• Home>
  • Tips & Trik>
  • Mencegah Aquaplanning Dengan Cermat, Pengemudi Wajib Tahu!
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Mencegah Aquaplanning Dengan Cermat, Pengemudi Wajib Tahu!

Dilihat 5831
Tri Gusti
8 Jan 2021, 20:30
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0


Otoloka.id - Ketika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, pengemudi harus ekstra berhati-hati. Saat mengendarai mobil di jalan yang basah.

Jangan menganggap enteng jalanan ketika sedang hujan. Salah-salah pengemudi bakal mengalami yang Aquaplanning. Pertanyaannya, apa sebenarnya Aquaplanning?

Senior Instructor SDCI (Safety Defensive Consultant Indonesia) Sony Susmana menjelaskan, salah satu tips berkendara secara aman saat memasuki musim penghujan adalah ketika menghadapi kondisi aquaplaning.

Di mana ban kehilangan traksi saat melewati genangan air, dalam kecepatan tinggi. Hal ini memberikan efek mobil serasa melayang di atas air bagi pengendaranya. 

Aquaplaning merupakan penyebab kecelakaan saat hujan, karena pengemudi salah mengatisipasi kondisi ini.

Baca juga: Cermat Memilih Sarung Mobil, Awas Salah Pilih!

“Ketika berkendara saat turun hujan, yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan, pindah ke lajur lambat, dan amati kondisi sekitar. Kalau pandangannya kurang, bantu dengan menyalakan lampu utama,” beber Sony.

Lalu kira-kira bagaimana mencegah aquaplanning yang tepat? Sejatinya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pengemudi:

Cara Mencegah Aquaplanning Dengan Tepat


Sony menambahkan, cara mencegah aquaplanning ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pengemudi. 

"Apabila terjadi kondisi selip, pengemudi dapat coba merasakan kondisi selip terjadi pada roda bagian depan atau roda belakang. Kalau selipnya berasal dari roda depan (understeer) dan mobil mengarah ke kiri atau kanan, Segera lawan steer secara halus ke arah tujuan," ujar Sony.

Ia pun menegaskan dengan begitu dapat meminimalisir gejala understeer. Namun, bila selip terjadi pada roda belakang alias oversteer, segera putar steer sesuai dengan arah mobil tersebut dan jangan melakukan banting steer, agar mobil berputar pada porosnya.

Namun yang perlu tetap diingat, tingkat keberhasilannya sangat ditentukan bergantung pada kondisi.

Senada dengan Sony, Zulpata dari GT Radial menjelaskan, ban merupakan faktor terpenting dalam menghadapi kondisi aquaplaning. 

Baca juga: Ini Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Modifikasi Mobil Klasik

"Meski ban sudah melewati berbagai uji pengetesan, termasuk diperuntukkan untuk kondisi jalan yang basah, namun pengemudi tetap harus mengecek kondisi ban saat menghadapi musim hujan," imbuh Zulpata.


“Ulir atau pola kembangan pada ban adalah tempat mengalirnya air saat melewati genangan air. Jika ban tidak ada kembangannya atau sudah botak, maka risiko selip menjadi lebih besar. Walaupun ban tidak ada masa kadaluarsa, ban harus tetap dirawat agar tetap awet dan tidak cepat botak dengan memperhatikan selalu tekanan anginnya,” pungkas Zulpata.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
    Rekomendasi
      Komentar
      Kirimkan

        Kendaraan Terbaru

        • Mobil
        • Motor
        Berita Terpopuler
        kredit
        Kalkulator Kredit
        *Tipe
        Mobil Baru
        Mobil Bekas
        *Harga Kendaraan
        *Jumlah Deposit
        *Suku Bunga(%)
        *Masa Cicilan
        Pilih
        • 1 Tahun
        • 2 Tahun
        • 3 Tahun
        • 4 Tahun
        • 5 Tahun
        • 6 Tahun
        Tips:
          Selanjutnya
          kredit
          Kalkulator Asuransi
          *Kode Plat Nomor Kendaraan
          Pilih
          *Jaminan Pokok
          Comprehensive
          Total Loss Only
          *Tahun Kendaraan
          Pilih
            *Nilai Pasar
            Jaminan Perluasan
            • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
            • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
            • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
            • Terorisme dan Sabotase
            • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
            Tips:
              Selanjutnya