OTOLOKALogo
Cari
Tips: CTRL+D Bookmark website
twitter
facebook
instagram
Masuk
  • Home>
  • Tips & Trik>
  • Perbandingan Biaya Bikin SIM Sendiri atau Nembak, Untung Mana?
  • Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Perbandingan Biaya Bikin SIM Sendiri atau Nembak, Untung Mana?

Dilihat 11605
Iman Firman
2 Jun 2021, 16:17
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 8

Otoloka.id - Surat Izin Mengemudi (SIM) wajib dimiliki setiap pengendara. Buat kalian yang masih bingung mengenai rincian biaya bikin SIM sendiri atau nembak, kali ini kami akan membeberkannya secara rinci.

Mengingat sejatinya membuat SIM secara mandiri tentunya lebih menguntungkan. Di mana biaya yang kalian harus keluarkan tak semahal pembuatan SIM nembak.

Sebagai informasi, masa berlaku SIM ialah disesuaikan dengan tanggal lahir dan berjarak 5 tahun. Namun seiring dengan aturan terbaru saat ini, masa berlaku SIM telah disesuaikan dengan waktu pembuatan SIM dan bukan lagi mengacu pada tanggal lahir si pemilik SIM.

Untuk itu, sebaiknya kalian wajib tahu dan rutin untuk memeriksa kapan masa berlaku SIM akan berakhir. Pasalnya jika terlewat, maka kalian harus membuat baru dengan biaya yang tentunya lebih mahal.

Pemilik SIM yang masa berlakunya sudah akan habis, sebaiknya segera melakukan perpanjangan. Khusus untuk yang belum punya juga bisa segera membuat SIM baru, disesuaikan dengan kebutuhannya.

Baca juga: Inilah Alasan Penumpang Belakang Harus Gunakan Sabuk Pengaman

Sebagai informasi, SIM terbagi dalam beberapa kategori. Mulai dari SIM A, SIM B, SIM C, SIM D dan SIM Internasional. SIM A berlaku untuk Anda yang mengemudikan kendaraan roda empat dengan berat di bawah 3.500 kg.

Sedangkan SIM B I berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kilogram seperti mobil bus perseorangan dan mobil barang perseorangan.

Lalu untuk SIM B II berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor berupa kendaraan alat berat, kendaraan penarik, dan kendaraan dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perseorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kilogram.

Nah, untuk SIM C berlaku untuk mengemudikan sepeda motor. Sementara untuk SIM D, berlaku untuk pengemudi kendaraan bermotor khusus bagi penyandang cacat.

Seluruh SIM di atas biaya pembuatannya pun beragam, untuk lebih jelasnya kalian bisa simak ulasannya berikut ini.

Rincian Biaya Bikin SIM Sendiri atau Nembak

Buat kalian yang ingin membuat ataupun perpanjang SIM, sebaiknya mengetahui secara rinci mengenai biaya bikin SIM sendiri atau nembak. Lalu kira-kira berapa bujet yang perlu dipersiapkan untuk membuat SIM baru dan juga perpanjang.

Biaya untuk pembuatan SIM baru maupun perpanjang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Daftar Biaya Lengkap Pembuatan SIM Baru: 

1. SIM A : Rp 120.000 

2. SIM B I : Rp 120.000 

3. SIM B II : Rp 120.000 

4. SIM C : Rp 100.000 

5. SIM D : Rp 50.000 

6. SIM Internasional : Rp 250.000 

Biaya Perpanjangan SIM : 

1. SIM A : Rp 80.000 

2. SIM B I : Rp 80.000 

3. SIM B II : Rp 80.000 

4. SIM C : Rp 75.000 

5. SIM D : Rp 30.000 

6. SIM Internasional : Rp 225.000 

Baca juga: Cara Cek Plat Nomor Kendaraan Samsat Online, Mudah Lho!

Syarat Pembuatan SIM yang Wajib Dilengkapi

Gimana sekarang sudah ada gambaran pastinya mengenai biaya bikin SIM sendiri atau nembak? Biaya di atas bakal lebih mahal jika kalian menggunakan calo atau jasa pembuatan SIM.

Selain wajib menyiapkan dana, Anda juga harus perhatikan syarat untuk pengajuan SIM baru ataupun perpanjangan SIM. Adapun dokumen yang harus dilengkapi antara lain: 

1. E-KTP asli dan fotokopi 

2. Lulus tes kesehatan 

3. Lulus ujian teori & praktik (SIM baru) 

4. SIM asli (proses perpanjangan)

Seluruh biaya dan juga proses di atas merupakan prosedur pembuatan SIM baru atau perpanjang secara mandiri. Selanjutnya mari kita bahas mengenai biaya 'nembak' SIM.

Baca juga: Ini Dia Fungsi Immobilizer dan Cara Kerjanya, Awas Terkecoh

Proses nembak SIM ini merupakan cara yang sudah jamak dilakukan oleh masyarakat untuk dengan mudah mendapatkan SIM. Biasanya pemohon akan membayar sejumlah uang yang ditentukan oleh 'oknum' calo, penyedia jasa pengurusan surat-surat, ataupun sejumlah pihak Kepolisian.

Cara ini dinilai menjadi jalan pintas dengan mudah mendapatkan SIM, padahal untuk membuat SIM terdapat prosedur resmi yang harus dijalani oleh pemohon SIM.

Gambaran Biaya Nembak SIM

Proses nembak SIM sebenarnya tidak patut untuk ditiru, karena dapat memengaruhi mental pengendara. Karena pemohon yang mendapatkan SIM secara nembak akan terbiasa tidak mau mengikuti prosedur yang ada.

Pihak Kepolisian pun sejak beberapa tahun lalu sudah membatasi ruang gerak oknum Polisi yang 'nakal'. Hal itu dilakukan dengan cara memberikan sanksi tegas bagi oknum Polisi nakal maupun pemohon yang kedapatan ingin berbuat curang.

Ingin tahu berapa biaya 'nembak' SIM? Oknum tadi akan meminta sejumlah uang yang berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta untuk satu SIM. 

“Tergantung juga sih, ada yang minta untuk satu SIM itu Rp 600 ribu dan ada yang sampai Rp 800 ribuan. Bahkan ada juga yang di paket, misalnya bayar Rp 1,5 juta dapat 2 SIM, A sama C misalnya,” ujar Ar, seorang sumber Otoloka yang biasa membantu proses pembuatan SIM. 

Kalau dibandingkan, biaya bikin SIM sendiri atau nembak tentunya berbanding cukup jauh alias lebih mahal.

Meski mahal, namuan ternyata animo masyarakat masih cukup tinggi. Dengan alasan tidak ada waktu untuk ikut ujian tertulis dan praktek atau lainnya, maka nembak sIM dianggap cara cepat untuk bisa punya SIM. 

Padahal cara tersebut sangat melanggar peraturan dan merugikan. Mungkin bagi sebagian orang, pembuatan SIM nembak ini terdengar aneh dan membuat penasaran. Bagaimana sih prosesnya?

biaya bikin sim sendiri atau nembak

Oknum atau calo pembuatan nembak SIM ini biasanya akan mendatangi pemohon yang akan melakukan pembuatan SIM. Biasanya mereka akan menawarkan jasa licik tersebut di awal. 

Pemohon akan didekati, dan ditawarkan untuk membuat SIM dengan cara cepat. Biasanya cara yang ditawarkan pun bervariasi.

 Ada yang mengikuti ujian hanya untuk formalitas, dan ada juga yang menawarkan untuk langsung foto SIM dan makan waktu tak sampai 20 menit SIM langsung jadi.

Baca juga: 4 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Pasca Libur Lebaran

Pemohon yang akan membuat SIM pastinya akan tertarik dan memilih jalan pintas ini. Apalagi kalau sudah berkali-kali gagal di ujian, pastinya akan tergiur mendapatkan SIM dengan mudah. 

Oknum ini biasanya bekerjasama dengan semua lapisan yang ada di Satpas. Sehingga semua lapisan mendapatkan bagian, tak heran jika biaya yang harus dikeluarkan untuk SIM menjadi membengkak.

Nah, kalian akan pilih yang mana? Kalau bisa mengikuti proses pembuatan SIM secara mandiri, kenapa nggak, Sob!

  • Suka 8
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Honda Brio
    Honda Brio
    Honda Brio
    Angsuran mulai dari:Rp 2,74 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan
  • Lidya le
    Lidya le
    12/10/2021
    good article, easy to understand and very interesting to read. I also found an article with a similar discussion. you can visit the link below http://news.unair.ac.id/2019/04/30/aec-gelar-seminar-pembuatan-website-untuk-mahasiswa/

Kendaraan Terbaru

  • Mobil
  • Motor
Berita Terpopuler
kredit
Kalkulator Kredit
*Tipe
Mobil Baru
Mobil Bekas
*Harga Kendaraan
*Jumlah Deposit
*Suku Bunga(%)
*Masa Cicilan
Pilih
  • 1 Tahun
  • 2 Tahun
  • 3 Tahun
  • 4 Tahun
  • 5 Tahun
  • 6 Tahun
Tips:
    Selanjutnya
    kredit
    Kalkulator Asuransi
    *Kode Plat Nomor Kendaraan
    Pilih
    *Jaminan Pokok
    Comprehensive
    Total Loss Only
    *Tahun Kendaraan
    Pilih
      *Nilai Pasar
      Jaminan Perluasan
      • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
      • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
      • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
      • Terorisme dan Sabotase
      • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
      Tips:
        Selanjutnya