Berikut Tanda-Tanda Kampas Kopling Mobil Habis

  • twitter
  • facebook
  • whatsapp
  • ins
EKO
11 Jan 2022, 09:00
  • Suka 0

Otoloka.id- Salah satu pembeda yang paling mudah diketahui antara mobil bertransmisi manual dengan otomatis adalah, tidak adanya pedal kopling di ruang kemudi mobil transmisi otomatis. Kalau di transmisi manual, ada di pojok sebelah kiri menemani pedal rem dan gas.

Khusus untuk sistem transmisi manual, ketika pedal kopling diinjak, maka mobil seakan-akan berada di posisi netral, alias netral semu, karena ketika pedalnya dilepas tidak akan netral lagi yang berarti tenaga mesin tersalurkan ke roda mobil.

Kopling merupakan komponen yang bertugas untuk menghubungkan gigi transmisi dengan poros engkol yang diteruskan ke roda. Ketika putaran mesin sudah tinggi, kopling akan merenggang yang artinya memutus saluran tenaga mesin ke transmisi untuk melakukan perpindahan percepatan.

Untuk memutus dan menyambungkan saluran tenaga dari mesin, kopling memiliki beberapa komponen utama, seperti plat gesek, kampas kopling, dan per kopling. Ketiga komponen tersebut seiring dengan pemakaian mobil, akan mengalami keausan.

Dari ketiga komponen utama pada kopling, kampas kopling lah yang memiliki masa pakai lebih pendek, karena komponen ini bentuknya seperti plat yang memiliki bagian yang sifatnya abrasif ketika dipakai. Kampas kopling lebih cepat aus ditemukan pada mobil yang mengadopsi sistem transmisi manual.

Karena tiap orang memiliki gaya dan cara mengemudinya masing-masing, keausan pada kampas kopling di mobil bersistem transmisi manual juga berbeda di tiap kendaraan. Nah, untuk mengetahui tanda-tanda kampas kopling mobil kita aus, mari kita kulik lebih dalam.

Pedal Kopling Lebih Tinggi

Salah satu indikasi dari kampas kopling mobil kita habis adalah, posisi pedal kopling yang lebih tinggi dari pedal lainnya.

Memang, pedal kopling dapat diatur ketinggiannya. Namun, apabila pemilik mobil menemukan posisi pedal kopling lebih tinggi dari pengaturan normal, wah itu kemungkinan besar kampas kopingnya yang sudah habis.

Kinerja Mesin Menurun

Ketika pedal kopling posisinya lebih tinggi, maka saat mobil dinyalakan dan dijalankan, pengemudi akan merasakan keanehan, yaitu kinerja mesin yang menurun, terutama saat berakselerasi. Makin pedal gas diinjak lebih dalam, mesin mobil malah meraung atau berdecit.

Menurunnya akselerasi mobil lantaran kopling yang menjadi penyalur tenaga mesin ke sistem transmisi, tak menyalurkan tenaga sesuai dengan yang semestinya karena kampas kopling yang habis.

Untuk mendapatkan tenaga yang diinginkan, biasanya pengemudi akan menginjak pedal gas lebih dalam lagi. Akibatnya, menginjak pedal gas lebih dalam, namun dalam kondisi kampas kopling habis, akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dari biasanya.

Tercium Bau Hangus

Kopling berperan dalam menyalurkan tenaga yang diperoleh dari poros engkol (crankshaft) ke sistem transmisi, dan diteruskan lagi ke penggerak roda. Makin sering transmisi melakukan perpindahan, maka makin sering juga kopling bekerja.

Kampas kopling yang bekerja terlalu berat, akan terbakar dan menimbulkan bau yang tak sedap, yang biasa disebut sebagai bau sangit. Kalau kita pernah melalui medan yang sedikit curam seperti daerah Puncak Bogor, pasti suka tercium bau sangit saat lalu lintas menanjak dalam keadaan macet.

Bau hangus yang terjadi pada sistem transmisi manual tersebut, juga bisa berdampak pada mobil dengan transmisi otomatis ketika kampas koplingnya habis. Karena, yang membedakan dari sistem transmisi otomatis dengan manual hanya proses kinerjanya saja.

Perpindahan Transmisi Berat

Ketika kampas kopling habis, maka penyaluran tenaga dari poros engkol ke sistem transmisi akan terganggu yang ditandai dengan susahnya melakukan perpindahan gigi.

Hal tersebut terjadi lantaran kampas kopling yang habis, tak bisa melakukan kerjanya, yaitu memutus atau menyalurkan tenaga mesin ke sistem transmisi untuk perpindahan gigi.

Hal tersebut, sama saja seperti melakukan perpindahan gigi tanpa menginjak pedal kopling, yang tentunya akan terasa lebih sulit ketimbang menginjak pedal kopling.

Selain berat, perpindahan gigi ketika kampas kopling habis akan terasa lebih kasar dan menghentak akibat kampas yang sudah tak kuat menghentikan daya yang disalurkan mesin.

Getaran mesin berlebih

Sudah sepatutnya mesin pembakaran internal mengalami getaran. Ini karena di dalam mesin banyak komponen yang bergerak. Namun, ketika getaran mesin terasa tidak wajar, bisa saja itu disebabkan dari kampas kopling yang habis.

Oli Berwarna Kehitaman

Pada mobil yang bertransmisi manual maupun otomatis, biasanya menggunakan kopling basah, alias terendam oleh oli. Ketika kampas kopling sudah habis, akan menimbulkan residu yang akan tercampur dengan oli. Oleh karena itu, ketika kampas kopling habis, warnanya menjadi kehitaman diselingi dengan serbuk-serbuk kampas kopling.

Tercampurnya residu kampas kopling dengan oli, akan membuat komponen lain di dalam mesin akan cepat rusak juga. Jika kerusakan bertambah parah, mau tidak mau mesin mobil akan di overhaul.

Kesimpulan

Apabila pemilik kendaraan menemui beberapa gejala di atas, ada baiknya langsung membawa ke bengkel yang terpercaya untuk dilakukan pengecekan dan penggantian komponen.

Jika gejala-gejala tersebut didiamkan, pastinya akan membuat komponen pada mobil lebih banyak yang diganti dan mengeluarkan uang lebih banyak lagi.

Gaya mengemudi yang tidak agresif, juga penting untuk menjaga agar kampas kopling punya masa pakai yang lebih lama. 

Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!

Kendaraan Terkait

    Rekomendasi

    Komentar

    Kirimkan

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      Rekomendasi Populer

      Rekomendasi Mobil

      OTOLOKA Toolkit

      Memberikan Anda layanan kalkukasi kredit, perawatan, konsumsi bahan bakar dan asuransi kendaraan