• Konten
  • Kendaraan Terkait
  • Rekomendasi
  • Komentar

Tips Aman Melewati Jalanan Menurun Dengan Mobil Matik

Dilihat 201
Dian
9 Jul 2020, 19:13
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
  • Suka 0

Otoloka.id - Mengendarai mobil matik memang jauh lebih mudah daripada secara manual. Cukup dengan injak gas-rem tuas mobil anda dengan kaki kanan bisa dikemudikan. Tapi akan beda cerita jika menghadapi jalan menurun. Kalau anda hanya mengandalkan rem untuk memperlambat laju mobil itu kurang tepat. Oleh karena itu, tindakan tersebut bahkan berpotensi mengurangi kinerja pengereman.

Pendiri dan instruktur keselamatan mengemudi Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu memberitahukan, jika pengemudi hanya mengoptimalkan pengereman kaki pada saat jalanan menurun, secara perlahan dapat menyebabkan kegagalan rem bisa blog.

"Apa yang terjadi, daya kemampuan rem menyusut karena ada panas, konstruksi rem menjadi begitu panas, yang kemudian membuat penyerapan deselerasi berkurang, kehilangan, tanpa ada yang menahan laju mobil. 

Di sisi lain, jika pemilik acuh tak acuh terhadap kendaraan untuk kualitas dan kondisi mobil pengereman. Misalkan cek lalai atau lupa mengganti minyak rem, sementara sering melintasi gunung atau tanjakan, maka akan lebih besar menyebabkan rem blong.

"Hal ini juga menjadikan kualitas rem berkurang cairan, panas yang menyebabkan uap air dalam bentuk busa putih. Ketika terjadi hal itu maka daya tahan panas cairan oli rem akan menurun, akibat dari memperpanjang jarak pengereman dan seal oli getas kebocoran pada carian lem, dan menjadikan blong.

Kemudian, sebagai tindakan pencegahan, ingat tips keamanan Jusri selalu menerapkan teknik pengereman yang tepat, sehingga ada kekuatan lain selain fungsi rem menjaga kecepatan mobil ketika berjalan di turunan, walaupun ketika saat belajar mengendarai mobil matic. lantas bagaimana caranya?

"Ketika matic mobil Anda sekarang yang modern menggunakan plus-minus (transmisi sistem triptonic) caranya gampang anda tinggal gerakan di gigi rendah, downshift biar ada engine brake," katanya.

Sedangkan untuk mobil yang masih mengadopsi transmisi otomatic konvensional dengan sirkuit transmisi D-3-2-L, mengoptimalkan pada posisi 3, 2 dan L. Tentu saja, menyesuaikan posisi gigi sebelumnya dalam perjalanan menurun dan kemiringan yang akan dilintasi.

Jika tidak terlalu curam, hanya di posisi 3. Ketika terlalu curam, segera menempatkan pada transmisi L. Atau pada model mobil tertentu hanya ada D-L, maka langkah-langkah mirip dengan di atas, hanya menggunakan gigi rendah pada L saat ada dijalanan menurun. Agar kecepatan perputaran mesin tinggi dan tahan pada ke gigi rendah, sehingga pada kondisi engine brake

Lalu untuk mobil lain bagaimana, apakah dapat memakai fungsi Over Drive (OD)? Ya boleh-boleh saja menggunakannya karena sistemnya akan sama seperti menggunakan gigi 3 pada mobil matik AT konvensional dengan 4-percepatan.

"Namun, perlu diingat bahwa mobil otomatis Over Drive kemampuan bit deselerasi ketika jalan menurun, enggak ekstrim. Ada jeda shifter dan putaran mesin tinggi saat mesin pindah transmisi, namun kurang saat menahan laju.

  • Suka 0
  • Laporkan
    • twitter
    • facebook
    • whatsapp
    • ins
Jika Anda menyukai situs Otoloka, jangan lupa ke Menu Browser dan Klik “Akses Cepat” ya. Akses kami lebih nyaman dan mudah!
Kendaraan Terkait
  • Honda Brio
    Honda Brio
    Honda Brio
    Angsuran mulai dari:Rp 2,74 Jt/Bln
Rekomendasi
Komentar
Kirimkan

    Kendaraan Terbaru

    • Mobil
    • Motor
    Berita Terpopuler
    kredit
    Kalkulator Kredit
    *Tipe
    Mobil Baru
    Mobil Bekas
    *Harga Kendaraan
    *Jumlah Deposit
    *Suku Bunga(%)
    *Masa Cicilan
    Pilih
    • 1 Tahun
    • 2 Tahun
    • 3 Tahun
    • 4 Tahun
    • 5 Tahun
    • 6 Tahun
    Tips:
      Selanjutnya
      kredit
      Kalkulator Asuransi
      *Kode Plat Nomor Kendaraan
      Pilih
      *Jaminan Pokok
      Comprehensive
      Total Loss Only
      *Tahun Kendaraan
      Pilih
        *Nilai Pasar
        Jaminan Perluasan
        • Angin Topan, Badai, Hujan Es, Banjir, dan atau Tanah Longsor
        • Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami
        • Pemogokan, Kerusuhan & Huru Hara
        • Terorisme dan Sabotase
        • Tanggung Jawab Hukum Pihak Ketiga
        Tips:
          Selanjutnya