• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Bedanya SIM A, B, C, dan D Beserta Cara Membuatnya

Dilihat 2276
Yunita Efendi
22 Nov 2021, 21:12
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id- Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan salah satu kelengkapan yang wajib dibawa ketika kita berkendara di jalan raya. SIM ini merupakan bukti registrasi dan identifikasi yang dikeluarkan Kepolisian kepada seseorang untuk berkendara sesuai dengan dengan jenis kendaraan bermotor yang dikendarainya.

Untuk memiliki SIM, pengendara harus sehat jasmani dan rohani. Selain itu, pengendara juga harus memahami betul peraturan lalu lintas, serta mahir mengemudikan kendaraan bermotor.

Kepemilikan SIM diatur dalam Pasal 77 ayat (1) UU No.22 Tahun 2009. Dalam pasal ini, disebutkan bahwa orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM akan dikenakan pidana berupa kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 1 juta rupiah.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis SIM yang berlaku, tetapi pada dasarnya dibagi ke dalam dua golongan, yakni SIM perorangan dan SIM umum. Nah, supaya lebih jelas, kali ini kita akan membahas tentang jenis-jenis SIM yang berlaku di Indonesia beserta cara pembuatannya.

Jenis-Jenis SIM

1. SIM Perorangan

SIM perorangan merupakan jenis SIM yang menyatakan bahwa kendaraan yang dikemudikan hanya untuk keperluan pribadi, bukan untuk tujuan komersial seperti angkutan umum. 

Baca juga: Mau Belajar Mengemudikan Mobil? Perhatikan Langkah Ini

Menurut Pasal 80 UU No. 22 Tahun 2009, ada 5 jenis SIM perorangan, dan pembahasannya adalah sebagai berikut:

SIM A

SIM yang diperuntukkan bagi pengendara yang mengemudikan mobil dengan berat tidak lebih dari 3.500 kg.

SIM B1

Jenis SIM untuk pengemudi yang mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan berat lebih dari 3.500 kg. Kendaraan yang dimaksud merupakan bus atau mobil angkutan yang dimiliki perseorangan dan bukan untuk tujuan komersil.

SIM B2

SIM B2 ini merupakan SIM bagi pengendara yang mengemudikan kendaraan alat berat, penarik, maupun truk gandeng milik perseorangan dengan berat lebih dari 1.000 kg.

SIM C

Jenis SIM yang satu ini bisa dibilang paling umum di Indonesia, karena diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor. SIM C ini dibagi lagi menjadi 3 kategori berdasarkan kapasitas mesin motor yang dikendarai sebagai berikut:

1. SIM C1: untuk sepeda motor di bawah 250 cc.

2. SIM C2: untuk sepeda motor 250 hingga 500 cc.

3. SIM C3: untuk sepeda motor di atas 500 cc.

SIM D

Banyak yang masih awam dengan SIM D. Jenis SIM ini diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan khusus, yakni untuk para penyandang disabilitas.

Baca juga: Ketahui Risiko Muatan Berlebih Pada Mobil Pick-Up

2. SIM Umum

Selain SIM Perorangan, ada pula SIM Umum. SIM jenis ini wajib dimiliki bagi para pengendara yang mengemudikan kendaraan untuk kepentingan umum atau komersil. SIM Umum dibagi menjadi 3 kategori berbeda, yaitu sebagai berikut:

SIM A Umum

SIM ini diperuntukkan bagi pengemudi yang mengemudikan kendaraan bermotor umum dan barang dengan berat kurang dari 3.500 kg.

SIM B1 Umum

SIM B1 Umum wajib dimiliki bagi para pengemudi yang mengendarai mobil penumpang dan barang umum dengan berat muatan lebih dari 1.000 kg.

SIM B2 Umum

Jenis SIM ini hanya digunakan oleh pengemudi kendaraan penarik atau kendaraan bermotor yang memiliki gandengan dengan berat muatan lebih dari 1.000 kg.

Baca juga: Ini Arti Kode Pelumas di Oli TMO, Pengguna Toyota Mampir!

3. SIM Internasional

Nah, selain SIM Perorangan dan SIM Umum, ternyata ada pula jenis SIM yang disebut SIM Internasional. Seperti yang kita tahu, SIM memang tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lainnya.

Karena adanya perbedaan SIM yang digunakan di setiap negara, kita wajib memiliki SIM Internasional jika ingin mengendarai kendaraan bermotor di luar negeri. SIM jenis ini pun dapat diterbitkan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri).

Penjelasan mengenai SIM Internasional sendiri sudah disebutkan dalam Pasal 9 Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2012. Untuk SIM Internasional, golongan dan penggunaannya ditetapkan berdasarkan Konvensi Internasional tentang Lalu Lintas Jalan (Convention on Road Traffic) dan berlaku selama tiga tahun.

Cara Pembuatan SIM

Membuat SIM memang tidak bisa sembarangan. Ada batas minimal usia dan beberapa dokumen yang harus dilengkapi sebelum SIM kita diterbitkan.

Setiap jenis SIM memiliki syarat dan ketentuan pembuatannya masing-masing. Agar lebih jelasnya, berikut ini informasi tentang cara pembuatan SIM sesuai dengan jenisnya masing-masing.

1. Membuat SIM Perorangan

Syarat untuk membuat SIM perorangan sudah diatur dalam Pasal 81 ayat (2), (3), (4), dan (5) UU No. 22 Tahun 2009. Bagi pengemudi yang ingin mengajukan pembuatan SIM, syaratnya adalah sebagai berikut:

1. Telah berusia 17 tahun untuk pengajuan SIM A, C, dan D

2. Telah berusia 20 tahun untuk pengajuan SIM B1

3. Telah berusia 21 tahun untuk pengajuan SIM B2

4. Melengkapi syarat administrasi (menunjukkan KTP, mengisi formulir, membuat rumusan sidik jari, serta Surat Keterangan Sehat dari dokter dan telah lulus tes psikologi).

5. Telah mengikuti ujian teori dan dinyatakan lulus dan melakukan simulasi berkendara pada layanan yang telah disediakan.

6. Pemohon SIM B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan, sementara pemohon SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.

Baca juga: Perbandingan Biaya Bikin SIM Sendiri atau Nembak, Untung Mana?

2. Membuat SIM Umum

Syarat untuk pembuatan SIM Umum telah diatur dalam Pasal 83 ayat (1), (2), dan (3) UU No. 22 Tahun 2009. Adapun persyaratan untuk membuat SIM Umum adalah sebagai berikut:

1. Memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan sama seperti SIM perorangan.

2. Telah dinyatakan lulus ujian teori dan praktik.

3. Pemohon SIM A Umum harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.

4. Pemohon SIM B1 Umum harus memiliki SIM B1 atau SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.

5. Pemohon jenis SIM B2 Umum harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.

3. Membuat SIM Internasional

SIM Internasional memang agak berbeda cara pembuatannya, karena tersedia pilihan pembuatan secara online maupun offline. Bagi yang ingin membuat SIM Internasional secara offline, maka bisa mendatangi gedung SIM internasional Korlantas Polri di Jalan MT Haryono Nomor 37-38, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan.

Sementara itu, jika ingin membuat SIM Internasional secara online, pengendara bisa mengunjungi laman https://siminternasional.korlantas.polri.go.id/. Jangan lupa untuk menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan untuk diunggah dalam format JPG/JPEG ke laman tersebut.

Secara umum, dokumen persyaratan yang harus disiapkan untuk pembuatan SIM Internasional adalah sebagai berikut:

1. Foto diri terbaru dengan syarat nampak 2 kancing kemeja, latar belakang putih, warna kemeja atau hijab tidak berwarna putih, dan tidak menggunakan kacamata.

2. KTP

3. KITAP (khusus Warga Negara Asing)

4. Foto paspor yang masih berlaku

5. SIM yang masih berlaku (sesuai dengan golongan SIM internasional yang akan diajukan pembuatannya).


  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya