• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Cara dan Etika Memakai Lampu Sein di Jalan

Dilihat 194
Guntur Hanggara
30 Jul 2020, 15:04
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Putaran sinyal (turn signal) adalah perangkat yang mengatur komunikasi antara pengendara baik menggunakan dua roda atau empat roda ketika mereka ingin mengubah jalur atau berbelok. Ini telah disepakati secara internasional termasuk UU yang dikeluarkan di negara tersebut. Selain itu ada etika dalam menyalakan sinyal belok saat berkendara di jalan.

Suara artikel diatur dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Transportasi Jalan. Namun, masih banyak pengguna jalan yang tidak sepenuhnya mengetahui etika dalam menyalakan sinyal belok dan prosedur penggunaannya.

Singkatnya, lampu sein harus dinyalakan pada momentum yang tepat untuk mencegah kecelakaan lalu lintas. Pengemudi setidaknya telah mengaktifkan sinyal belok tiga detik sebelum memutar atau mengubah jalur. Simak penjelasan Otoloka berikut ini.

Etika Nyalakan Lampu Sinyal Nyala

Lampu sein berfungsi sebagai alat komunikasi dengan pengendara lain saat mereka mengemudi di jalan. Lampu sein harus digunakan pada waktu yang tepat untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan mengganggu pengendara lain. Untuk alasan ini, sangat penting untuk mempelajari etika dalam menyalakan lampu sein saat di jalan.

Sinyal Belok Kanan

Sinyal belok kanan umumnya digunakan saat kendaraan akan berganti jalur atau berbelok ke kanan. Saat menyalip mobil yang datang dari jalur yang berlawanan, pastikan ada cukup ruang saat menyalip di belakang. Setelah menyalip, jangan lupa mematikan lampu sein dengan segera dan meninggalkan jarak yang cukup sehingga kendaraan di belakang dapat memasuki jalur awal.

Demikian juga, jika Anda berada dalam posisi untuk dikalahkan dari jalur yang berlawanan tetapi tidak cukup untuk meninggalkan ruang, berikan sinyal dengan menyalakan sinyal yang tepat.

Saat mengemudi di jalan dengan dua jalur yang berlawanan, sinyal yang tepat bisa menjadi komunikasi dengan kendaraan di belakang. Saat mengambil alih, nyalakan sinyal yang tepat jika aman untuk melanjutkan. Setelah menyalip kendaraan di depan, matikan lagi sinyal belok jika kondisinya telah kembali ke jalur yang sesuai.

Belok Sinyal ke Kiri

Selanjutnya, dalam etika menghidupkan sinyal belok terkait dengan sinyal belok kiri. Sinyal belok kiri umumnya digunakan ketika kendaraan akan berganti jalur atau akan berbelok ke kiri. Ketika Anda berada di jalan yang cukup besar, dan ingin menyalip kendaraan yang berada di sisi kanan jalan, Anda dapat menyalakan sinyal belok kiri dalam proses menyalip kendaraan.

Selain itu, kendaraan besar biasanya bergerak dengan kecepatan lambat di jalur kanan jalan, cara mengatasinya dengan menyalakan sinyal belok tiga detik sebelum proses penyaliban.

Sesuaikan ritme kecepatan kendaraan yang disesuaikan dengan kendaraan di arah yang berlawanan. Pastikan kendaraan masih di luar jangkauan sehingga Anda dapat dengan mudah menyalip mobil. Jangan lupa untuk memberikan klakson saat kembali ke jalur baru sebagai kesan terima kasih karena memberi ruang dan jalan.

 Demikian informasi tentang etika menyalakan sinyal belok di jalan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa baca artikel menarik lainnya.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya