• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Pakai BBM Oktan yang Lebih Rendah? Ini Daftar Kerugiannya

Dilihat 5142
Iman Firman
15 May 2021, 21:00
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 1

Otoloka.id - Pasti kalian pernah melihat mobil mewah mengantri isi BBM malah di jalur yang nilai oktan BBM-nya lebih rendah alias lebih murah. Padahal oktan BBM yang digunakan tak sesuai anjuran pabrikan. 

Memang nilai oktan BBM seringkali menjadi hal yang diperdebatkan pada masyarakat, banyak yang tidak mengindahkan hal yang seharusnya penting ini. 

Dengan alasan mengurangi biaya BBM, masih banyak pemilik mobil yang mengisi bahan bakar kendaraan mereka dengan harga paling terjangkau. Padahal, nilai oktan yang tidak sesuai justru akan memberikan lebih banyak kerugian daripada keuntungan.

Pertanyaannya, mengapa nilai oktan bisa berbeda-beda? Untuk kalian ketahui, semakin tinggi nilai oktan, maka bahan bakar akan semakin sulit terbakar dan menghasilkan ledakan pada mesin. Ini sangat penting untuk mesin modern dengan kompresi tinggi dan engine timing yang presisi.

Jika menggunakan nilai oktan yang lebih rendah, maka bahan bakar akan meledak dan terbakar secara prematur. Menghasilkan tenaga yang lebih rendah, mesin ngelitik dan konsumsi bahan bakar yang cenderung lebih boros.

Baca juga: Hemat Air Waktu Cuci Mobil, Begini Caranya

Namun pada kota-kota kecil yang ketersediaan BBM dengan oktan tinggi susah didapatkan, mau tidak mau harus menggunakan BBM dengan oktan yang lebih rendah. 

Jika hal tersebut dilakukan sekali-kali masih tidak apa-apa, karena komputer mesin bisa mendeteksi kualitas bahan bakar dan mengatur timing pada mesin.

Namun bila dilakukan terus menerus dengan sengaja, kebiasaan ini bisa merusak mesin. Jangka pendeknya bisa saja tidak terasa jika terus mengisi jenis BBM dengan kadar oktan yang lebih rendah.

Untuk jangka panjang, kebiasaan yang dianggap menghemat uang ini akan menguras dompet. Tak tanggung-tanggung, internal mesin bisa rusak dan perlu melakukan turun mesin. 

Lalu apa yang terjadi bila mengisi bahan bakar yang nilai oktannya di atas rekomendasi? Jawabannya adalah tidak akan terjadi apa-apa. 

Penggunaan Oktan BBM Lebih Tinggi Bukan Masalah

Performa mesin tidak akan berubah menggunakan bahan bakar beroktan tinggi kecuali mesin memiliki rasio kompresi yang sangat tinggi.

Misalnya dengan mesin yang direkomendasikan beroktan 92, tidak perlu diisi bahan bakar beroktan 95. Pembakaran sama saja optimalnya dan performanya akan sama saja. 

Baca juga: Merawat Evaporator AC Mudah, Ini Trik Supaya Tidak Bocor

Pada mobil Hyundai contohnya, harap diingat bagi mesin bensin menggunakan Pertamax dengan oktan 92 atau lebih baik dengan oktan 98 milik Pertamax Turbo. Sedangkan Hyundai yang memakai mesin diesel dianjurkan untuk memakai Pertamina Dex.

Agar lebih yakin, lihat stiker info dibalik tutup tangki bahan bakar dan manual book (buku manual petunjuk kendaraan). Ingat, selalu isi kendaraan dengan bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan.

  • Suka 1
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya