• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Seputar Sepeda Motor Transmisi Manual dan Otomatis

Dilihat 1344
Guntur Hanggara
26 Jun 2020, 11:29
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Populasi sepeda motor di Indonesia memang jumlahnya sangat banyak. Lebih banyak ketimbang jumlah mobil yang beredar. Dan sepeda motor pun sudah menjadi alat transportasi yang wajib dimiliki setiap orang.

Dengan fakta tersebut, maka kesadaran akan perawatan sepeda motor juga perlu ditingkatkan. Namun sebelum membahas itu, mari kita telisik apa saja kelebihan dan kekurangan sepeda motor transmisi manual dan otomatis (matik).

Kelebihan motor manual adalah dalam hal perawatan. Pemeliharaan sepeda motor transmisi manual juga lebih mudah, sehingga lebih ekonomis dalam hal perawatan. Namun ada kekurangan dari motor jenis ini yang mentransmisikan secara manual, yaitu Anda harus menghabiskan lebih banyak energi saat mengganti persneling ketika jalan macet dan harga jualnya juga cukup rendah.

Lalu, masalah apa yang muncul dari transmisi manual? Transmisi membutuhkan kopling dalam kinerjanya, sebagian besar kopling bermasalah, itu juga karena usia penggunaan atau kesalahan dalam penggunaannya.

Pada transmisi manual yang sering mengalami masalah, salah satunya adalah tali pengikat. Salah satu masalah transmisi manual adalah kabel kopling putus, peredam karet, rumah kopling dan kopling hangus.

Sepeda motor transmisi otomatis lebih nyaman dikendarai di jalan raya, terutama ketika kondisi jalan cukup padat. Namun di balik kesederhanaannya, motor transmisi otomatis lebih boros bahan bakar karena perpindahan gigi diatur oleh mesin. Untuk perawatan sendiri juga lebih mahal, karena mesin motor yang mentransmisikan secara otomatis lebih rumit daripada jenis sepeda motor lainnya.

Gejala Kerusakan Motor Matik

Lalu mengenai gejala kerusakan pada motor matik, kira-kira apa saja? Pertama yang sering terjadi adalah gejala roller. Ketika rol transmisi mulai aus atau aus karena digunakan, motor akan bergetar lebih keras dari biasanya dan membuat suara berderak. Terutama ketika mulai berakselerasi dari kondisi berhenti. Sementara akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan.

Kemudian, gejala dari rumah Roller. Dimana akselerasi yang lambat dan tertahan juga bisa karena lintasan roller telah terkikis. Biasanya gejala ini timbul karena sering membawa beban yang berat.

Ada juga gejala dari mangkuk kopling. Ini seperti gejala seperti akselerasi yang terputus-putus pada putaran mesin yang lebih rendah merupakan indikasi mangkuk kopling sentrifugal yang bermasalah. Biasanya, karena bentuk mangkuk tidak lagi rata. Jadi tidak maksimal mengikat kanvas kopling. Kondisi ini bisa disebabkan seringnya gas terbuka dan segera rem.

Selanjutnya gejala kopling sentrifugal. Ketika kopling sentrifugal mulai aus, selain bunyi derit, akselerasi motor akan terasa lebih lambat baik di putaran bawah maupun atas. Motor otomatis terasa lebih kuat dari biasanya. Kopling sentrifugal ini dapat berfungsi untuk menekan dan menahan mangkuk kopling sehingga transfer tenaga mesin dapat diteruskan ke roda.

Nah, untuk gejala motor terdengar kasar itu bisa karena gejala dari sliding sheave sekunder. Dapat terjadi, komponen yang berfungsi untuk mendorong per CVT aus atau terkikis karena mempertahankan rotasi V-Belt terus menerus.

Selain suara kasar, gejala yang ditimbulkan adalah akselerasi di putaran tengah terasa terkendali, tetapi akan kembali normal seiring kecepatan mesin meningkat. Kebiasaan menyentak putaran gas bisa menjadi penyebab gejala ini.

Salah satu yang juga sering dialami adalah gejala V-Belt. V-belt yang digunakan oleh motor otomatis biasanya terbuat dari bahan karet. Karena beroperasi dengan suhu tinggi, tentu bisa meregang atau rapuh. Saat V-belt habis, biasanya ada kebisingan di rumah CVT.

Ketika sabuk-V telah meregang, tutup CVT bergesekan dengan sabuk. Akselerasi awal terasa seperti selip atau tidak setelah putaran gas. Tetapi ketika rapuh, sabuk-V akan pecah dan dapat pecah tanpa gejala.

Terakhir ada gejala rasio gigi. Selain itu, gejala yang timbul dari komponen ini adalah munculnya suara dengung keras yang berasal dari transmisi gigi transmisi. Biasanya ini karena bantalan sudah mulai aus atau telah terguncang karena penggunaan.

Kondisi ini juga dapat terjadi karena penggantian oli yang lama atau jarang atau ada segel kebocoran dan volume oli berkurang. Sehingga gigi transmisi kurang dilumasi.

Perawatan di Bengkel Resmi

Lalu kapan layanan motor matik otomatis di bengkel? Pemeliharaan pada layanan motor matic biasa biasanya meliputi penggantian oli, pembersihan karburator dan pengaturan motor. Disarankan layanan di bengkel resmi pabrikan motor untuk menanyakan apakah Aki masih layak, Vanbelt dan roler apakah perlu penggantian, tentu beberapa hal ini akan lebih baik jika penggunaan suku cadang dengan yang asli. Lakukan servis rutin sekitar 3 bulan untuk menjaga kinerja sepeda motor otomatis Anda.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
Rekomendasi
    Komentar
    Kirimkan
    • slamet riyadi
      slamet riyadi
      19/05/2021
      mau itu manual atau matik, yang penting keduanya rutin buat dirawat, kayak misalnya federal oil nya, atau servis dan ganti komponennya

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya