• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ini Tips Merawat Ban Supaya Lebih Awet, Mudah Kok

Dilihat 3485
Iman Firman
1 Apr 2021, 23:20
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Merawat ban mobil sejatinya bukan perkara yang sulit, asalkan pemilik mobil mengetahui langkah tepat. Karena jika tidak, dampaknya bakal beragam salah satunya mengurangi kenyamanan dan keamanan ketika berkendara.

"Ban mobil gue belum setahun kenapa habisnya enggak rata ya," keluh Akbar, seorang pemilik Suzuki Ertiga lansiran 2015. 

Lain lagi dengan Dessi dengan Toyota Avanza keluaran tahun 2009 miliknya, "Ban baru ganti akhir tahun lalu, tapi sekarang bagian luar tapaknya sudah licin saja. Itu kira-kira kenapa ya," jelasnya.

Kedua pertanyaan di atas sebenarnya pertanyaan yang sering keluar dari para pemilik mobil. Ada yang habis tapaknya enggak rata, ada yang bannya 'makan luar' atau 'makan dalam', ada yang belum lama ganti. Tapi sudah benjol entah di tapaknya atau dibagian side wall-nya.

Hal-hal tersebut diatas bisa terjadi pada ban mobil karena sejumlah faktor. Tapi pastinya hal ini terjadi karena Anda kurang memperhatikan beberapa yang penting untuk diketahui. 

"Tekanan angin ban, balancing, spooring, kondisi suspensi, dan permukaan jalan yang sering dilewati," ujar Wibowo Santosa, bos Permaisuri Ban yang sudah pengalaman dengan berbagai ban selama puluhan tahun.

Tekanan Angin Ban

"Dari semua faktor tersebut, tekanan angin ban jadi faktor utama kalau ingin ban awet," ujar Bowo, sapaan akrabnya. Kenapa? "Kalau tekanan angin ban tidak pas, ban akan cepat rusak. Setidaknya seminggu sekali harus rutin cek tekanan angin ban agar pas dan sesuai," tuturnya.

Untuk tekanan angin ban, apakah harus mengikuti pabrikan atau boleh melewati angka itu? "Tekanan angin ban bisa dinaikkan maksimum 2 psi dari tekanan angin minimum, bisa dilihat dari stiker yang ada di body mobil...misalnya Avanza ban depan minimum 31 psi dan maksimun 33 psi, itu angka toleransinya," ujar pria ramah ini.

Balancing dan Spooring

Berikutnya adalah balancing dan spooring. Spooring itu menyetel toe in dan toe out, chamber, caster agar ban habisnya lebih rata, tidak makan dalam atau makan luar. 

Sedangkan balancing menyeimbangkan titik berat ban dan pelek untuk mengurangi getaran ketika mobil berjalan.

Baca juga: Tips Membaca Kode Pada Ban Mobil, Pemilik Harus Tahu

"Misalnya kita menyetir di kecepatan 60 km/jam dan setir terasa bergetar, itu artinya ban harus di balancing. Sedangkan spooring diperlukan jika kita merasa setir mobil seperti 'narik' ke 1 sisi," jelasnya. 

Jika mobil sering dipakai, disarankan setidaknya 2 kali setahun lakukan balancing dan spooring ini. "Tapi kalau sering lewat jalan yang kurang bagus, lakukan saja tiap 3 bulan," bilang Bowo lagi.

Rotasi Ban

Nah, yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah rotasi ban yang ternyata bisa menjadi solusi bagi pemilik mobil.

"Rotasi ban bisa dilakukan, dengan catatan ban belakang harus lebih bagus kondisinya daripada ban depan. Kalau yang tadinya ban depan sudah kurang bagus dipindah jadi ke belakang malah percuma," jelas ayah 2 anak ini.

Baca juga: Tips Pilih Pelek Dengan Center Cap Kecil Untuk SUV Baru

Faktor yang menyebabkan permukaan ban habisnya tidak merata pun cukup beragam, lho!

"Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, cara menyetir, setelan toe in dan toe out berubah, permukaan jalan yang sering dilewati, sering terkena macet jadi stop and go tinggi, dan kondisi suspensi yang sudah tidak bagus," papar Bowo.

Awas Gejala Ban Benjol

Cukup menarik untuk dibahas adalah gejala benjol yang kerap muncul di ban kendaraan Anda. Masalah benjol ban ini sebenarnya bisa disebabkan oleh beberapa hal yang penting untuk kalian ketahui.

"Kalau benjolnya di samping, bisa jadi karena terjadi benturan misal terkena lubang atau trotoar, tapi kalau di tapak ban, bisa karena benturan juga atau karena kualitas ban kurang bagus," jelas Bowo lagi.

Perhatikan Tahun Produksi Ban

Banyak yang berpendapat kalau tahun produksi ban itu lebih penting. Benarkah pernyataan tersebut? 

Menurut Bowo, "Tahun produksi ban tidak terlalu penting, penjelasannya begini, misalnya ban produksi tahun 2017, garansi pabrik bisa sampai tahun 2023. Jika dibeli tahun 2020, maka yang aman pemakaiannya hanya 3 tahun sampai 2023. Begitu seterusnya, tapi selama hal-hal tadi rutin dilakukan maka ban akan aman".

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya