• Home>
  • Tips & Trik>
  • Begini Cara Menghilangkan Rantai Motor Yang Berisik Saat Musim Hujan
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Begini Cara Menghilangkan Rantai Motor Yang Berisik Saat Musim Hujan

Dilihat 1592
Rangga
7 Okt 2020, 11:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Begini Cara Menghilangkan Rantai Motor Yang Berisik Saat Musim Hujan

Otoloka.id - Beberapa jenis motor yang ada saat ini masih ada yang menggunakan rantai sebagai alat untuk menyalurkan tenaga ke roda. Dengan perannya yang cukup vital terseput, rantai motor harus selalu dijaga kondisinya terlebih saat memasuki musim hujan seperti saat ini. 

Biasanya, saat memasuki musim hujan rantai motor akan mengeluarkan suara yang berisik. Hal ini tentunya sangat mengganggu Anda dalam berkendara. Suara berisik dari rantai ini terjadi karena diakibatkan oleh kondisi rantai yang kotor, kering ataupun kaku. Kondisi rantai yang kotor ini harus segera dibesihkan, sebab jika tidak langsung dibersihkan akan mengakibatkan tak hanya akan menimbulkan bunyi berisik namun juga akan membuat rantai rusak. Kotoran yang dibuarkan menumpuk di rantai motor akan membuat rantai lama-kelamaan akan rusak. 

Baca Juga : Begini Cara Membersihkan Rantai Motor

Untuk menghilangkan sura berisik pada rantai memang terlalu sulit dilakukan. Namun hal ini bisa Anda minimalisir dengan membersihkan rantai dan memberikannya pelumas. Pemberian pelumas secara berkala pada rantai motor sangat penting terlebih saat memasuki musim hujan saat ini. 

Berikut ini adalah langkah-langkah pembersihan dan pelumasan rantai motor yang tepat. Langkah pertama semprot rantai dengan cairan penetran, lalu siramkan sesaat. Setelah itu, sikat rantai motor dengan menggunakan sikat khusus atau sikat gigi yang sudah tidak terpakai. Selanjutnya semprotkan kembali rantai motor dengan cairan penetran. Cairan ini dapat membuat kotoran yang ada di rantai dan gir akan rontok. Lalu keringkan rantai dengan menggunakan kain lap kering. 

Baca Juga : Oli Bekas Tidak di Sarankan Untuk Melumasi Rantai Motor, Ini Alasan!

Langkah terakhir, lumasi rantai dengan cairan chain lube. Seprot cairan chain lube pada rantai motor secara merata. Jangan gunakan oli bekas untuk melumasi rantai motor, sebab oli bekas banyak mengandung kotoran akibat hasil dari pelumasan di mesin. Selain itu oli bekas juga bisa membuat debu dan kotoran malah menempel di rantai motor. 

Lalu bagaimana jika rantai motor masih berisik? 

Jika Anda telah melakukan pembersihan dan pelumasan namun rantai motor masih menimbulkan suara berisik, maka cara lain yang perlu Anda lakukan yaitu dengan menyetel kembali rantai. Hal ini biasanya terjadi karena rantai motor yang kendur. Penyetelan rantai motor ini juga harus dilakukan dengan pas, karena nantinya akan mempengaruhi terhadap kinerja dari mesin. Selain itu, setelan rantai motor yang terlalu kencang juga malah akan membuat rantai motor cepat renggang. Untuk itu sebisa mungkin gunakan rantai dan gir motor yang orisinil, karena akan mempengaruh terhadap waktu penggunaan dan tentunya kualitasnya. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya