OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Begini Cara Cek Oli Transmisi Matik, Mudah Kok!

Dilihat 8053
Tri Gusti
12 Jan 2021, 17:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mobil dengan transmisi otomatis sudah jadi menu wajib bagi para pemilik mobil utamanya di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, yang tingkat kemacetannya sangat tinggi.

Bukan hanya tak melelahkan kaki kiri, pengemudi juga dapat lebih nyaman ketika menghadapi kemacetan. Pun begitu, perawatan transmisi otomatis juga tidak semudah perawatan transmisi manual, terutama cara pengecekan olinya.

Pasalnya ada cara tersendiri untuk mengecek kondisi oli transmisi matik. Apakah melalui waktu ganti atau berkurang olinya, dan dari faktor-faktor lainnya.

Cek Oli Transmisi Dengan Benar


"Cara cek oli transmisi matik dimulai dengan memanaskan mesin mobil terlebih dulu, ketika suhu mesin sudah mencapai normal. Letakkan tuas transmisi di posisi P, lalu cabut deepstick oli transmisi. Selanjutnya bersihkan dengan lap atau tissue, lalu colok dan cabut lagi," ujar Eddie dari Boss Matic, bengkel spesialis matik di kawasan Bintaro 9.

Baca juga: 7 Cara Mudah Menghilangkan Karat Pada Mobil


Ketika dicabut yang kedua itulah kondisi oli matik yang sebenarnya. "Lihat dari deepstick, apakah dibawah batas maksimum olinya, atau warnanya berubah, atau ada bau sangit," tambah Eddie. 

Apabila kalian kondisi masih normal, bisa dipastikan oli masih dalam kondisi baik.

Proses pengecekan oli transmisi ini juga berlau pada mobil lawas yang dilengkapi dengan transmisi matik.

"Bedanya hanya di posisi tuas transmisi saja, letakkan di posisi N. Karena transmisi matik mobil lawas belum computerized biasanya. Jadi pada saat di N pelumasan oli lebih maksimal, selebihnya sama," beber Eddie.

Kalau di bengkel resmi sedikit berbeda cara ceknya. "Setelah suhu mesin mencapai normal, 'mainkan' tuas transmisi dari P ke R ke N ke D, lalu balik ke P lagi. Matikan mesin dan cabut deepstick oli matiknya. Bersihkan, colok dan cabut lagi, dari situ ketahuan kondisi olinya," jelas Sartono, Technical Leader Auto2000 Bintaro.

Jika oli matiknya dirasa kurang dari batas maksimum. Kalian bisa tambahkan sendiri melalui lubang deepstick tadi menggunakan corong tambahan yang sesuai ukuran. Namun jika kalian tak mau repot, sebaiknya bawa mobil ke bengkel.

Baca juga: Penyebab Mesin Mobil Bunyi Nging, Segera Cek Bagian Ini

Kalau kalian menemui warna pelumas berubah, sebaiknya segera lakukan penggantian oli secepatnya. "Oli ATF matik itu berwarna merah, jika sudah kecoklatan atau sudah mulai keruh. Tak ada salahnya diganti agar kondisi matik tetap aman," imbuh Sartono.

Begitu juga kalau tercium bau sangit, berarti ada indikasi masalah di transmisi matik kalian. Oleh karena itu, sebaiknya pemilik mobil lebih memberikan perhatian lebih, ketika memiliki mobil bertransmisi matik.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kalian. Jika ingin tahu promo-promo terbaru seputar mobil Toyota, bisa klik link dibawah ini:

Promo Toyota

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya