• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ini Pentingnya Defensive Driving Bagi Kaum Perempuan

Dilihat 3002
Iman Firman
21 Mar 2021, 21:03
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Hari Perempuan Internasional (International Women's Day) dirayakan setiap tanggal 8 Maret di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Hari ini diperingati sebagai hari istimewa bagi kaum hawa sebagai bentuk ‘pengakuan’ dunia internasional atas peran perempuan dalam pembentukan peradaban dunia.  

Semakin banyak perempuan, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, memilih untuk menekuni peran wanita karier dengan berbagai kegiatan dan rutinitas yang mereka miliki. 

Beragam kegiatan dan tingginya rutinitas membuat perempuan dituntut untuk senantiasa dapat mandiri, termasuk terampil pada saat mengemudi kendaraan yang pada akhirnya menuntut para wanita tersebut untuk memiliki keterampilan defensive driving.

Baca juga: 4 Faktor Penyebab Setir Mobil Bergetar, Cek Secara Menyeluruh

Menurut National Safety Council’s Defensive Course (USA), defensive driving dapat didefinisikan sebagai metode berkendara untuk menyelamatkan nyawa, termasuk juga waktu dan uang dalam berbagai kondisi sekitar. 

Meskipun kondisi jalan atau cuaca tidak mendukung sehingga berpotensi membahayakan seluruh penumpang, pengemudi perlu tetap tenang dan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadi kecelakaan.

Teknik Mengemudi yang Tepat Bagi Kaum Hawa

Seiring dengan pentingnya defensive training bagi perempuan saat mengemudi, berikut beberapa tips dalam teknik defensive driving:

1. Periksa tekanan ban, bahan bakar, dan kondisi keseluruhan kendaraan sebelum berkendara.

2. Sesuaikan posisi kolom kemudi, kaca spion, dan sesuaikan posisi tempat duduk Anda sebelum mengemudi.

3. Mengamankan barang bawaan agar tidak bergeser saat saat kendaraan berjalan. Apabila diperlukan, gunakan tali pengikat yang dapat dikaitkan ke bagian dalam bagasi, untuk memastikan barang-barang tetap pada tempatnya sehingga tidak menimbulkan bunyi yang dapat mengganggu konsentrasi mengemudi.

4. Gunakan sabuk pengaman dan minta penumpang lainnya termasuk yang duduk di belakang (termasuk baris ke-3 pada kendaraan SUV dan MPV 7 seater) untuk melakukan hal yang sama.

5. Hindari berbagai gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi termasuk silau cahaya ponsel Anda. Mata tetap harus berfokus pada lalu lintas dengan posisi kedua tangan pada lingkar kemudi dengan posisi jam 9 dan jam 3).

Baca juga: Jangan Sembarangan Bersihkan Ban dan Pelek Mobil, Ini Caranya Biar Awet

6. Atur penyimpanan barang-barang yang dibutuhkan agar mudah dijangkau, dan jangan pernah menyentuh barang ketika sedang mengemudi.

7. Waspada terhadap blind spot (sudut samping kiri dan kanan pengemudi yang tidak terjangkau oleh kaca spion luar) dan nyalakan lampu sein dan sebelum pindah jalur atau berbelok arah. 

8. Nyalakan daytime running lights juga pada siang hari untuk memastikan kendaraan Anda terlihat oleh pengendara lain dan auxiliary lights pada malam hari serta lampu kabut jika diperlukan. Gunakan lampu depan, tetapi jangan gunakan high beams yang dapat membuat silau pengendara lain dan berpotensi terjadi kecelakaan.

9. Tetap waspada dengan lingkungan sekitar Anda, terutama saat berhenti di kemacetan atau di lampu lalu lintas. Selalu pastikan kendaraan Anda tetap dalam keadaan terkunci. 

Bila Anda dalam keadaan sendiri dan merasa tidak nyaman dengan lokasi di mana Anda harus berhenti, ambil jalur tengah dan posisikan kendaraan Anda lebih dekat dengan kendaraan di samping kanan Anda, sehingga ruang gerak ke sisi pengemudi semakin sempit bagi siapa yang berniat tidak baik.

10. Pantau jarak empat hingga lima mobil di depan untuk kemungkinan terjadinya masalah, seperti adanya puing-puing, hewan di jalan atau kendaraan lain yang tengah berhenti dan pertimbangkan pilihan terbaik untuk menghindari potensi bahaya.

11. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Minimal jarak yang harus Anda pastikan adalah setengah dari kecepatan kendaraan dihitung dalam meter. (Jika kecepatan kendaraan Anda 100 kpj maka jarak yang aman minimal 50 meter). 

12. Pelajari cara menggunakan anti-lock braking system (ABS) kendaraan Anda; dalam  keadaan darurat yang menuntut Anda untuk secepatnya menghentikan kendaraan Anda, injak pedal rem semaksimal mungkin.

Pengereman dengan ABS yang mencegah roda terkunci dan tergelincir termasuk pada saat berada di jalan yang licin.

Baca juga: Jangan Gunakan Rem Tangan Saat Berhenti di Lampu Merah, Ini Alasannya

13. Pahami cara menggunakan fitur keselamatan aktif pada kendaraan Anda sebagai wawasan Anda dalam berkendara aman.

14. Jika mobil Anda mulai tergelincir di jalan dengan permukaan yang licin, jangan panik. Jika akselerasi cepat menyebabkan tergelincir, maka lepaskan pedal gas; jika pengereman menyebabkan slip, maka lepaskan injakan rem. Kemudian pada saat yang sama, arahkan kemudi kendaraan untuk menghindari tabrakan.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya