• Home>
  • Tips & Trik>
  • Inilah Resiko Jika Menggunakan Ban Tipis dan Pelek Ukuran Besar Untuk Mobil
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Inilah Resiko Jika Menggunakan Ban Tipis dan Pelek Ukuran Besar Untuk Mobil

Dilihat 468
Yogi Pratama
18 Jun 2020, 21:43
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Bagi sebagian orang yang gemar memodifikasi ukuran ban berbeda dari ukuran standarnya, namun dari mereka tidak tahu resiko yang kedepannya. Dalam kondisi modifikasi seperti itu, penting untuk diperhatikan ketika pemilik mobil harus memeriksa sebelum mobil digunakan. Tapi tes pemerisaksaan tidak hanya mesin, tetapi juga kaki, pada daerah pengereman.

Suparna, Selaku kepala bengkel Auto2000 Cilandak Jakarta Selatan, misalnya dalam hal masalah pemeliharaan kendaraan tidak mengubah mobil sering digunakan atau jarang digunakan. Termasuk dalam wilayah pengereman yang juga dapat menyebabkan masalah.

Pengereman adalah senjata utama dalam semua kendaraan karena kekhawatiran tentang keamanan, harus menjadi pemilik mobil itu dalam kondisi baik sering menentukan apakah mobil digunakan atau tidak. Dalam kasus mobil yang jarang digunakan, pada masalah pengereman sebenarnya cukup beragam, dari yang ringan hingga yang berat, "ungkap Suparnya kepada Kompas.com, Senin (2020/06/15).

Sedikit masalah pada sistem pengereman mobil jarang digunakan biasanya karena banyak kotoran noda atau karat pada cakram piringan. Adanya dua hal ini akan membuat nuansa mobil berat ketika digunakan lagi. Karena mobil lama tidak digunakan, disk cakramnya rentan terhadap bintik-bintik karat dihiasi karena sifat material.

Selain itu, ketika dicuci dan miskin mobil belum harus digunakan berjalan, akan semakin menambah kotoran. "Biasanya, ketika sebuah mobil berjalan dicuci, terutama kaki seperti debu atau kotoran akan luntur ke roda. Hal ini dapat masuk ke bagian kaliper sampai ke bagian sela-sela kampas. Setelah didiamkam lama tidak ada gerakan apapun, kondisi akan terjadi tertumpuk sehinga jika akan digunakan akan terasa berat. "kata Suparna.

"Oleh karena itu, meskipun mobil selagi tidak digunakan tapi perlu sering dipanaskan dengan jalan atau dapat memobilisasi kendaraan maju atau mundur," katanya. Debu, kotoran dan cairan karat juga dapat menyebabkan masalah besar dalam sistem pengereman, terutama terjadi pada bagian kaliper.

Karena karet yang rusak oleh debu, dapat menjadikan air merembes ke kaliper dan menjadi karat, konsekuensinya bisa membuat kinerja rem Pinston berhenti. Jika sudah seperti, secara otomatis perbaikan sangat diperlukan melalui pihak bengkel, jika dibiarkan saja lebih jauh merusak tanaman merambat yang membuat pengeluaran dampak yang lebih parah.

Jika itu terjadi, maka akan dibongkar, dibersihkan, selain tentunya beberapa bagian diberikan cairan penetran untuk mengatasi karat. Namun semua itu kembali lagi tergantung pada seberapa banyak kerusakan, jika hal ini tidak mungkin, maka harus ada ganti suku cadang yang baru baru, "kata Suparna.

"Maka penting sekali untuk diingat, rem mobil juga membutuhkan perawatan dan perhatian, entah itu mobil yang sering digunakan atau tidak. Setidaknya kita melihat kondisi visual dan juga memeriksa volume minyak rem, "katanya.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya