• Home>
  • Tips & Trik>
  • Ketahui Dampak Campur Bensin Dengan Oktan yang Berbeda, Bahaya Sob!
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ketahui Dampak Campur Bensin Dengan Oktan yang Berbeda, Bahaya Sob!

Dilihat 4966
Iman Firman
13 May 2021, 23:46
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Gonta-ganti bahan bakar ternyata berdampak negatif bagi mesin kendaraan kalian. Hingga saat ini, perilaku mencampur BBM (bahan bakar minyak) dengan oktan yang berbeda-beda masih kerap dilakukan oleh pemilik kendaraan.

Masih ada pemilik mobil yang menganggap hal ini menjadi salah satu jurus untuk menekan pengeluaran. Selain itu, performa mesin yang lebih dari BBM dengan oktan lebih tinggi juga bakal didapat.

Sebagai contoh, mengisi tangki dengan BBM RON 90 diikuti dengan bahan bakar RON 92. Harapannya pencampuran tadi membuat RON meningkat. Maksudnya agar pembakaran pada mesin menjadi optimal, berkat penambahan RON tadi.

Baca juga: Pertamina Aktifkan Satgas RAFICO Jelang Idul Fitri 1442 H

Padahal kenyataannya justru terbalik, karena kandungan pada RON lebih tinggi malah hilang. Sebagai contoh, sulfur maupun kandungan zat aditif yang ditemui pada BBM RON 92 jadi hilang.

Bahaya Mencampur BBM Terhadap Mesin

Alih-alih ingin mendapatkan keuntungan, malah risiko kerusakan pada mesin menjadi kemungkinan yang harus dihadapi. BBM beda oktan tadi justru menjadikan kualitas bahan bakar menurun, niat hati dapat performa lebih pun tak terjadi, karena pembakaran tidak sempurna.

Jika dilakukan dalam jangka waktu lama atau berulang, maka mesin berpotensi mengalami knocking atau dikenal dengan istilah ngelitik. Itu terjadi karena adanya kerak pada ruang bakar.

Beruntung, pada kendaraan modern dengan pengabutan bahan bakar injeksi telah dilengkapi sistem knocking sensor. Knocking sensor bisa mendeteksi, jika terdapat BBM di bawah rasio kompresi yang menjadi standar sebuah kendaraan.

Baca juga: Pertamina Pastikan Pasokan BBM Siap Jelang Hari Raya Idul Fitri

Namun, pembakaran prematur tadi membuat performa menjadi tidak sesuai. Dengan kata lain, tenaga mengalami penurunan dari seharusnya. Jadi sebaiknya tetap gunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan.

Sebab pada dasarnya setiap mesin di desain untuk BBM dengan oktan tertentu. Ini bertujuan agar mesin bisa mendapatkan pembakaran maksimal yang berdampak positif pada performa mesin.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya