• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Cara Mudah Irit Bensin Saat Berkendara

Dilihat 119
Guntur Hanggara
19 Jun 2020, 14:28
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu akibat pandemic Covid-19, langkah efisiensi perlu dilakukan. Tidak hanya dalam urusan makan dan minum, tapi juga lainnnya. Salah satu yang harus dilakukan adalah mengerem ongkos transportasi.

Seperti penggunaan bensin untuk mobil. Tentu saat aktivitas kerja yang membutuhkan moda transportasi semisal mobil akan sangat menyedot pengeluaran bulanan. Untuk meminimalkan hal itu, langkah untuk irit bensin ketika berkendara perlu dilakukan.

Otoloka memberikan beberapa langkah mudah agar para pemilik kendaraan bisa berkendara lebih efisien, dalam artian irit bensin.

- Jaga Kondisi Mesin

Kondisi mesin yang selalu prima akan mempengaruhi konsumsi BBM. Itu sebabnya dianjurkan agar Anda selalu melakukan perawatan rutin dan servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000km.

- Perhatikan Batas Kecepatan

Hindari percepatan ataupun perlambatan yang mendadak. Hindari menginjak pedal gas terlalu dalam, karena hal ini dapat membuat efisiensi BBM menurun sekitar 19%.

- Atur Putaran Mesin

Putaran mesin yang terlalu tinggi atau rendah secara konstan akan membuat konsumsi BBM lebih besar. Cara mengemudi yang hemat BBM adalah dengan mengoper gigi di kisaran putaran mesin 1.500-2.200 RPM untuk mesin bensin, atau 1.100-2.000 RPM untuk mesin diesel.

- Gunakan Gigi yang Tepat

Saat mengemudikan mobil bertransmisi manual, jangan tunggu mesin meraung jika ingin memindahkan gigi ke posisi yang lebih tinggi. Selain itu, mengemudikan mobil dengan gigi rendah secara terus-menerus, atau dengan gigi tinggi saat melintasi daerah berbukit dan menanjak juga akan membuat boros pemakaian bensin.

- Kurangi Beban Saat Berkendara

Mungkin Anda tidak percaya, tapi mengeluarkan barang-barang yang tidak  perlu dari mobil juga dapat menghemat konsumsi BBM, lho. Karena setiap penambahan muatan sebesar 20 kilogram, akan menambah konsumsi BBM sekitar 1%. Jadi, semakin berat beban yang dibawa mobil, maka akan semakin boros juga konsumsi BBM-nya.

- Matikan Mesin

Saat macet, Anda kerap harus berhenti, jalan kembali, pindah lajur, dan hal-hal lain yang bisa mengakibatkan borosnya pemakaian BBM. Untuk itu, jika terjebak dalam kemacetan dalam waktu lama, disarankan agar Anda mematikan mesin untuk menghemat BBM. Kini sebenarnya, hal tersebut tidak perlu dilakukan karena di mobil modern sudah ada fitur automatic start and go.

- Perhatikan Suhu dan Cuaca

Secara ilmiah, jika mobil Anda lebih sejuk, penguapan BBM akan lebih sedikit, sehingga BBM pun akan lebih irit. Untuk itu, parkir lah di tempat yang teduh untuk mengirit BBM mobil Anda.

- Matikan AC Sebelum Mematikan Mobil dan Panaskan Mobil Secukupnya

Jika Anda adalah tipe pemilik mobil yang terbiasa langsung mematikan mesin mobil Anda tanpa mematikan AC dan kelengkapan elektrik lainnya, sebaiknya hentikan kebiasaan itu sekarang. Dengan mematikan semua perangkat elektrik sebelum mematikan mesin, maka jumlah BBM yang terpakai akan lebih sedikit karena beban lebih ringan saat Anda menyalakan mesin kembali.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya