• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Cara Merawat Kelistrikan Mobil Eropa Peugeot

Dilihat 169
Guntur Hanggara
24 Jul 2020, 14:31
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Banyak sektor perlu dirawat, di dalam mobil. Mulai dari bodi, mesin, kaki, hingga merawat listrik mobil. Selama pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, mobil menjadi kurang digunakan.

Meski begitu, pemilik mobil sejati jangan lupa merawat listrik mobil. Pemanasan mesin adalah cara termudah. Namun, jika mesin tiba-tiba susah dihidupkan, ada beberapa hal yang harus diwaspadai. Lihatlah ulasan Otoloka.

Pertama, jika gejalanya disebabkan oleh baterai berlebih atau kendor, pemilik mobil Eropa, terutama Peugeot dari semua jenis, tidak boleh memaksa mesin untuk hidup. Karena, jika dipaksakan, masalah akan muncul dalam sistem elektronik kendaraan.

Secara umum, baterai atau baterai Peugeot dibagi menjadi 3 jenis, yaitu tipe L1 390 Ampere, tipe L2 480 Ampere dan tipe L3 720 Ampere.

Merawat Kelistrikan Mobil Khususnya Aki

Mekanisme kerjanya adalah 42 ampere / jam untuk L1, 60 Ampere / jam untuk L2 dan akhirnya, L3 hingga 70 Ampere / jam. Secara umum, baterai yang digunakan adalah tipe L2 karena mampu mengakomodasi kebutuhan listrik kendaraan.

Kemudian, kebutuhan akan standar listrik telah dihitung oleh Peugeot. Di luar itu atau penambahan daya dalam kendaraan, sering membuat pasokan listrik tambahan. Misalnya, penambahan sistem audio ke lampu yang jelas menyedot sumber listrik.

Kami merekomendasikan bahwa untuk penambahan audio atau lampu atau peralatan lainnya, dapat dikonsultasikan ke bengkel resmi untuk dapat mengatasi masalah kelistrikan mobil. Jika tidak, ini dapat membatalkan garansi mobil.

Merawat Kelistrikan Mobil Modern Lebih Banyak

Selain itu, jika baterai mengalami masalah, sebaiknya jangan engkol mesin atau starter mesin lebih dari 3 kali. Ini akan menyebabkan masalah dengan sistem elektronik kendaraan.

Risiko terburuk adalah program pada ECU dan BSI (Built-in System Interface) atau kontrol elektronik dari sistem kendaraan secara alami akan terkunci. Sistem kelistrikan tidak stabil.

Bisa jadi sumber daya kendaraan berasal dari baterai yang terganggu atau tidak stabil. Artinya, kemampuan komponen internal dalam baterai yang bertugas menyimpan energi listrik (karya Altenator) tidak optimal.

Fungsi baterai adalah untuk menyimpan dan membawa arus listrik, sesuai dengan kebutuhan komponen yang akan difungsikan. Jika kondisi baterai mulai tidak stabil, begitu mesin mati setelah mobil dinyalakan, tegangan yang tersimpan tidak lagi ideal.

Begitu Anda ingin menghidupkannya kembali, biasanya mesin mobil menjadi sulit atau bahkan tidak mau hidup. Untuk menyalakan mesin mobil, memang perlu tegangan dan arus listrik yang sangat besar. Salah satu indikasi bunyi starter dinamo terdengar lemah.

Tanda-tanda mobil tidak mau menyala juga terasa sama seperti baterai setrum yang kurang. Biasanya ini penyebab yang berbeda. Jika baterai kekurangan daya karena usia penggunaan, sementara kekurangan setrum dapat disebabkan oleh energi yang terbuang ketika mesin tidak berjalan atau ada masalah dalam komponen pengisian baterai.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya