• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Awas, Sering Gonta-Ganti BBM Bisa Berakibat Fatal

Dilihat 723
Indra Dinata
12 Nov 2020, 01:12
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Masalah bisa terjadi karena sering gonta-ganti BBM

Otoloka.id – Ketahui bahaya gonta-ganti BBM (bahan bakar minyak) bagi mesin kendaraan kalian. Mengingat berpotensi menyebabkan kerusakan bagi kendaraan, baik mobil maupun motor.

Seperti diketahui beragam pilihan bakar tersedia di Indonesia, mulai dari bensin hingga diesel. Untuk jenis bensin setidaknya kini tersedia dalam pilihan oktan 88, 90, 92, hingga 95.

Sementara untuk bahan bakar diesel, tersedia dalam pilihan cetane 45 dan 51. Seiring dengan itu, kini Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga cukup banyak.

Mulai dari Pertamina, sebagai produsen bahan bakar dalam negeri, lalu ada Shell, Total, dan lainnya. Dengan beragam pilihan itu, terkadang mendorong pemilik kendaraan kerap mencampur BBM satu dengan yang lain.

Tak jarang juga pengguna kendaraan bermotor akhirnya memutuskan gonta-ganti BBM. Entah itu menggunakan RON yang berbeda atau dicampur, hingga gonta-ganti SPBU yang kini juga bersaing untuk menghadirkan penawaran menarik.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Noda Aspal pada Body Mobil

Nah, sebelum memutuskan untuk gonta-ganti BBM, sebaiknya kalian juga perlu tahu dampak bagi mesin kendaraan. Pasalnya ada dampak negatif yang bisa menyebabkan mesin bermasalah, Sob!

Guna menjawab rasa penasaran kalian, berikut ini Otoloka akan memberikan gambaran singkat mengenai bahaya gonta-ganti BBM.

Kenali Dampak Sering Gonta-Ganti BBM

kenali bahaya gonta-ganti BBM

Sering gonta-ganti BBM biasanya ditenggarai oleh sejumlah kondisi, seperti bahan bakar dalam kondisi kritis, atau habis. Bisa saja karena ingin menghasilkan performa terbaik, ataupun berniat untuk lebih hemat.

Sebagai contoh kalian yang biasa menggunakan BBM jenis Pertamax, dan ingin merasakan BBM Pertalite milik Pertamina. Lantaran ingin mendapatkan harga yang cenderung lebih murah.

Sejatinya jika dilakukan sesekali tidak berdampak negatif bagi mesin kendaraan. Terlebih mungkin dalam kondisi darurat, bahan bakar akan habis dan mungkin hanya tersedia BBM dengan RON dibawah yang biasa digunakan.

Sebenarnya hal ini tidak masalah, mengingat setiap bahan tentunya punya unsur penyusun serupa di atas rantai hidrokarbon. Jadi saat dalam kondisi darurat, bukan masalah bila kalian sesekali mencampur BBM dalam di tangki yang sama.

Kecuali kalian mencampur bahan bensin dengan diesel, akan membuat malapetaka bagi kendaraan. Pokoknya selama mencampur bahan bakar sejenis bisa dipastikan kondisinya bakal aman-aman saja.

Baca Juga: Jangan Lakukan Ini, Kalau Mau Kendaraan Tetap Dijamin Asuransi

Apabila hal ini dilakukan secara berulang-ulang, ternyata dapat berdampak negatif bagi mesin kendaraan kalian. Menurut pengamatan Otoloka, setidaknya ada 3 hal negatif yang bisa terjadi karena sering gonta-ganti BBM.

1. Gonta-Ganti BBM Justru Lebih Boros


Kebiasaan gonta-ganti BBM ternyata justru membuat pengeluaran kalian lebih besar. Pasalnya banyak pemilik kendaraan berharap dengan mengganti BBM dengan RON yang lebih besar dapat mendongkrak performa mesin kendaraan.

Begitu juga sebaliknya, dengan mengganti BBM dengan yang lebih murah, bakal menghemat pengeluaran sehari-hari. Pertanyaannya benarkah mitos tersebut?

Sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya salah maupun benar. Karena dengan menggunakan oktan yang lebih tinggi, bukan berarti bisa meningkatkan performa kendaraan.

Menurut Dosen Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, performa mobil dapat mencapai kondisi maksimal, jika kadar oktan cocok dengan kompresi mesin.

Kalau tidak cocok, justru performa mesin cenderung biasa saja. Jadi penting untuk diingat pemilik kendaraan, sebaiknya menyesuaikan BBM sesuai anjuran pabrikan.

“Sebenarnya percuma saja beli yang lebih mahal. Karena bisa membuat pengeluaran jadi lebih boros, tapi enggak terasa lebih hemat ataupun mobilnya jadi terasa lebih enteng,” beber Zaenuri.

Lain halnya jika menggunakan bahan bakar dengan oktan yang lebih rendah. Cenderung justru lebih boros, lho!

Dampak lainnya, mobil dirasa kurang nyaman ketika dikendarai dan biasanya timbul gejala ngelitik ketika digunakan.

2. Pahami Kandungan BBM Secara Tepat

jangan sering gonta-ganti bbm

Semakin mahal harga BBM, tentunya punya kualitas yang sebanding dengan harga yang ditawarkan. Oleh karena itu, sebelum gonta-ganti BBM pemilik kendaraan setidaknya perlu tahu jenis bahan bakar yang dipakai.

Contohnya kalian menggunakan BBM Pertamax dengan RON 92. Bensin andalan Pertamina itu sudah dibekali dengan zat aditif ecosave technology.

Zat aditif tersebut tentu punya kelebihan bagi mesin kendaraan. Hal inilah yang membedakan antara Pertamax dengan Premium ataupun Pertalite.

Gambaran singkatnya, zat aditif yang terkandung di Pertamax diklaim mampu memberikan lapisan pelindung pada komponen mesin yang dilalui bahan bakar. Lapisan tersebut juga bertugas sebagai antikarat, sekaligus membersihkan karat.

Mengulas lebih dalam mengenai zat aditif ecosave technology milik Pertamina terdiri dari 3 sifat, yaitu detergency, corrotion ihibitor, dan demulsifer. Dengan segala keunggulan yang ditawarkan Pertamax, bahan bakar ini ternyata lebih irit 2 hingga 3 persen dibandingkan Premium.

3. Mengakibatkan Timbul Kerak di Ruang Bakar

gonta-ganti BBM mobil dan motor

Akibat yang mungkin bisa kalian rasakan ketika sering gonta-ganti BBM, fatalnya bisa membuat mesin kendaraan jadi bermasalah. Biasanya akan timbul kerak di ruang bakar.

Hal ini bisa menyebabkan bensin yang digunakan jadi tidak sesuai dengan kebutuhan mesin. Sistem pembakaran pun jadi tidak berjalan maksimal.

Sebagai gambaran penting untuk kalian, residu-residu yang tercipta di ruang pembakaran menjadi kerak. Bila hal ini terjadi dalam kurun waktu yang panjang, membuat ruang mesin jadi kotor.

Dampaknya, ketika kalian berkendara akan merasa kendaraan kurang bertenaga, mesin cenderung lebih boros, hingga mogok secara tiba-tiba. Tentunya hal ini tidak ingin kalian rasakan, apalagi saat bepergian jarak jauh.

Baca juga: Cara Membuat Charger Aki Kering Motor

Menggunakan BBM beda merek pun bisa berdampak negatif, lho! Sebagai catatan penting untuk kalian, setiap produsen bahan bakar punya konfigurasi yang tentunya berbeda-beda.

Terkadang gonta-ganti BBM dengan merek yang berbeda bisa membuat mesin kaget, dan tak jarang menimbulkan masalah di ruang bakar. Gimana sekarang sudah tahukan bahaya gonta-ganti BBM?

Sekadar informasi, sesekali mengganti bahan bakar bukanlah perkara besar bagi kendaraan. Dengan catatan hal ini dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Jika dirasa tidak dalam kondisi darurat, sebaiknya jangan kalian lakukan. Jangan sampai hal ini menyebabkan kerusakan pada mesin kendaraan Anda.

Nahasnya, kalian perlu merogoh kocek yang besar hanya sekadar untuk perbaikan. Agar dapat kembali ke kondisi terbaik.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya