• twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins

Berikut Penyebab Turbocharger Mobil Cepat Rusak

EKO
2022-01-14 17:25:13

Otoloka.id- Turbocharger merupakan teknologi yang sudah lama diaplikasikan pada kendaraan. Tujuannya adalah untuk efisiensi bahan bakar, dengan cara memasukan kembali gas sisa pembakaran untuk dibakar lagi.

Selain untuk efisiensi bahan bakar, turbocharger juga memiliki manfaat lain berupa performa mesin yang meningkat. Tak heran juga, kalau teknologi ini dipakai untuk mobil-mobil yang sengaja dibuat untuk memaksimalkan performa.

Ketika dipakai, mobil yang menggunakan teknologi turbocharger lama-kelamaan juga akan mengalami keausan. Salah satu akibat yang ditimbulkan adalah menurunnya performa mesin yang tak seperti biasanya. Namun kalau performa mesin tiba-tiba menurun padahal belum waktunya komponen rusak, berarti ada penyebab lain tuh. Apa saja itu? Simak terus.

1. Salah Pilih Oli Mesin

Dilansir dari pertaminafuels.com, turbocharger memang posisinya berada di luar mesin. Namun komponen di dalamnya digerakkan oleh mesin. Komponen yang bergerak membutuhkan oli, dan cairan tersebut juga menjadi pelumas untuk bagian dalam mesin.

Jika mesin mobil tak mendapat asupan oli yang sesuai dengan kebutuhan, otomatis kinerja mesin tidak akan optimal, yang tentunya akan mempengaruhi kinerja dari turbocharger itu sendiri. Akibatnya, performa turbocharger menurun, tenaga mesin juga ikut menurun.

Oli dibutuhkan karena fungsinya yang mampu melumasi setiap bagian dalam mobil dari friksi, apabila pelumasan tak sempurna, kemungkinan friksi makin besar, dan akan menimbulkan panas berlebih. Dan akhirnya terjadi penurunan kinerja.

2. Menggunakan BBM Oktan Rendah

Turbocharger memanfaatkan sisa pembakaran mesin untuk dimasukkan lagi ke ruang bakar. Bahan bakar yang menjadi zat utama dalam pembakaran mesin, haruslah sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan. Apalagi mesin yang menggunakan turbo, tipikal mesin dengan kompresi tinggi.

Untuk mengimbangin spesifikasi yang dibutuhkan oleh mesin berteknologi turbo, haruslah bensin yang memilikikandungan oktan tinggi. Pasalnya bahan bakar tersebut lebih tahan terhadap tekanan yang dihasilkan oleh kompresi.

Apabila mesin turbo dipaksa minum bbm beroktan rendah, akibatnya adalah kerusakan pada komponen internal mesin, seperti connecting rod dan piston yang jebol karena bahan bakar meledak lebih awal.

3. Adanya Benda Asing atau Tumpukan Kotoran

Selain memasukkan lagi sisa pembakaran ke dalam ruang mesin, turbocharger juga memanfaatkan udara segar untuk bekerja. Oleh karena itu, filter udara memiliki fungsi vital pada mobil bermesin turbo.

Apabila ada benda asing berupa kotoran atau debu yang masuk ke sistem kompresor udara, maka lama kelamaan akan menjadi deposit dan akhirnya akan merusak turbocharger. Kerusakan tersebut diakibatkan oleh beratnya putaran turbin pada turbocharger.

4. Seal yang Aus atau Rusak

Seal merupakan salah satu komponen yang fungsinya untuk menjaga cairan agar tidak bocor. Kasusnya pada mesin turbo adalah, seal tersebut menghubungkan antara kompressor dengan mesin. Jika seal sudah aus atau berkualitas jelek, otomatis oli mesin akan merembes dan mengenai sistem pembuangan.

Jika rembesan oli tersebut ikut masuk ke ruang bakar mesin turbo, maka kinerja turbo akan tidak maksimal dan tidak efisien. Hal ini lama-kelamaan akan menyebabkan turbocharger itu sendiri cepat rusak. 

Ikuti media sosial kita:
  • Dilihat 4802
  • Suka 0
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

Rekomendasi

Komentar

Kirimkan

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    Rekomendasi Populer

    Rekomendasi Mobil

    OTOLOKA Toolkit

    Simulasi KreditSimulasi Asuransi
    *Tipe mobil
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan(Tahun)
    Silahkan pilih masa cicilan
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Hitung
    Reset