• Home>
  • Tips & Trik>
  • Ganti Ban Berdasarkan Usia Pakai atau Dari Kondisi Fisiknya?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ganti Ban Berdasarkan Usia Pakai atau Dari Kondisi Fisiknya?

Dilihat 3494
Ismet
23 Mar 2021, 22:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id- Ban merupakan komponen yang sangat penting pada mobil. Bukan hanya menjadi satu-satunya komponen yang menggerakkan mobil, tapi ban juga berperan pada keselamatan, dan kenyamanan penumpang. Bahkan juga mempengaruhi keiritan konsumsi BBM.

Namun ternyata masih banyak yang meremehkan fungsi ban. Seringkali tekanan angin ban tidak diperhatikan, apalagi kondisi secara fisik. Padahal dampaknya sangat fatal. Kecelakaan sering terjadi diakibatkan pecah ban atau kondisi yang sudah tipis.

Nah, sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk mengganti ban mobil Anda? Melihat dari usia pakai atau dari kondisi fisik ban itu sendiri? Seperti dikutip dari laman resmi Hyundai Indonesia, dalam hal ini sebenarnya kedua indikator tersebut bisa digunakan. Jika mobil jarang digunakan, patut diketahui jika ban juga mempunyai usia pakai. Tidak serta merta mobil yang jarang jalan selama bertahun-tahun, tak perlu mengganti ban karena masih tebal. Kondisi karet tentunya mengalami penurunan. Umumnya, pihak produsen merekomendasikan pemakaian ban selama 6 sampai 10 tahun.

Baca juga : Tips Hadapi Rintangan di Lintasan Off Road dengan Sepeda Motor

Tapi kalau mobil digunakan setiap hari dengan rute yang cukup jauh maka Anda harus perhatikan kondisi ban dari fisiknya. Jika mobil rutin digunakan dalam pemakaian normal, jarak tempuh maksimal biasanya mencapai 40 ribu km.

Untuk tanda-tanda ban sudah waktunya diganti bisa dilihat dari kondisi tapak ban itu sendiri. Ini yang paling mudah terlihat. Apakah ban tersebut masih layak pakai atau sudah menipis. Karena ban yang sudah botak atau aus sangat memengaruhi pengendalian dan pengereman. Sangat berbahaya bila dipacu kencang dan menemui jalanan licin bila hujan. Grip ban sudah pasti jauh berkurang dan mobil mudah melintir dan hilang kendali. Perhatikan kembangan ban, bila terlihat tebal dan utuh, masih terbilang aman.

Anda juga bisa memperhatikan tanda TWI (tread wear indicator). Bentuknya berupa simbol segitiga yang terletak di batas terbawah kembangan ban dan tonjolan karet di sela kembangan ban. Jika bagian itu sudah menyentuh aspal dan mulai terkikis, berarti ban semakin menipis dan sudah waktunya dipensiunkan.

Baca juga : Sebelum Berkendara, Kenali Dulu 120 Potensi Bahaya di Jalan

Perhatikan juga apakah ada retak-retak di alur dan dinding ban. Bisa jadi kualitas ban jelek atau pengaruh cuaca. Jangan dibiarkan, karena mungkin saja menyebabkan kebocoran dan bisa meletus sewaktu-waktu.

Lihat juga apakah kondisi ban mengalami benjolan, biasanya terjadi pada dinding ban. Penyebab ban benjol adalah kerusakan dari struktur serat di dalam ban. Biasanya diawali dengan kurangnya tekanan udara di dalam ban dan dipaksa terus jalan, dan setelahnya dilakukan pengisian angin yang berlebihan. Kerusakan serat ban juga bisa diakibatkan seringnya menghajar lubang. Anda bisa merasakan ban benjol ini saat mobil berjalan terasa ada getaran yang mengganggu.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya