• Home>
  • Tips & Trik>
  • Berikut Tips Mengendarai Motor Kopling Manual untuk Pemula
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Berikut Tips Mengendarai Motor Kopling Manual untuk Pemula

Dilihat 4147
EKO
9 Nov 2021, 19:32
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

pengendara motor bmw kopling manual

Otoloka.id- Sampai saat ini, motor dengan kopling manual memang masih menjadi daya tarik. Padahal, teknologi sudah banyak berkembang, mulai dari motor dengan kopling otomatis, motor tanpa percepatan atau matic, sampai motor listrik.

Ada beberapa kelebihan yang dapat ditemui pada motor dengan kopling manual, contohnya seperti akselerasi yang lebih spontan, perawatan yang lebih mudah dan murah, dan yang paling penting adalah, kita bisa mengontrol secara penuh perpindahan gigi.

Namun, untuk mencapai tahap kontrol penuh perpindahan gigi motor kopling manual, bagi pengendara pemula memang harus mengetahui tips berkendara dengan motor tersebut. Agak tricky memang, tapi jika sudah ketemu feelnya, maka akan mudah di kemudian hari.

Berikut beberapa langkah mengendarai motor kopling manual;

1. Gunakan Riding Gear Lengkap

Hal ini sebenarnya memang pakaian yang wajib digunakan untuk berkendara sepeda motor, yang berupa sarung tangan, sepatu, dan helm. Ketiganya memang befungsi untuk melindungi bagian tubuh saat terjadi kecelakaan.

Apalagi ketika ingin mengendarai sepeda motor kopling manual, perlengkapan tersebut harus ada, karena memang motor jenis tersebut punya akselerasi yang instan, ketika tuas kopling dilepas.

2. Pilih Kubikasi Mesin Kecil

Sepeda motor memang punya rentang kubikasi mesin yang besar, mulai dari puluhan cc, sampai ribuan cc. Untuk belajar, lebih baik cari motor dengan kubikasi yang kecil terlebih dahulu.

Kubikasi mesin yang kecil otomatis punya keluaran tenaga yang kecil juga, yang pastinya membuat kontrol akan sepeda motor menjadi lebih mudah.

Baca juga: Komponen Motor yang Perlu Dicek Ketika Musim Hujan

3. Pahami Seluk Beluk Motor Kopling Manual

Banyak yang bilang, untuk mengerti sesuatu, harus pahami juga seluk beluk di dalamnya. Begitupun dengan motor kopling manual, kita harus pahami kinerjanya, dan susunan perpindahan giginya.

Biasanya, motor kopling manual mempunyai tuas handle kopling di bagian stang kiri, dan perseneling berada di pijakan kaki sebelah kiri. Namun, pada beberapa motor ada juga yang di sebelah kanan (motor Eropa jadul), dan ada juga yang persnelingnya di stang seperti Vespa klasik.

Sembari memahami, cek juga kondisi motor yang akan dijadikan bahan belajar, apakah kondisinya layak jalan atau tidak. Pasalnya sepeda motor yang kurang sehat, akan berpengaruh pada proses pembelajaran kita mengendarai sepeda motor kopling manual.

4. Mulai Coba Mengendarai

Ketika mencoba mengendarai, mula-mula kita harus ambil posisi senyaman mungkin. Jika sudah merasa nyaman, nyalakan mesin dan pastikan kondisi gigi berada di posisi netral. Selanjutnya, tekan handle kopling.

Setelah handle kopling ditekan, lalu masukan gigi ke posisi satu atau dua jika kubikasi mesin terlalu besar. Ketika gigi sudah masuk, lepas kopling perlahan sembari memutar selongsong gas. Jika motor tersendat, tekan lagi tuas kopling supaya motor berada di posisi netral semu.

Lalu ulangi lagi proses tersebut sampai motor berjalan mulus. Apabila kitiran mesin sudah tinggi, maka tekan tuas kopling lagi, dan masukan gigi berikutnya. Jika ingin melambat, injak rem lalu tekan kopling, dan turunkan posisi gigi. Terus lakukan hal ini sampai benar-benar lancar

Pada proses ini, diharapkan untuk dilakukan di tempat lapang yang datar dan sepi, supaya lebih aman bagi pengendara yang baru belajar, maupun pengendara lain di sekitar.

Baca juga: Inilah Cara Mengkilapkan Bodi Motor, Mudah Kok!

5. Macet, Menanjak, dan Menurun

Mengendarai sepeda motor dengan kopling manual memang terkesan ribet. Apalagi ketika menemui medan yang menanjak, menurun, dan menemui kemacetan. Dijamin yang baru belajar akan merasa sedikit gugup.

Perasaan gugup ketika menemui medan-medan tersebut hal biasa, intinya cuma tinggal mengaplikasikan yang telah dipelajari pada poin sebelumnya.

Seperti contoh saat menemui jalanan macet, anggap saja kita sedang belajar motor kopling dengan kecepatan dan posisi gigi rendah. Jika menemui kemacetan yang memakan waktu lama, tinggal pindahkan saja posisi gigi ke netral, dan masukkan lagi gigi ketika sudah mulai jalan.

Apabila pengendara menemui medan tanjakan, kuncinya hanya pada pengaturan gas, dan posisi gigi saja. Idealnya, untuk menanjak menggunakan posisi gigi rendah, seperti gigi satu atau dua.

Hal yang sama juga berlaku pada saat menurun, gigi rendah membantu mengurangi laju kendaraan, namun harus diingat posisi gigi jangan terlalu rendah, agar mesin tidak ngejim dan tetap harus menginjak rem. 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Orang Lain Juga Melihat

    Otoloka menyediakan Isuzu Traga informasi model Mobil Indonesia terbaru, termasuk pemotretan fotografer profesional, banyak adegan latar belakang dari berbagai sudut, membantu Anda memahami berbagai informasi tentang mobil ini secara visual. Tidak hanya itu, masih ada layanan pemilihan mobil yang mendukung, konten yang bagus, harga spesial yang membantu Anda untuk membeli mobil impian.

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya