• Home>
  • Tips & Trik>
  • Kenali Tanda-tanda Sensor MAF, Penyebab, dan Solusi yang Salah
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Kenali Tanda-tanda Sensor MAF, Penyebab, dan Solusi yang Salah

Dilihat 1735
Arief Yuno
23 Okt 2020, 13:42
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 4

Otoloka.id - Mobil-mobil masa kini dilengkapi berbagai teknologi untuk meningkatkan performa dan efisiensi. Dalam sistem injeksi, berbagai komponen atau sensor bekerja sama secara kompleks untuk memberikan masukan ke ECU atau otak dari komputer. Input tersebut kemudian akan diproses oleh ECU yang kemudian memberikan output berupa respon dari mobil.

Kali ini Otoloka akan membahas tips untuk salah satu komponen dari sistem injeksi ini adalah MAF Sensor. Pada bagian ini kita akan membahas apa itu MAF Sensor, gejala MAF Sensor rusak, penyebab rusaknya sensor MAF, serta solusi atau perawatan yang diperlukan.

Apa itu MAF Sensor?

Sensor Mass Air Flow (MAF) merupakan komponen elektronik di dalam mobil yang berfungsi untuk mendeteksi berapa banyak massa udara yang mengalir ke intake. Komponen ini umumnya terletak di boks filter udara, menuju ke throttle body atau intake manifold.

MAF Sensor memiliki kabel yang disebut dengan hot wire dan diberi energi untuk meningkatkan dan menjaga suhu kabel pada suhu tertentu. Untuk menjaga suhu kabel, listrik akan berubah-ubah. Nah, perubahan aliran listrik inilah yang akan menentukan seberapa besar massa aliran udara. Massa udara yang mengalir akan menentukan berapa banyak bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghasilkan campuran udara-bahan bakar yang ideal.

Gejala Sensor MAF Rusak

Kerusakan atau kotoran pada sensor MAF akan mengganggu pembacaan massa udara yang mengalir. Gejala-gejala ini umumnya tidak berdampak langsung. Gejala tingkat rendah biasanya tidak bisa dirasakan, namun sampai batas tertentu akan sangat mempengaruhi performa mobil.

1. Campuran Udara-Bahan Bakar Terlalu Kaya atau Lean

Dengan pembacaan aliran udara yang salah, bahan bakar yang disemprotkan tidak sesuai dengan rasio ideal. Kondisi pencampuran yang terlalu kaya atau buruk pada level yang parah akan menyebabkan performa dan efisiensi menurun drastis, penumpukan kerak karbon lebih cepat, hingga knocking mesin.

2. Rotasi tidak stabil

Saat sensor MAF kotor, pembacaan aliran udara dapat menjadi kacau dan kemudian memberikan informasi aliran udara yang tidak konsisten ke ECU, mengakibatkan kecepatan engine yang tidak konsisten dan rasa berayun. Naik turunnya rpm dapat diamati saat idle / stasioner. Pergerakan naik turun pada putaran mesin bahkan bisa mencapai 200 hingga 300 rpm jika gangguan cukup parah.

3. Mesin Kasar

Gejala gangguan lain dari sensor MAF adalah getaran dan / atau suara mesin yang lebih keras dari yang seharusnya. Gejala ini bisa dirasakan hampir sama dengan gejala throttle body kotor atau filter udara tersumbat.

4. Mesin Sulit / Tidak Bisa Start

Jika sensor MAF rusak, mesin akan sulit atau bahkan tidak bisa start. Dalam kondisi tertentu, mobil bahkan bisa hidup saat soket sensor MAF dilepas.

5. Gejala Lainnya

Selain gejala umum sensor MAF rusak / kotor yang disebutkan sebelumnya, gejala lain juga dapat muncul. Misalnya, terkadang kerusakan sensor MAF dapat memicu knalpot yang menyala, kecepatan engine yang terhenti pada 2500 hingga 3000 rpm, dan gejala lain dalam kasus tertentu.

Penyebab Kerusakan Sensor MAF

Seperti komponen mobil pada umumnya, sensor MAF juga memiliki masa pakai layaknya komponen elektronik lainnya. Mobil yang berumur lebih dari 10 tahun kemungkinan besar telah memakai komponen elektronik, termasuk sensor MAF ini.

Kegagalan prematur sensor MAF dapat diakibatkan oleh kesalahan penanganan atau pemeliharaan. Kabel pada sensor MAF sangat rentan mengalami kerusakan jika diperlakukan secara kasar. 

Penanganan yang tepat diperlukan untuk sensor MAF. Selain itu, faktor perawatan juga menjadi faktor penentu umur sensor MAF. Penggunaan filter udara yang sangat kotor atau tidak sesuai dan kebocoran pada kotak filter juga berperan dalam merusak komponen ini.

Solusi Atasi Kerusakan

Untuk memperpanjang sensor MAF, diperlukan perawatan rutin. Perawatan rutin ini meliputi mengganti filter udara secara rutin dan membersihkan sensor MAF secara berkala. Gunakan Pembersih Sensor MAF atau Pembersih Kontak Elektronik untuk membersihkan sensor MAF. 

Semprotkan pada jarak yang aman, jangan terlalu dekat lalu biarkan mengering tanpa dilap. Hindari menyentuh kabel dan sebisa mungkin jangan biarkan kabel tersebut menyentuh apapun karena sangat rapuh.

Jika sensor MAF sudah rusak, maka satu-satunya cara adalah dengan menggantinya dengan yang baru. Kami sangat TIDAK menyarankan perbaikan komponen ini. Harga sensor MAF juga bervariasi mulai dari 300 ribu hingga lebih dari satu juta rupiah, tergantung jenis mobilnya.

  • Suka 4
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan

      Orang Lain Juga Melihat

      Otoloka menyediakan Isuzu Traga informasi model Mobil Indonesia terbaru, termasuk pemotretan fotografer profesional, banyak adegan latar belakang dari berbagai sudut, membantu Anda memahami berbagai informasi tentang mobil ini secara visual. Tidak hanya itu, masih ada layanan pemilihan mobil yang mendukung, konten yang bagus, harga spesial yang membantu Anda untuk membeli mobil impian.

      Kendaraan Terbaru

      • Mobil
      • Motor
      Berita Terpopuler
      kredit
      Kalkulator Kredit
      *Tipe
      Mobil Baru
      Mobil Bekas
      *Harga Kendaraan
      *Jumlah Deposit
      *Suku Bunga(%)
      *Masa Cicilan
      Pilih
      • 1 Tahun
      • 2 Tahun
      • 3 Tahun
      • 4 Tahun
      • 5 Tahun
      • 6 Tahun
      Tips:
        Selanjutnya
        kredit
        Kalkulator Asuransi
        *Kode Plat Nomor Kendaraan
        Pilih
        *Jaminan Pokok
        Comprehensive
        Total Loss Only
        *Tahun Kendaraan
        Pilih
          *Nilai Pasar
          Jaminan Perluasan
          • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
          • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
          • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
          • Terorisme dan Sabotase
          • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
          Tips:
            Selanjutnya