• Home>
  • Tips & Trik>
  • Kenali Cara Kerja ABS, Bukan Untuk Membuat Rem Lebih Pakem
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Kenali Cara Kerja ABS, Bukan Untuk Membuat Rem Lebih Pakem

Dilihat 2934
Iman Firman
8 Apr 2021, 18:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Teknologi ABS (Anti-lock Braking System) kini sudah menjadi fitur keselamatan aktif standar yang melekat di hampir semua mobil terbaru. Termasuk pada mobil-mobil penumpang Toyota yang dipasarkan di Indonesia sudah dilengkapi sistem pencegah roda terkunci saat pengereman darurat.

Sayangnya, tidak sedikit dari konsumen yang menganggap ABS untuk membuat rem lebih pakem sehingga jarak pengereman menjadi lebih pendek. Bayangkan betapa bahayanya jika seorang pengemudi menjadi terlalu percaya diri dengan mengabaikan jarak aman dengan kendaraan didepannya, karena mobilnya memiliki rem yang super pakem berkat ABS.

Sesuai namanya, ABS bertugas untuk mencegah roda tidak terkunci saat direm penuh pada kecepatan tinggi sehingga setir bisa dibelokkan untuk menghindari tabrakan. Sistem ABS secara umum didukung oleh empat komponen utama, yaitu:

1. Sensor kecepatan yang memonitor kecepatan masing-masing roda.

2. Katup pengereman di setiap jalur minyak rem. Katup ini bertugas sebagai “palang pintu” yang mengijinkan seberapa besar tekanan minyak rem yang sampai ke roda.

3. ECU (Electronic Control Unit) bertugas sebagai otak yang menerima informasi dari sensor kecepatan, melakukan kalkulasi, dan mengatur daya pengereman agar roda tidak terkunci.

4. HCU (Hydraulic Control Unit). Pompa hidrolik ini menerima perintah dari ECU untuk meningkatan daya pengereman atau malah menguranginya sesuai kondisi agar roda tidak terkunci atau selip.

Baca juga: Hal-Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Touring Menggunakan Sepeda Motor

Saat kondisi roda terdeteksi akan terkunci ketika direm, ECU akan memerintahkan HCU untuk mengurangi tekanan hidrolik pada rem sehingga kecepatan roda dapat meningkat. ECU juga akan memerintahkan untuk meningkatkan daya pengereman ketika roda terdeteksi selip.

Proses ini berlangsung sangat cepat dan nyaris tidak disadari pengemudi. Jangan panik jika perilaku pedal rem terasa aneh seperti berdenyut-denyut atau tidak memberikan respon sesuai kuatnya kaki menginjak pedal.

Nah, yang harus Anda lakukan adalah injak pedal rem secara penuh. Supaya ABS bekerja optimal dan fokus pada setir untuk melakukan manuver menghindar. Jangan lupa, pengemudi harus tetap menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dalam kondisi apapun.

Mengenal Fungsi ABS

Sebagai tambahan bagi fungsi ABS, ABS dengan EBD mendistribusikan daya pengereman yang tepat diantara roda-roda depan dan belakang, dan di antara roda kanan dan kiri sesuai dengan kondisi pengendaraan.

Baca juga: Kenali Tanda Airbag di Mobil Bermasalah, Jangan Salah Kaprah

Sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda depan dan belakang sesuai dengan beban pada kendaraan, atau fluktuasi beban yang berkaitan dengan deselerasi. Selanjutnya, sistem ini mengatur daya pengereman roda-roda kanan dan kiri saat tabrakan hendak terjadi.

 

 

 

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Honda Brio
    Honda Brio
    Honda Brio
    Angsuran mulai dari:Rp 2,74 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya