OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Gunakan Gigi Rendah di Jalan Turunan, Ringankan Beban Rem

Dilihat 5751
Ismet
2 May 2021, 22:31
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 6

Otoloka.id - Bagi pengendara mobil yang sering melewati tanjakan dan turunan, perlu diperhatikan penggunaan rem yang efisien. Pada jalanan menanjak, gigi rendah digunakan agar torsi yang dikeluarkan maksimal dan mobil bisa menanjak. Namun mengapa begitu penting digunakan saat turun?

Ketika berada di turunan dan menggunakan gigi rendah, maka akan terjadi sesuatu yang bernama rem mesin atau engine braking. Sesuai dengan namanya, hal ini akan memperlambat laju kendaraan dengan menggunakan mesin. Dikutip dari laman resmi Hyundai Indonesia, ada beberapa penjelasan penting terkait engine brake.

Alasan Engine Brake Dibutuhkan Saat Melintasi Turunan Curam

Banyak pengendara yang kerap bertanya-tanya, mengapa perlu menggunakan engine brake ketika melalui jalan turunan yang curam. Jawabannya simpel, untuk mengurangi beban rem.

Ketika melakukan engine brake, kecepatan kendaraan akan terbatas sehingga tidak meluncur begitu saja ketika pedal gas dilepas, kecepatan akan terus terkontrol.

Baca juga : Rawan Karat, Jangan Biarkan Tangki Bensin Motor Kosong!

Pasalnya kecepatan terkontrol, maka rem tidak perlu selalu diinjak setiap saat. Rem hanya perlu diinjak setiap kendaraan ingin berhenti atau mengurangi laju lebih lanjut.

Selain memperingan kerja kaki pengemudi, engine brake juga mengurangi beban rem. Perlu diingat jika rem terlalu sering dipakai, maka komponen rem seperti kaliper dan piringan akan cepat habis. Tak hanya cepat habis, ketika rem terlalu panas karena gesekan, maka kinerja rem akan menurun jauh.

Langkah Menghadapi Rem Blong, Karena Rem Terlalu Panas

Kampas rem terlalu panas, kampas rem yang digunakan pada mobil biasa tidak didesain untuk bekerja pada suhu ekstrem. Suhu tersebut akan mengurangi efisiensinya secara masif.

Minyak rem terlalu panas, saat minyak rem kepanasan, maka akan terbentuk gelembung udara. Ketika gelembung udara terbentuk, maka tidak akan ada tekanan pada jalur rem membuat rem tidak bisa berfungsi.

Rem mesin bekerja dengan prinsip yang sederhana yaitu vakum pada ruang mesin. Jika pedal gas dilepas, maka gas akan menutup mengurangi volume udara yang masuk ke ruang mesin. Tetapi, mesin tetap berputar karena terhubung ke roda. Hal ini akan menyebabkan sebuah vakum, memperberat kerja mesin dan secara otomatis memperlambat laju mobil.

Baca juga : Plaza MINI Surabaya dan New MINI Countryman Resmi Hadir di Jawa Timur

Selain itu, rem mesin memang diciptakan untuk itu, sehingga tidak akan merusak mesin. Tetapi tentu saja bila menggunakan transmisi manual, turunkan gigi secara perlahan seperti 5-4-3-2, jangan langsung mengoper seperti dari 5 ke 2 secara langsung.

Untuk transmisi otomatis, tentunya lebih mudah, cukup letakkan selektor gigi pada pilihan gigi rendah seperti L, 2 atau 1 misalnya, tergantung pola transmisi mobil kalian. Bisa juga menggunakan mode berkendara manual sehingga pengemudi bisa memilih gigi yang mau digunakan.

  • Suka 6
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya