• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Cara Menyalip Bus atau Truk Dengan Benar dan Aman

Dilihat 473
Eza Fadil
4 Sep 2020, 14:44
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Berkendara di sekitar truk atau bus tidak boleh sembarangan, ada tekniknya! Mengemudi di sekitar truk perlu mengetahui bahwa dari sudut pandang pengemudi truk, truk memiliki beberapa titik buta atau bidang pandang yang terhalang.

Dengan berlama-lama di belakang kendaraan besar seperti bus dan truk, bisa membahayakan pengemudi di belakangnya. Namun jika ingin menyalip, jangan asal lakukan karena ada prosedurnya. Jusri Pulubuhu, Direktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan ada tiga prinsip saat menyalip, apakah perlu atau tidak menyalip dalam kondisi seperti ini.

Baca Juga: 5 Tips Menjaga Harga Mobil Bekas Tetap Stabil

Prosedur sebelum menyalip itu perlu atau tidak untuk menyalip, karena kecelakaan biasanya terjadi di Indonesia atau di luar negeri kalau kita selesaikan karena salah menyalip. Proses menyalip kendaraan sebenarnya sederhana.

Pertama lihat kaca spion, kemudian cek bahu atau lihat kondisi depan. Jika aman untuk berpindah jalur, tambahkan kecepatan dan menyusul. Namun nyatanya tidak semudah itu. Banyak faktor yang membuat tindakan menyalip berisiko. Tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk kendaraan di depan. Bisa menyalip atau kendaraan lain di jalur berlawanan.

Kalau kita tidak paham dan hanya menyalip, bus atau truk ini tidak akan melihat posisi kita, karena blind spot busnya juga besar. Blind spotnya linier dengan dimensinya, makin besar bodi makin besar blind spotnya.

Berikut cara menyalip bus atau truk dengan benar dan aman: 

1. Pastikan pengemudi bus dan truk mengetahui posisi kita 

Bagaimana cara kita memantau agar pengemudi tahu di mana kita berada. Sebelum menyalip, posisikan badan mobil atau motor hingga kita bisa melihat kaca spion dan melihat gambar wajah atau minimal kepalanya. “Kalau kita tidak bisa melihat kepalanya, itu artinya kita berada di sisi buta dia. Kalau itu tandanya pengemudi tidak bisa melihat kita padahal kita di sampingnya.

2. Komunikasi menggunakan klakson atau lampu sein 

Jika misalnya kita tidak bisa melihat kepala pengemudi dari kaca spion, maka kita harus mundur sambil mengurangi kecepatan dan membunyikan klakson. Usahakan untuk berkomunikasi sampai ada indikasi dari pengemudi paham, seperti memberi sinyal kiri atau kanan. Kalau tidak ada rambu jangan menyalip.

Jika pengemudi sudah memberikan sinyal ini, itu tandanya dia tahu di mana kita berada. Seperti membunyikan klakson, memberi sinyal belok atau sedikit ke kiri. “Kalau begitu kasus atau gayanya bergerak ke kiri, langsung proses (menyalip).

3. Naikan kecepatan 

Nah, ada satu poin tambahan yang tak kalah penting untuk kamu perhatikan, adalah soal kecepatan yang dianjurkan untuk menyalip. Menurut Jusri, anjuran kecepatan untuk menyalip itu sebaiknya 20 km/jam lebih cepat daripada kendaraan yang ingin disalip. 

Tapi dalam hal ini pengendara juga harus ada memperhatikan juga, jika kendaraan yang ingin disalip melaju dengan kecepatan sangat tinggi, sebaiknya jangan ngotot untuk menyalip. Karena sudah pasti melaju dengan kecepatan tinggi akan membuat traksi roda menjadi tidak optimal dan membuat pengendara lebih sulit untuk mengendalikan kendaraan. Hal itu sangat tidak aman yang tentunya juga dapat memicu kecelakaan di jalan raya.

Baca Juga: Tips Berkendara Saat Hujan Tetap Aman

Jadi menyalip memang bisa dikatakan susah-susah gampang. Tapi, berhati-hati dan pahami segala aturan dalam berkendara, demi seseorang yang menunggu kamu untuk pulang.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya