• Home>
  • Tips & Trik>
  • Ketahui Tekanan Ban, Pahami Fitur Tire Pressure Monitoring System
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Ketahui Tekanan Ban, Pahami Fitur Tire Pressure Monitoring System

Dilihat 2680
Ismet
5 Apr 2021, 16:30
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Tekanan ban merupakan suatu hal yang penting pada kendaraan. Meskipun sederhana, tekanan udara di dalam ban bisa mempengaruhi kendaraan secara signifikan. Jika tekanan ban kurang, maka kendaraan akan semakin berat yang memperlambat laju kendaraan dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Hal ini juga berbahaya untuk jangka panjang karena kondisi ban yang kempes membuat semakin banyak permukaan ban menapak pada jalanan. Hal ini akan membuat ban semakin panas yang bisa membuat ban cepat gundul, ban habis tidak merata dan yang paling fatal adalah mengalami pecah ban.

Tekanan yang terlalu tinggi juga memiliki resiko tersendiri. Permukaan ban yang menapak pada jalan akan lebih sedikit dan ban menjadi keras. Hal ini membuat permukaan ban habis secara tidak merata dengan cepat dan mengurangi daya cengkeram ban.

Baca juga : Cari Tahu Penyebab Rusaknya Power Steering Mobil

Biasanya, pemilik mobil direkomendasikan untuk mengecek tekanan ban secara berkala setiap minggu. Tapi tentunya tidak semua orang melakukan ini.

Namun sekarang tekanan ban dapat dipantau secara terus menerus secara langsung berkat Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Sebuah sistem elektronik yang dirancang untuk memantau tekanan udara di dalam ban kendaraan.

Peran Fitur TPMS

Sesungguhnya TPMS terbagi menjadi 2, yaitu sistem langsung dan tidak langsung. Sistem tidak langsung (indirect) adalah wujud pertama TPMS dimana sistem memperkirakan tekanan ban berdasarkan parameter tertentu seperti kecepatan dan lainnya. Namun, sistem ini sangat sensitif dan tidak akurat, bahkan perlu dilakukan reset manual jika ada pengisian tekanan ban.

TPMS masa kini adalah sistem langsung (direct) dimana terdapat sensor tekanan pada ban. Umumnya, sensor tersebut diletakkan pada katup pengisian ban, menggantikan penutup plastik biasa. Namun banyak juga yang diletakkan pada katup sehingga tidak terlihat. 

Data akan diberikan kepada pengemudi lewat layar informasi kendaraan secara wireless. Bisa dalam bentuk sederhana seperti tanda peringatan ban kempes hingga bacaan tekanan yang detail setiap ban.

Sistem ini dulunya terbatas masa pakainya karena menggunakan baterai yang ada masa pakainya. Namun, sekarang sistem TPMS banyak mengambil tenaga mereka dari sistem yang serupa dengan RFID (Radio-Frequency Identification), memungkinkan mereka untuk bekerja selama mungkin.

Baca juga : Perawatan Pintu Geser Mobil MPV, Ini yang Harus Diperhatikan

Sistem ini memberikan 5 keuntungan. Pertama, pemilik mobil tidak perlu repot mengecek tekanan ban satu per satu. Kedua, karena tekanan ban yang sesuai, maka akibatnya adalah umur ban akan semakin hemat. 

Ketiga, konsumsi bahan bakar semakin rendah. Keempat, resiko kecelakaan akibat pecah ban menurun. Kelima, mengurangi emisi yang terbuang sia-sia.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Hyundai H1
    Hyundai H1
    Hyundai H1
    Angsuran mulai dari:Rp 10,20 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya