juga:ECU Bermasalah, Kawasaki Ninja ZX-10R Kena Recall

Menyoal harga, perbandingan harga antara aki kering dan basah cenderung cukup jauh. Sebagai contoh perbandingan aki kering dan aki basah untuk mobil.

Menurut pantauan Otoloka dari sejumlah situs jual beli online, harga aki basah ditawarkan mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 1 jutaan. Sementara aki kering berbanderol sekira Rp 1,5 juta sampai Rp 3 jutaan.

Saat Rusak, Aki Basah Bisa Diperbaiki

aki basah

Saat terjadi kerusakan, ternyata aki basah masih memungkinkan untuk diperbaiki. Hal inilah salah satu faktor yang membedakan aki kering dan aki basah.

Usia pakai, jenis aki basah biasanya memiliki jangka pemakaian yang lebih awet atau panjang. Terlebih jika pemilik kendaraan rutin untuk melakukan pengisian air. Maka usia pakainya bisa dipastikan lebih lama.

Pun begitu, aki jenis ini tentunya tak luput dari kekurangan. Biasanya masalah aki basah disebabkan cairan elektrolit yang mudah menguap, yang menyebabkan air aki cepat habis.

Untuk itu, penting untuk diingat oleh pemilik kendaraan. Saat menggunakan aki basah, sebaiknya rutin mengontrol kondisi aki. Dengan tujuan mencegah korosi pada komponen kendaraan kesayanganmu.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya