• Home>
  • Tips & Trik>
  • Berikut Efek Samping yang Didapat Ketika Mencampur Bensin Beda Oktan

Berikut Efek Samping yang Didapat Ketika Mencampur Bensin Beda Oktan

  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins
EKO
13 Jan 2022, 14:48
  • Suka 0

Otoloka.id- Makanan utama mesin adalah bahan bakar. Di Indonesia, bensin merupakan bahan bakar yang dijual dengan beberapa varian, yang biasanya dibedakan menurut nilai oktan yang dikandung. Sebagai pemilik kendaraan, sering kali kita suka mencampur bahan bakar dengan berbagai varian yang disediakan.

Mencampur bahan bakar memang banyak tujuannya, ada yang percaya kalau konsumsi bahan bakar lebih irit, performa mesin makin mantap, bahkan ada juga yang percaya menggunakan bensin dengan nilai oktan tertentu dapat membersihkan area mesin.

Mencampur bahan bakar memang sah-sah saja, apalagi kalau mencampur bahan bakar karena terpaksa, alias bahan bakar yang biasa dipakai kendaraan kita, ternyata stoknya lagi habis. Namun, ternyata mencampur bensin dengan varian berbeda juga memiliki efek samping, lho. Apa saja itu? Simak terus.

1 Mesin Tak Mendapatkan Manfaat Lebih dari Bahan Bakar

Setiap bahan bakar memiliki fitur tambahan berupa aditif yang apabila bertemu dengan spesifikasi mesin yang sesuai, akan terasa manfaatnya. Iritnya konsumsi bahan bakar, ruang mesin yang bersih merupakan beberapa manfaat yang diberikan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin.

Namun, jika mesin tak menerima asupan bahan bakar yang sesuai, justru manfaat tersebut tidak akan terasa, karena bensin hanya bertugas untuk sebagai media pembakar untuk menghasilkan tenaga saja.

Mencampur bensin yang diperlukan mesin dengan bensin yang tak sesuai spesifikasi juga berakibat dari borosnya konsumsi bahan bakar, akibat pembakaran yang tidak optimal. Alih-alih ingin irit, yang ada malah dompet menjerit.

2 Menyebabkan Mesin Ngelitik

Selain bahan bakar menjadi lebih boros, mencampur bahan bakar dengan grade lebih rendah juga membuat komponen dalam mesin cepat aus. Biasanya tanda-tanda keausan terlihat dari banyaknya kerak yang menempel di sekitar piston, di payung klep, dan area kepala silinder.

Sudah pasti, jika komponen tersebut diselimuti oleh kerak akibat pembakaran yang kurang sempurna, kinerja mesin akan kurang maksimal, dan akibat yang ditimbulkan adalah mesin yang ngelitik atau gejala knocking.

Mencampur bahan bakar dengan kualitas di atas spesifikasi mesin juga bisa menyebabkan mesin ngelitik, lho. Ini lantaran bahan bakar dengan nilai oktan lebih tinggi, lebih mampu menahan pembakaran yang akibatnya menimbulkan kerak dan menyebabkan gejala knocking.

3 Performa Mesin Loyo

Bagi yang percaya bahwa menggunakan bahan bakar dengan oktan lebih tinggi mampu membuat performa mesin makin tokcer, ternyata hal tersebut salah besar.

Setiap bahan bakar berpotensi menimbulkan deposit berupa kerak, makanya bensin tersebut dicampur dengan aditif yang disebut Deposit Control Additives (DCA) untuk meminimalkan deposit yang dihasilkan akibat pembakaran.

Nah, tiap tingkatan oktan akan memiliki DCA dengan komposisi yang berbeda. Jika tak sesuai, kerak akan timbul, dan mesin bergejala knocking. Akibatnya dalah performa mesin malah jadi loyo. Memang, yang paling benar adalah menggunakan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi mesin.

Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

    Rekomendasi

    Komentar

    Kirimkan

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      OTOLOKA Toolkit

      Memberikan Anda layanan kalkukasi kredit, perawatan, konsumsi bahan bakar dan asuransi kendaraan